Kesehatan

16 April 2020

Psikosomatik, Efek Lain dari Pandemi COVID-19

Rasa cemas bisa dipicu oleh berita yang Moms baca
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Selama pandemi COVID-19, Moms telah membaca, menonton, dan mendengarkan banyak berita soal virus corona. Baik itu dari jumlah pasien yang positif, cerita dari pasien yang positif, atau imbauan pemerintah.

Segala macam informasi yang didapatkan, terutama saat membaca tentang gejala COVID-19, mungkin Moms merasa tenggorokan terasa gatal, nyeri, atau tubuh meriang padahal suhunya normal. Kondisi ini dinamakan psikosomatik.

Hal ini seperti diutarakan oleh dr. Andri, Sp.KJ, FACLP, dokter penyakit jiwa di RS OMNI Alam Sutera dan anggota American Psychosomatic Society, yang menuliskan tweet tentang kondisi ini melalui akunnya, @mbahndi.

Baca Juga: Ketahui 5 Mitos Kekuatan Mental yang Kerap Jadi Salah Kaprah

Psikosomatik dan Kecemasan Dipicu Berita COVID-19

psikosomatik-1

Foto: Orami Photo Stock

Pada akun Twitter-nya, dr. Andri menuliskan bahwa wajar jika saat membaca berita tentang virus corona atau COVID-19, tiba-tiba tubuh merasakan gejala yang mirip dengan orang yang positif corona, sebagai reaksi psikosomatik.

Melansir Very Well Mind, istilah psikosomatik mengacu pada gejala fisik nyata yang timbul atau dipengaruhi oleh pikiran dan emosi, ketimbang penyebab tertentu yang dialami tubuh, seperti cedera atau infeksi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, "Salah satu yg membuat reaksi ini bisa timbul adalah KECEMASAN kita yang dipicu oleh berita-berita yang terus menerus terkait #COVID19 ini."

Pada Psychiatry, seseorang memiliki rasa khawatir dan perilaku yang berlebihan terkait dengan gejala fisik (somatik). Kadang-kadang orang yang alami psikosomatik mengalami gejala penyakit fisik tersebut, meskipun mereka tidak memiliki kondisi medis berdasarkan diagnosis.

Penyakit psikosomatik berasal atau diperburuk oleh stres emosional, dan dirasakan oleh tubuh dalam bentuk rasa sakit fisik dan kehadiran gejala lainnya.

Baca Juga: 9 Istilah Selama Pandemi COVID-19, Moms Sudah Tahu Semuanya?

Dipengaruhi oleh Amygdala, Pusat Rasa Cemas

psikosomatik-2

Foto: Orami Photo Stock

Pada Twitter-nya, dr. Andri menjelaskan bahwa kondisi psikosomatik ini disebabkan oleh amigdala, bagian otak sebagai pusat rasa cemas, yang bekerja secara berlebihan.

"Amigdala yang bekerja berlebihan ini juga mengaktifkan sistem saraf otonom secara berlebihan, jadi kita selalu dalam kondisi fight or flight atau siaga terus menerus," jelasnya.

Dampaknya, ketidakseimbangan ini yang membuat gejala psikosomatik muncul, sebagai suatu reaksi pada manusia untuk siap siaga menghadapi ancaman. Dalam kasus ini, yaitu ancaman terhadap COVID-19.

Dalam jurnal Frontiers in Physiology, disebutkan amigdala memiliki peran sentral dalam respons kecemasan terhadap situasi yang menimbulkan stres dan membangkitkan gairah. Amigdala juga berhubungan erat dengan beberapa daerah otak yang mengatur ekspresi kecemasan.

Baca Juga: Herd Immunity, Keadaan yang Bisa Memperlambat Penyebaran Virus COVID-19

Langkah untuk Mengatasi Psikosomatik

psikosomatik-3

Foto: Orami Photo Stock

Ketika Moms sudah mengetahui bahwa perasaan mengalami gejala COVID-19 mungkin merupakan kondisi psikosomatik, lalu langkah apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengurangi gejalanya?

Menurut dr. Andri, disarankan agar Moms juga membatasi masuknya informasi terkait COVID-19, sehingga bagian otak amigdala ini tidak aktif terus menerus, yang dapat berdampak munculnya gejala psikosomatik.

"Salah satu cara kita untuk mengurangi gejala psikosomatik akibat amigdala yang terlalu aktif ini adalah mengurangi dan membatasi informasi terkait dgn #COVID19," terang dr. Andri.

Moms bisa melakukan hal lain selain browsing, lakukan kegiatan hobi yang menyenangkan, serta menyebarkan sikap optimisme dengan lingkungan sekitar.

Bila Moms masih memerlukan informasi tambahan seputar COVID-19, Moms bisa bergabung mengikuti Kuliah WhatsApp (KulWAP) dengan expert di WhatsApp Group Orami Moms Community.

Selain mengikuti KulWAP, di WhatsApp Group Orami Moms Community, Moms bisa berkonsultasi dengan para ahli, seperti psikolog, dokter kandungan, dokter anak, konselor laktasi, konselor pernikahan, dan lain sebagainya.

orami wag

Moms juga bisa saling bertukar cerita dengan ibu-ibu lainnya, lho! Jadi Moms akan mendapatkan banyak teman, sekaligus informasi baru.

Moms bisa langsung add WhatsApp di nomor 0811-8852-250 atau klik link ini untuk informasi lebih lanjut.

Yuk gabung WhatsApp Group Orami Moms Community untuk mendapatkan berbagai keuntungan!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait