07 April 2020

Hindari 3 Kesalahan Penggunaan Car Seat Ini

Menghindari kesalahan penggunaan car seat, dapat mengurangi risiko bayi luka serius

Keamanan dan kenyamanan bayi pasti merupakan salah satu hal terpenting yang menjadi perhatian Moms dan Dads. Termasuk, keamanan dan kenyamanan bayi selama perjalanan menggunakan mobil.

Meski hadir dengan elemen yang banyak dan sekilas rumit (pengikat tubuh, bantalan, gesper, ragam pengait, dan sederet elemen lainnya), tapi penggunaan car seat merupakan cara terbaik terkait keamanan dan keselamatan bayi di jalan.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), penggunaan car seat dengan tepat dapat mengurangi risiko kematian atau luka serius hingga 70%.

Kesalahan Penggunaan Car Seat yang Sering Moms & Dads Lakukan

Berikut ini 3 hal umum kesalahan penggunaan car seat beserta solusinya.

1. Pengikat Terlalu Longgar

1 Pengikat Terlalu Longgar.jpg
Foto: 1 Pengikat Terlalu Longgar.jpg

Foto: Al Soot – Unsplash.com

Salah satu kesalahan penggunaan car seat adalah tali pengaman yang terlalu longgar.

“Jika setelah Anda memperketat anak ke car seat, namun kain tali pengamannya masih bisa tercubit di antara jari, maka itu terlalu longgar,” ungkap Direktur Eksekutif SafetyBeltSafe U.S.A., Torrance, California, Stephanie Tombrello, seperti dikutip dari parents.com.

Hal yang seringkali membuat pengikat melonggar adalah ketebalan pakaian bayi. Jika kebetulan bayi menggunakan jaket tebal menggembung (biasa digunakan untuk musim dingin), tubuh bayi dapat terbentur dengan tali pengaman yang seharusnya menopang tubuh bayi saat mobil berhenti mendadak.

Baca Juga: 9 Kesalahan Menggunakan Car Seat

2. Bayi Menghadap Depan

2 Bayi Menghadap Depan.jpg
Foto: 2 Bayi Menghadap Depan.jpg

Foto: babyandchild.ae

Berdasarkan himbauan AAP, anak-anak yang menggunakan car seat harus menghadap ke belakang selama mungkin, hingga mencapai batas aman car seat.

Ini berarti untuk anak di bawah dua tahun dan sebagain besar anak hingga empat tahun. Biasanya batas aman car seat dilihat berdasarkan tinggi dan berat badan anak (baca buku manual car seat untuk detail berat dan tinggi maksimal pengguna car seat).

Kesalahan penggunaan car seat ini dapat berakibat fatal jika terjadi kecelakaan berkendara. Tulang yang melindungi saraf tulang belakang bayi masih belum terbentuk sempurna.

Sehingga dengan bayi duduk menghadap belakang, bagian belakang tubuh bayi (bagian paling kuat dari tubuhnya) dapat menyerap lebih baik besarnya kekuatan saat terjadi kecelakan.

Jika bayi menghadap ke depan, kepala bayi yang relatif berat, dapat melontarkannya ke depan, sehingga menyebabkan tulang belakang yang belum berkembang baik untuk mengekspos sumsum tulang belakang. Hal ini dapat meningkatkan risiko kelumpuhan atau kematian.

Baca Juga: Fatal Akibatnya, Ini Alasan Bayi Cuma Boleh Menggunakan Car Seat Paling Lama 2 Jam!

2. Salah Sudut

3 Salah Sudut.jpg
Foto: 3 Salah Sudut.jpg

Foto: freepik.com

Sudut penempatan pun juga merupakan salah satu kesalahan penggunaan car seat. Cek buku manual untuk mengetahui sudut penempatan serta bagian sisi mobil yang disesuaikan dengan car seat.

“Jika car seat terlalu tegak, kepala bayi dapat terjatuh ke depan. Ini tidaklah baik, karena dapat menghambat saluran napas bayi,” ungkap Dokter anak sekaligus anggota AAP, Dr. Ben Hoffman, seperti dikutip dari usatoday.com.

Sebaliknya, jika sudutnya terlalu menurun, car seat mungkin tidak cukup dapat melindungi bayi saat kecelakaan terjadi.

Baca Juga: Penting Untuk Diikuti! 4 Aturan Keselamatan Pemakaian Car Seat Untuk Balita

Cek kembali buku manual untuk menghindari kesalahan penggunaan car seat di atas. Karena keamanan dan kenyamanan bayi merupakan salah satu hal penting saat berkendara.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.