Scroll untuk melanjutkan membaca

RUPA-RUPA
22 November 2022

Kisah Haru Gempa Cianjur, Mayoritas Korban Tewas Anak-anak yang Tertimpa Bangunan

Hingga kini korban tewas tercatat mencapai 162 orang
Kisah Haru Gempa Cianjur, Mayoritas Korban Tewas Anak-anak yang Tertimpa Bangunan

Foto: BNPB

Cianjur, Jawa Barat, dilanda gempa bumi yang terjadi pada Senin, 21 November 2022. Gempa Cianjur ini meninggalkan kisah haru dari para korban yang kehilangan keluarganya.

Gempa dengan kekuatan 5,6 magnitudo yang terjadi di Kabupaten Cianjur ini, menyebabkan sebanyak 2.345 unit rumah rusak.

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur menyebutkan, terdapat 162 korban tewas, per Senin 21 November 2022 pukul 21:00 WIB.

Kisah haru semakin menyeruak saat diketahui mayoritas korban tewas Gempa Cianjur adalah anak-anak yang masih berada di dalam sekolah.

Ingin tahu mengenai informasi terkait gempa Cianjur yang menelan banyak korban tewas? Simak informasi lengkapnya di bawah ini, yuk Moms!

Baca Juga: 6 Potret Tedak Siten Baby Izz Anak Nikita Willy, Ganteng dengan Balutan Beskap Jawa

Kisah Haru Korban Gempa Cianjur

Korban Gempa Cianjur

Foto: Korban Gempa Cianjur (Twitter.com/@BNPB_Indonesia)

Berikut ini beberapa informasi yang bisa Moms dan Dads ketahui mengenai korban gempa Cianjur.

1. Mayoritas Korban Tewas Anak-Anak

Sebelum korban tewas bertambah menjadi 162 jiwa, tercatat 56 orang yang meninggal dan 40 di antaranya merupakan anak-anak.

"Data paling baru, korban meninggal mencapai 56 orang dengan 40 di antaranya merupakan anak-anak.

Kebanyakan anak-anak, mereka tertimpa bangunan yang ambruk," kata Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Namun, dari 162 korban yang tewas, belum ada perhitungan terbaru mengenai data korban tewas anak-anak lantaran banyak korban yang belum dievakuasi karena akses jalan terputus.

Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, juga mengatakan bahwa dirinya belum mendapat data jumlah pasti anak yang menjadi korban gempa Cianjur.

"Nah, per malam ini kita masih mengklasifikasi persentasenya, tapi laporan di lapangan selalu menyebutkan secara kualitatif mayoritas anak-anak," kata Ridwan Kamil.

2. Gempa Terjadi Ketika Warga Beraktivitas

Banyaknya korban yang berjatuhan baik tewas maupun luka-luka karena gempa terjadi pada siang hari, pukul 13.21 WIB, ketika warga sibuk beraktivitas.

Selain itu, Kepala BNPB, Suharyanto, juga mengatakan sebagian besar korban meninggal dunia disebabkan karena kondisi rumah yang tidak tahan gempa.

"Kita bayangkan saja, ini siang hari kejadian, dan warga tinggal di rumah-rumah tidak tahan gempa, begitu ada gempa ya langsung ambruk," ucapnya saat konferensi pers via Zoom bersama BMKG.

Kemudian, untuk mayoritas korban anak-anak ini diklasifikasikan karena masih banyak anak yang berada di sekolah atau sedang belajar di madrasah dan pesantren.

Hal ini juga diperjelas dengan adanya 3 bangunan pesantren yang rusak parah di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Baca Juga: 30 Makanan Tradisional Indonesia dari Aceh sampai Papua yang Punya Cita Rasa Khas dan Unik

3. Ratusan Korban Luka

Selain korban tewas, gempa Cianjur juga menyebabkan ratusan korban luka-luka.

Menurut data terbaru dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, korban luka mencapai 700 orang.

Korban luka-luka gempa Cianjur ini kini memadati RSUD Sayang Cianjur.

Bahkan, membludaknya korban luka membuat sebagian pasien dirawat di halaman hingga di jalan masuk ke RSUD.

Beberapa korban yang dirawat di halaman hanya beralaskan terpal dan fasilitas seadanya.

Tenaga kesehatan juga mulai dikerahkan dari puskesmas hingga tenaga kesehatan dari Polri dan TNI.

"Pasien sudah membludak, jumlah korban luka akibat gempa mencapai 700 orang. Kebanyakan mengalami patah tulang," terang Bupati Cianjur, Herman Suherman.

4. Seorang Ibu yang Terpisah dengan 6 Anaknya

Karena banyaknya rumah yang rusak dan jalanan yang terputus, membuat seorang ibu di Cianjur harus terpisah dengan 6 anaknya.

Kabar ini pertama kali diunggah melalui video akun TikTok @hendryrahmanjaya.

Dalam video tersebut, terlihat seorang ibu yang tengah bercerita tentang kondisi anak-anaknya sambil menangis.

Pada saat gempa, ibu tersebut mengaku terpisah dengan anak-anaknya dan ia berhasil menyelamatkan diri.

“Ya Allah anak saya nggak tahu di mana, anak saya ada yang ngambil tadi,” ujar sang Ibu.

Kemudian sang perekam video juga mengatakan mengenai kondisi terakhir keenam anak dari ibu tersebut.

Namun, sang ibu tidak mengetahui bahkan menebak kondisi sang anak yang mungkin kini telah meninggal dunia.

“Mungkin sudah meninggal, anak saya belum ketemu suami saya masih di sana nyari ya Allah,” lanjutnya.

Hingga kini, ibu tersebut hanya bersama satu anak dan enam anak lainnya masih belum ditemukan.

Dalam akhir video tersebut, ibu yang tidak diketahui namanya ini juga memohon bantuan agar anaknya bisa segera ditemukan.

“Anak saya tolong cariin anak saya enggak ada,” tutupnya.

5. Adik Dinar Candy Hilang

Salah satu artis Indonesia, Dinar Candy, mengabarkan bahwa sang adik, Cecep Moh Sunan Giri, telang hilang setelah kejadian gempa Cianjur.

Kabar ini pertama kali Dinar bagikan melalui akun Instagram pribadinya. Dinar mengunggah foto sang adik dengan keterangan yang berbunyi:

"TOLOnG yang nemuin adik aku di pesantren AL-UZLAH cipanas cianjur hubungin +62 821 30858583 Kalau dia Luka atau apa tolong di bawa ke RS paling bagus nanti aku kasih imbalan ..

sampe saat ini belom di gemek an tolong warga cipanas cianjur termukan adik aku @tetenggiri," tulis Dinar Candy.

Jika dilihat dari keterangannya Dinar kesulitan untuk menemukan sang adik karena sinyal komunikasi di lokasi kejadian terputus.

Kemudian, di akhir keterangan Dinar memohon pada warga yang menemukan sang adik untuk membawa Cecep untuk dibawa ke rumah sakit bila adiknya ditemukan dalam kondisi luka.

Baca Juga: 16 Obat Jerawat untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif, Cek!

Demikian, itulah informasi mengenai korban gempa Cianjur yang bisa Moms dan Dads ketahui.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan seluruh korban luka-luka dapat pulih dengan baik.