08 Oktober 2019

Hati-hati, 5 Komplikasi Mematikan Ini Disebabkan Oleh Kolesterol Tinggi

Kolesterol bisa menyebabkan berbagai komplikasi mematikan!

Semua orang memiliki kolesterol dalam tubuh. Selama kadarnya normal, tidak ada masalah. Zat ini berperan membentuk sel, hormon, empedu, dan sebagai pelindung tubuh.

Tapi, kalau kadarnya berlebihan, hati-hati, Moms! Kolesterol bisa menyebabkan berbagai komplikasi mematikan.

FYI, kolesterol terbagi menjadi dua: kolesterol baik atau yang biasa disebut sebagai High Density Lipoprotein (HDL) dan kolesterol jahat alias si Low Density Lipoprotein (LDL).

HDL alias kolesterol baik, bertugas menyerap jumlah kolesterol berlebih dan membawanya kembali ke hati untuk dikeluarkan dari tubuh. Sementara, saudaranya si LDL alias kolesterol jahat, membentuk plak-plak lemak di dalam pembuluh darah, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai macam penyakit berbahaya.

Jadi, saat kolesterol baik meningkat, biasanya dihubungkan dengan kesehatan pembuluh yang lebih terjaga. Sebaliknya, peningkatkan kadar kolesterol jahat berhubungan erat dengan berbagai komplikasi mematikan.

Mau tahu, apa saya komplikasi mematikan yang bisa terjadi jika kadar kolesterol jahat terlampau tinggi? Simak!

Baca Juga: Kolesterol Tinggi? Ini Makanan yang Perlu Dikonsumsi dan Dihindari

1. Xanthelasma Palpebrarum

maxresdefault.jpg
Foto: maxresdefault.jpg

Plak berwarna kekuningan yang umumnya muncul di sekitar kelopak mata (bagian dekat dengan hidung). Keadaan ini terbentuk akibat penumpukan kolesterol di daerah kutaneus (kulit). Kondisi ini bisa terjadi pada wanita maupun pria yang berusia 40–50 tahun.

“Xanthelasma muncul simetris di kedua kelopak mata, dan dapat memiliki konsistensi lembut hingga padat. Normalnya, xanthelasma tidak melahirkan gejala yang mengganggu,” kata Adam Scheiner, MD, ahli bedah laser kelopak mata dan wajah di Tampa, Florida.

Baca juga: Kolesterol Baik, Alasan Kenapa Kita Tak Perlu Selalu Takut akan Kolesterol

2. Tekanan Darah Tinggi

Darah Tinggi
Foto: Darah Tinggi (Everydayhealth.com)

Tekanan darah berhubungan dengan kadar kolesterol yang ada di dalam tubuh. Apabila kadar kolesterol tinggi dan tidak segara ditangani, maka plak-plak lemak akan semakin banyak terbentuk di dalam pembuluh darah dan membuat pembuluh darah semakin sempit. Jadilah aliran darah ke seluruh tubuh mengalami gangguan.

“Jika kondisi sudah begini, organ jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah agar sampai ke organ lain. Keadaan ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi alias hipertensi,” kata Dr. Jordana Cohen, asisten profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Perelman di Philadelphia, di Philadelphia.

3. Angin Duduk (Angina)

Simak 3 Cara Mengatasi Angin Duduk Ini, Moms.jpg
Foto: Simak 3 Cara Mengatasi Angin Duduk Ini, Moms.jpg

Dapat diartikan sebagai nyeri dada, rasa dada yang terikat, atau dada yang terasa tak nyaman. Angina itu sendiri biasanya merupakan tanda awal dari penyakit jantung dan dapat dipicu dengan melakukan beberapa kegiatan, seperti mengangkat barang, berolahraga, dan emosi atau marah.

“Angina terjadi karena otot-otot jantung tidak menerima oksigen yang cukup. Keadaan itu adalah akibat dari adanya penyempitan pembuluh darah karena tersumbat oleh plak-plak lemak,”terang Dr Cohen.

4. Serangan Jantung

concept-image-illustrating-a-heart-attack.jpg
Foto: concept-image-illustrating-a-heart-attack.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Apabila plak lemak terlepas, membentuk klot dan menyumbat pembuluh darah ke jantung, maka seseorang dapat mengalami serangan jantung. Keadaan ini bisa menyebabkan kematian apabila tidak ditangani segera.

Beberapa tanda dan gejala yang muncul pada saat serangan jantung, misalnya nyeri dada berat, dada terasa sesak dan berat seperti ditindih, atau dada seperti ditusuk hingga menembus ke belakang dan menjalar ke lengan kiri atau rahang kiri; mual muntah; keringat dingin; hingga badan lemas.

5. Stroke

5 - Pertolongan Pertama untuk Orang yang Terkena Stroke.jpg
Foto: 5 - Pertolongan Pertama untuk Orang yang Terkena Stroke.jpg

Sering juga disebut brain attack. Di Indonesia, data RISKEDAS 2007–2013 menyebut bahwa angka kejadian stroke terus meningkat, dari 8,3% menjadi 12,1%.

Stroke terjadi karena plak-plak lemak di pembuluh darah terlepas dan menyumbat pembuluh darah di otak. Selain faktor kolesterol tinggi, stroke juga dipengaruhi oleh kondisi lain, seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, tekanan darah tinggi, dan obesitas.

Baca Juga: Catat, Ini Cara Menurunkan Kolesterol tanpa Obat

(RYO/DIN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.