28 April 2020

Sering Pilek? Waspadai 5 Gejala Sinusitis Berikut Ini

Jangan abaikan jika Moms sering mengalami pilek, bisa jadi itu tanda sinusitis!

Seperti dilansir dari American College of Allergy, Asthma & Immunology, pilek yang buruk sering disalah artikan sebagai infeksi sinus atau sinusitis.

Kedua penyakit ini sering dianggap sama, karena memiliki gejala yang mirip seperti sakit kepala, pilek, dan hidung tersumbat.

Namun, tidak seperti pilek, gejala sinusitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri dan seringkali memerlukan perawatan dengan antibiotik.

Kondisi lain seperti alergi, polip hidung, dan infeksi gigi juga dapat berkontribusi terhadap nyeri dan gejala sinus.

Sinusitis adalah peradangan atau pembengkakan jaringan yang melapisi sinus. Sinus yang sehat biasanya dipenuhi dengan udara, tetapi ketika mereka tersumbat dan dipenuhi dengan cairan, kuman dapat tumbuh dan menyebabkan infeksi.

Sinusitis sendiri dibagi menjadi akut dan kronis. Menurut American Academy of Otolaryngology, sinusitis akut biasanya berlangsung hanya kurang dari empat minggu.

Sinus akut biasanya merupakan bagian dari pilek atau penyakit pernapasan lainnya. Sedangkan sinus kronis biasanya berlangsung lebih dari dua belas minggu atau terus berulang.

Baca Juga: 7 Jenis Pengobatan Sinusitis, Operasi Jadi Jalan Terakhir

Gejala Sinusitis

Jika Moms merasa mengalami gejala sinusitis berulang, Moms harus segera memeriksakan diri ke dokter. Untuk mengetahui gejala sinusitis, waspadai tanda-tanda berikut ini:

1. Nyeri Pada Sinus

gejala sinus (5).jpg
Foto: gejala sinus (5).jpg

Nyeri pada sinus adalah gejala umum sinusitis. Moms mungkin memiliki beberapa sinus berbeda di atas dan di bawah mata, serta di bagian belakang hidung. Semua ini dapat menyakitkan ketika Moms memiliki infeksi sinus.

Peradangan dan pembengkakan menyebabkan sinus terasa sakit terutama jika ditekan meski hanya perlahan.

Moms juga mungkin merasakan sakit di dahi, kedua sisi hidung, rahang dan gigi bagian atas, atau di antara mata. Gejala sinusitis ini juga biasanya menyebabkan sakit kepala.

2. Keluarnya Cairan Seperti Ingus

gejala sinus (4).jpg
Foto: gejala sinus (4).jpg

Ketika Moms memiliki sinusitis, hidung Moms mungkin akan sering mengeluarkan cairan seperti ingus.

Cairan tersebut bisa berwarna keruh, hijau, atau kuning. Cairan ini berasal dari sinus Moms yang terinfeksi dan mengalir ke saluran hidung.

Cairan ini juga dapat begitu saja melewati hidung dan mengeringkan bagian belakang tenggorokan.

Moms mungkin akan merasakan gatal, rasa geli, atau bahkan sakit tenggorokan.

"Warna hijau-kuning lendir yang dapat berkembang adalah hasil dari sel darah putih kita sendiri, yang kita gunakan untuk melawan segala jenis infeksi, virus atau bakteri, jadi kita tidak bisa mengetahui penyebabnya dari warna lendir," ungkap Donald Ford, MD, seorang dokter obat keluarga di Cleveland Clinic.

"Kadang Anda juga akan mengeluarkan lendir tebal dan gelap, hal itu biasanya menunjukkan tanda dehidrasi ringan, dan Anda harus meningkatkan asupan cairan serta menggunakan banyak semprotan garam untuk menjaga lendir tetap tipis."

Baca Juga: Sinusitis Pada Anak: Ini Beda Sinusitis Viral dan Sinusitis Bakterial

3. Hidung Tersumbat

gejala sinus (3).jpg
Foto: gejala sinus (3).jpg

Sinus yang meradang juga membatasi kemampuan bernapas melalui hidung. Infeksi ini menyebabkan pembengkakan pada sinus dan saluran hidung.

Karena hidung tersumbat, Moms mungkin tidak akan bisa mencium bau atau rasa seperti biasa. Suara Moms juga akan terdengar ‘sengau’.

4. Sakit Kepala

gejala sinus (1)l.jpg
Foto: gejala sinus (1)l.jpg

Tekanan tanpa henti dan pembengkakan pada sinus dapat menyebabkan sakit kepala.

Nyeri sinus juga bisa membuat Moms merasakan sakit telinga, sakit gigi, dan sakit pada rahang dan pipi.

Sakit kepala sinus paling buruk dirasakan di pagi hari karena cairan telah terkumpul sepanjang malam.

Sakit kepala juga bisa bertambah buruk ketika tekanan barometrik dari lingkungan tiba-tiba berubah.

5. Iritasi Tenggorokan dan Batuk

gejala sinus (2).jpg
Foto: gejala sinus (2).jpg

Ketika cairan sinus mengalir ke bagian belakang tenggorokan, hal ini dapat menyebabkan iritasi, terutama dalam jangka waktu yang lama.

Hal ini juga dapat menyebabkan batuk yang terus-menerus dan menjengkelkan, yang akan semakin buruk ketika Moms tidur berbaring ataubangun dari tempat tidur di pagi hari.

Kondisi ini juga membuat sulit tidur. Taruh bantal sedikit lebih tinggi dari biasanya supaya Moms dapat tidur lebih tegak atau dengan kepala sedikit lebih tinggi daripada badan, ini dapat mengurangi frekuensi dan intensitas batuk Moms yang mengganggu di malam hari.

Baca Juga: Sinusitis Bisa Menyebabkan Sakit Gigi? Ini Penjelasannya

Jika Moms atau anggota keluarga mengalami gejala-gejala sinusitis, sebaiknya diperiksakan langsung ke dokter. Agar Moms bisa mengetahui langkah yang baik untuk mengobatinya!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.