Parenting

18 Oktober 2021

Ingin Anak Tumbuh Optimal? Pahami dan Penuhi Hak Anak di Rumah Berikut Ini

Ternyata ada banyak hak anak di rumah yang wajib orangtua penuhi berikut ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Anak adalah anugerah yang luar biasa dan tak tertandingi nilainya bagi pasangan suami istri. Apakah Moms sudah tahu hak anak di rumah?

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh dengan optimal dan juga sehat secara fisik maupun psikis.

Oleh karena itu, Moms harus menyadari bahwa anak-anak dan remaja memiliki hak asasi manusia yang sama dengan orang dewasa, bahkan mereka juga memiliki hak akan kebutuhan khusus mereka dalam mempersiapkan diri sebelum terjun ke masyarakat.

Ingat, anak-anak merupakan manusia dan mereka memiliki hak untuk dipenuhi semua kebutuhannya dengan baik oleh orang tuanya.

Meskipun banyak kemajuan dalam beberapa dekade terakhir, nyatanya kini masih ada jutaan anak masih hidup tanpa hak dasar mereka.

Bahkan kini kehidupan anak-anak cukup rentan akan kekerasan, konflik, dan dampak perubahan iklim.

Secara global, diperkirakan ada 800 juta anak yang tinggal di daerah yang rentan dan terkena dampak konflik di mana hak-hak anak sering kali diabaikan dan masa kanak-kanak dicuri oleh pelecehan, eksploitasi, dan perbudakan.

Salah satu hak anak yang sangat penting adalah mendapatkan masa kanak-kanak sepenuhnya, dikelilingi oleh keluarga dan komunitas yang protektif, bebas dari kekerasan, dan memiliki kesempatan untuk berkembang seperti anak-anak lainnya.

Baca Juga: Jenis-Jenis dan Cara Menerapkan Tata Tertib di Rumah untuk Anak-anak

Apa Saja Hak Anak di Rumah?

Hak Anak di Rumah

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms sedang merencanakan anak pertama, atau sedang membesarkan anak di rumah, maka perhatikan beberapa hak anak di rumah yang wajib orang tua penuhi berdasarkan Konvensi PBB untuk Hak-Hak Anak berikut ini:

1. Hak untuk Mendapatkan Makanan

Hak anak di rumah yang paling penting adalah mendapatkan makanan dan gizi yang optimal.

Makanan tersebut tak hanya harus bergizi, tetapi juga bersih dan sesuai untuknya. Di awal kehidupannya, anak juga berhak mendapatkan ASI eksklusif selama 2 tahun awal kehidupannya.

Moms perlu menyediakan makanan bergizi seperti buah, sayur, daging, keju, dan susu setiap hari untuk anak.

Hindari juga memberikan makanan tidak bernutrisi dan kurang sehat seperti junk food karena ini bisa merusak kesehatannya.

Bahkan jika diperlukan, Moms wajib memberikan anak suplemen vitamin tambahan untuk memaksimalkan perkembangannya sebagai salah satu hak anak di rumah.

2. Hak untuk Mendapatkan Jaminan Kesehatan

Berbagai hak kesehatan juga wajib orang tua berikan untuk anak.

Hak anak di rumah berhak mendapatkan jaminan kesehatan yang meliputi imunisasi, makanan sehat, pemeriksaan gigi setiap 6 bulan sekali, serta pelayanan kesehatan reproduksi remaja.

Anak-anak pun sebaiknya mempelajari kebiasaan kesehatan dan kebersihan yang baik di rumah maupun di sekolah.

Jadi, Moms dan Dads perlu membimbingnya.

3. Hak Mendapat Pendidikan

anak sekolah

Foto: Orami Photo Stock

Pendidikan pertama anak adalah melalui keluarga, namun seiring sudah matang usianya untuk sekolah, maka anak memiliki hak untuk mendapatkan akses pendidikan.

Bahkan urusan pendidikan pun kerap kali sudah direncanakan oleh pasangan suami istri sebelum mereka memutuskan memiliki anak, karena begitu pentingnya pendidikan untuk anak.

Oleh karena itu, sebelum membayangkan romansa pernikahan dan menyenangkannya memiliki momongan, sebaiknya pikirkan dana pendidikan sejak dini untuk memastikan anak memiliki pendidikan yang bagus demi masa depan yang cerah.

Baca Juga: Moms dan Dads Wajib Tahu, Ini Dia 5 Manfaat Disiplin bagi Anak

4. Hak untuk Mendapatkan Perlindungan

Hak anak di rumah selanjutnya adalah mendapat perlindungan, sebagaimana fungsi rumah itu sendiri.

Namun, sebetulnya maksud perlindungan di sini adalah perlindungan dari berbagai macam ancaman, kekerasan baik fisik maupun psikis, serta hal-hal yang membahayakan anak, seperti penculikan, perdagangan orang, atau perang.

Jadi, anak laki-laki maupun perempuan harus mendapatkan bentuk perlindungan yang sama.

Salah satu kekerasan yang kerap anak alami zaman sekarang adalah bullying, dan ini bisa ditemukan di mana saja, bahkan di media sosial atau yang kemudian disebut cyber bullying.

Perundungan atau bullying juga bahkan bisa terjadi di tempat terdekat anak, yakni di rumah seperti dilakukan oleh saudaranya sendiri dan di sekolah.

Di sini orang tua memainkan peran penting untuk melindungi anak dari berbagai macam kekerasan, termasuk bullying sebagai salah satu hak anak di rumah.

5. Hak untuk Bermain

Nyatanya, meski terdengar sepele, tetapi bermain juga termasuk hak anak di rumah.

Bermain bagi anak tak hanya menjadi sarana hiburan saja, tetapi juga merupakan salah satu cara agar anak belajar secara langsung.

Misalnya, berlatih kemampuan sosial, bahkan mengasah kecerdasan mereka. Dengan begitu, anak dapat mengenal lingkungan sekitar bahkan dunia melalui media bermain.

Journal of The American Academy of Pediatrics juga menyebutkan bahwa, bermain memungkinkan anak-anak untuk menggunakan kreativitas mereka sekaligus mengembangkan imajinasi, ketangkasan, kekuatan fisik, kognitif, dan emosional mereka.

Jika anak tidak bisa bermain, seperti karena terpaksa membantu orang tua bekerja, maka anak bisa mengalami stres dan ia bisa rewel sepanjang hari.

Bermain juga tidak harus menggunakan mainan yang mahal karena semasa kanak-kanak, apapun bisa menjadi mainan yang menyenangkan. Jadi, pastikan anak mendapatkan waktu yang cukup untuk bermain ya, Moms!

6. Hak untuk Rekreasi

Tak hanya bersenang-senang dengan cara bermain, hak anak di rumah selanjutnya adalah mendapatkan rekreasi supaya menghindarkannya dari stres.

Moms bisa sesekali mengajak anak pergi rekreasi ke tempat hiburan kesukaannya, bahkan meski hanya taman bermain di dekat rumah. Ingat, anak yang tidak stres akan mendapatkan perkembangan yang lebih baik.

Rekreasi juga sebetulnya tak melulu mengajaknya ke tempat hiburan, karena rumah bisa menjadi tempat rekreasi.

Tak hanya hak anak di rumah yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa hak lain yang harus orang tua penuhi, antara lain:nya tenda, atau kolam renang plastik sehingga Si Kecil merasa senang.

Baca Juga: Ini Kewajiban Anak di Rumah Berdasarkan Usia, Yuk Ajarkan SI Kecil untuk Bertanggung Jawab!

Hak Anak di Rumah yang Lain

Hak Anak

Foto: Orami Photo Stock

Tak hanya hak anak di rumah yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa hak lain yang harus orangtua penuhi, antara lain:

7. Hak untuk Memiliki Identitas

Semenjak anak lahir, hak anak di rumah termasuk untuk memiliki nama dan identitas.

Ia berhak untuk didaftarkan dalam kartu keluarga dan memiliki akta kelahiran. Ini adalah bentuk dokumen legal yang sangat penting untuk kehidupan anak di kemudian hari.

8. Hak untuk Mendapat Status Kebangsaan

Anak juga berhak untuk diakui kewarganegaraannya oleh suatu bangsa secara resmi yang kemudian akan dibuktikan kelak dengan kartu tanda penduduk dan akta kelahiran.

Dokumen inilah yang nantinya dapat menjamin anak untuk mendapatkan berbagai akses pendidikan dan pelayanan kesehatan dari negara.

9. Hak untuk Berperan dalam Pembangunan

Meskipun anak masih berusia dini, namun hak anak di rumah juga termasuk agar dapat berpartisipasi dalam pembangunan bangsa.

Di sini peran orang tua dibutuhkan untuk memperjuangkan pendidikan anak sehingga ia bisa meraih cita-cita dan menjadi generasi penerus bangsa yang cemerlang.

Baca Juga: 9 Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak, Wajib Tahu!

10. Hak untuk Mendapatkan Kesamaan dan Kesetaraan

Menurut deklarasi yang tertuang dalam konvensi PBB, anak-anak juga berhak untuk mendapatkan kesamaan dan kesetaraan.

Anak laki-laki, perempuan, suku bangsa manapun, agama apapun, status sosial, serta anak berkebutuhan khusus berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang.

Selain itu, orangtua juga harus mengajarkan anak untuk menghargai setiap perbedaan sehingga nantinya ia tidak bingung menghadapi fenomena perbedaan yang ada di masyarakat.

11. Hak untuk Berbagi Pikiran dengan Bebas

hak anak dalam keluarga

Foto: Orami Photo Stock

Anak berhak untuk berbagi pikiran secara bebas dengan orang lain tentang apa yang mereka pelajari, pikirkan dan rasakan.

Entah melalui berbicara, menggambar, menulis, atau dengan cara lain apa pun asalkan tidak merugikan orang lain.

Oleh karena itu, Moms dan Dads di rumah sebaiknya selalu menerapkan komunikasi terbuka pada anak. Biarkanlah mereka berpendapat dengan nyaman.

Jangan batasi gerak mereka untuk berekspresi karena anak berhak mengungkapkan isi hatinya.

Secara hukum pun, anak berhak diberikan kesempatan untuk didengar dalam setiap proses peradilan dan administratif yang mempengaruhi anak, baik secara langsung, atau melalui perwakilan atau badan yang sesuai, sesuai dengan aturan dan prosedur.

Namun, orang tua diharapkan dapat tetap membimbing anak-anak sehingga ketika mereka tumbuh dewasa, mereka belajar menggunakan hak ini dengan benar.

Tak hanya memiliki hak untuk berekspresi, anak-anak juga mempunyai hak untuk dihormati.

Oleh sebab itu, orang tua atau orang dewasa lainnya diharapkan dapat mendengarkan dan menganggap serius anak-anak.

Baca Juga: Gampang Kok, Begini Cara Mengajarkan Table Manner kepada Anak

12. Hak untuk Mendapatkan Informasi

Anak berhak mendapatkan informasi dari internet, radio, televisi, surat kabar, buku dan sumber lainnya.

Oleh sebab itu, anak diperbolehkan memiliki akses terhadap informasi dan materi dari berbagai sumber nasional dan internasional, terutama yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, spiritual, moral, kesehatan fisik dan kesehatan mental mereka.

Meski demikian, Moms dan Dads sebagai orang tua atau orang dewasa pun tetap harus mengawasi serta memastikan informasi yang mereka peroleh tidak berbahaya.

Ingat ya Moms, semua hak anak di rumah dan hak lain yang terangkum di atas adalah hak yang diakui secara internasional, nasional, serta wajib dipenuhi oleh setiap orang tua.

Jadi, selalu dampingi mereka saat mencari informasi, ya.

Jika semua hak anak sudah terpenuhi, maka orang tua juga perlu mengajarkan pada anak bahwa mereka terlahir juga memiliki kewajiban, seperti hormat dan patuh pada orang tua serta gurunya, menghormati orang lain, bangsa dan juga negara.

Anak adalah generasi penerus bangsa, dan kini Moms mungkin belum memahami potensi anak di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, gali terus potensi anak dan penuhi semua hak-hak yang ia butuhkan agar ia menemukan bakat dan minatnya untuk kemudian ia bisa ambil bagian dalam mendukung pembangunan manusia, bangsa dan negaranya.

Jadi, apakah sejauh ini Moms sudah memenuhi ragam hak anak di rumah yang sudah dijelaskan di atas?

  • https://www.unicef.org/child-rights-convention/convention-text-childrens-version
  • https://pediatrics.aappublications.org/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait