20 Oktober 2023

Asal-Usul Gultik, Kuliner Malam Jadul di Blok M Jakarta

Harganya terjangkau dan enak rasanya

Sudah pernah mencicipi gultik?

Gultik atau gulai tikungan merupakan kuliner Ibu Kota yang selalu menjadi incaran kawula muda.

Rasanya yang khas dan menggoyang lidah membuat makanan ini memiliki tempat tersendiri di hati penikmatnya.

Harganya yang terjangkau semakin membuat kuliner malam yang satu ini tidak lekang oleh waktu.

Yuk, kenali asal mula gulai tikungan dan beragam keunikan dari masakan satu ini, Moms!

Baca Juga: Menakar Jumlah Kalori Sushi dan Nilai Gizi Setiap Jenisnya

Asal Usul Gultik (Gulai Tingkungan) dan Lokasi Tempat Kulinernya

Gultik di Jakarta
Foto: Gultik di Jakarta (Pergikuliner.com)

Portal Informasi Indonesia menjelaskan bahwa nama gultik berawal dari lokasi penjualan yang berada di tikungan jalan.

Meski hanya gulai yang tampak sederhana, nyatanya makanan yang satu ini tetap banyak dicari.

Pasalnya, rasa dari makanan yang satu ini termasuk unik dan bikin nostalgia saat mencicipinya.

Gultik berlokasi di Jakarta Selatan, tepatnya di kawasan Blok M.

Moms dapat menemukan banyak pedagang gultik di sepanjang tikungan Jalan Mahakam, yang letaknya berdekatan dengan bundaran SMA 6, GOR Bulungan, dan Blok M Plaza. 

Sebelum dikenal masyarakat luas, gulai tikungan di tempat ini tak memiliki nama khusus.

Namun, entah bagaimana awalnya, istilah gultik mulai terkenal pada tahun 1997.

Hingga saat ini, istilah tersebut kian melambung dan banyak dicari kawula muda.

Baca Juga: 5+ Kuliner Terpopuler di Taman Jajan Bintaro, Sudah Coba?

Keunikan Cita Rasa Gulai Tikungan

Gultik Blok M
Foto: Gultik Blok M (Indonesia.go.id)

Sebagian orang Indonesia menikmati gulai ketika malam hari.

Hal inilah yang konon menjadi cikal bakal banyaknya pedagang gulai di tikungan Blok M ketika malam hari.

Apakah Moms pernah mencicipi sajian yang satu ini?

Gulai tikungan di Jakarta terbuat dari daging sapi dan memiliki cita rasa seperti masakan Solo.

Gulai khas Solo punya tipe kuah santan yang encer dengan bumbu kunyit, jahe, adas, jintan, dan rempah-rempah tradisional lainnya.

Jika umumnya gulai khas Solo menggunakan isian daging dan jeroan kambing, berbeda halnya dengan gultik Jakarta.

Jajanan kali lima di daerah Blok M ini menggunakan daging sapi yang empuk dan gurih.

Penggunaan daging sapi ini disesuaikan dengan selera orang Jakarta.

Tak hanya itu, daging dan jeroan kambing juga sering diasosiasikan sebagai penyebab penyakit darah tinggi dan asam urat. 

Baca Juga: 5 Resep Kerak Telor Crispy, Kuliner 'Langka' Khas Jakarta

Hal inilah yang membuat para pedagang lebih memilih menggunakan daging sapi, agar jualannya lebih laku untuk konsumen Jakarta.

Tak hanya cita rasa yang enak, keunikan dari gultik adalah porsi makan dengan daging yang cukup...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb