Pasca Melahirkan

26 Oktober 2021

Infeksi Puerperalis, Infeksi Bakteri di Rahim setelah Melahirkan

Infeksi ini menjadi salah satu penyebab kematian ibu setelah melahirkan
placeholder

Foto: freepik.com/wavebreakmedia_micro

placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms, kehamilan memang memiliki banyak risiko. Bahkan setelah melahirkan, risiko terkena penyakit pun tetap ada. Salah satunya adalah infeksi puerperalis.

Apa sebenarnya infeksi puerperalis? Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Infeksi Puerperalis?

Ilustrasi melahirkan

Foto: Orami Photo Stock

Infeksi puerperalis adalah infeksi nifas yang terjadi ketika bakteri menginfeksi rahim dan daerah sekitarnya setelah seorang wanita melahirkan. Menurut Healthline, hal ini juga dikenal sebagai infeksi postpartum.

World Health Organization (WHO) memperkirakan infeksi puerperalis menyumbang 15% dari 500.000 kematian ibu setiap tahunnya.

Di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, infeksi puerperalis adalah penyebab utama keenam beban penyakit pada wanita selama tahun-tahun reproduksi mereka.

Baca Juga: 6 Jenis Infeksi Mata Umum Pada Kehamilan: Gejala, Pengobatan, dan Perawatan

Gejala Infeksi Puerperalis

Ilustrasi melahirkan

Foto: Orami Photo Stock

Infeksi puerperalis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama, dibuktikan dengan tingginya angka kesakitan dan kematian pada ibu. Lalu, apa saja gejala infeksi puerperalis yang perlu Moms ketahui?

  • Demam
  • Nyeri di perut bagian bawah atau panggul yang disebabkan oleh rahim yang bengkak
  • Keputihan berbau busuk
  • Kulit pucat, yang bisa menjadi tanda kehilangan banyak darah
  • Panas dingin
  • Perasaan tidak nyaman atau sakit
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Peningkatan denyut jantung
  • menggigil dan merasa tidak sehat secara umum
  • sakit perut bagian bawah
  • Pendarahan dari vagina (kehilangan darah mungkin banyak selama beberapa hari pertama tetapi secara bertahap akan berkurang)
  • Pusing dan pingsan.

Gejala mungkin membutuhkan waktu beberapa hari untuk muncul. Terkadang infeksi mungkin tidak terlihat sampai Moms meninggalkan rumah sakit. Penting untuk mencari tanda-tanda infeksi bahkan setelah Moms dipulangkan ke rumah.

Penyebab Infeksi Puerperalis

Ilustrasi melahirkan

Foto: Orami Photo Stock

Lalu apa saja penyebab infeksi puerperalis:

1. Flora Kulit

Flora kulit seperti Streptococcus, Staphylococcus dan bakteri lain dapat menyebabkan infeksi masa nifas. Bakteri-bakteri ini tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan hangat.

2. Bakteri E.Coli

Bakteri lain yang bisa menjadi penyebab infeksi puerperalis yakni Escheria coli atau E. coli. Bakteri ini seringnya berasa dari kandung kemih atau rektum. Infeksi E. coli dapat menimbulkan masalah di area perineum, vulva dan endometrium.

Infeksi postpartum sering dimulai di dalam rahim setelah melahirkan. Rahim dapat terinfeksi jika kantung ketuban terinfeksi. Kantung ketuban merupakan selaput yang berisi janin.

Baca Juga: Baby Blues dan Postpartum Depression, Apa Bedanya?

3. Kebersihan

Pada dasarnya, infeksi setelah melahirkan dapat terjadi karena beberapa hal teknik, misalnya alat-alat medis tidak steril, infeksi dari nosocomial rumah sakit serta infeksi pada bekas luka operasi caesar. Kebersihan yang tidak terjaga menjadi faktor utama penyebab infeksi puerperalis.

4. Riwayat Kesehatan

Selain itu, beberapa kondisi berikut ini juga dapat meningkatkan penyebab infeksi puerperalis seperti anemia, obesitas, vaginosis bacterial, infeksi menular seksual, persalinan yang lama, memiliki sisa plasenta di dalam setelah melahirkan, dan perdarahan berlebihan.

Dari beberapa faktor di atas, anemia dan obesitas mungkin menjadi dua hal yang membingungkan sebagai penyebab infeksi puerperalis.

Baca Juga: Perlukah Waspada Terhadap Bahaya Postpartum Psychosis?

Risiko Infeksi Puerperalis

Ilustrasi melahirkan

Foto: Orami Photo Stock

Risiko Moms terkena melahirkan berbeda tergantung pada metode yang digunakan untuk melahirkan bayi Anda. Risiko infeksi puerperalis dilansir dari merchmanual, yaitu:

  • 1 hingga 3 persen dalam persalinan normal pervaginam
  • 5 hingga 15 persen dalam persalinan sesar terjadwal yang dilakukan sebelum persalinan dimulai
  • 15 hingga 20 persen dalam persalinan sesar yang tidak terjadwal yang dilakukan setelah persalinan dimulai

Baca Juga: Masa Nifas Setelah Melahirkan Tidak Berhenti Usai 2 Bulan, Ketahui Penyebabnya

Diagnosis Infeksi Puerperalis

Ilustrasi persalinan

Foto: Orami Photo Stock

Infeksi puerperalis dapat didiagnosis terutama berdasarkan hasil pemeriksaan fisik. Kadang-kadang infeksi didiagnosis ketika wanita mengalami demam selama 24 jam setelah melahirkan dan tidak ada penyebab lain yang diidentifikasi.

Biasanya, dokter mengambil sampel urine untuk diperiksa, dianalisis (urinalisis), dan mengirimkannya untuk dibiakkan dan diperiksa bakterinya. Tes urine dapat membantu mengidentifikasi infeksi saluran kemih.

Tes lain jarang diperlukan tetapi mungkin termasuk kultur sampel jaringan yang diambil dari lapisan rahim dan tes pencitraan, biasanya computed tomography, dari perut.

Cara Mengobati Infeksi Puerperalis

Persalinan

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengobati infeksi puerperalis tergantung dari mikroogranisme atau bakteri yang bertanggung jawab. Berikut ini caranya:

  • Pilih antibiotik untuk bakteri aerobik yang paling umum
  • Antibiotik yang efektif melawan bakteri fragilis dan satu untuk bakteri aerobic, semisal klindamisin dan aminoglikosida
  • Antibiotik nontoksik yang aktif melawan sebagian besar organisme aerobik dan anaerobik, seperti doksisiklin atau cefoxitin.

Contoh infeksi yang baru-baru ini dijelaskan adalah infeksi blok pudendal-paraserviks, sering ditandai dengan nyeri pinggul yang parah. Hal ini terkait dengan bakteri vagina, biasanya rumit oleh abses bahkan dengan cakupan antibiotik, dan dapat berakhir dengan paraplegia atau sepsis yang fatal.

Baca Juga: Mengenal Psikosis Postpartum, Kondisi Ibu Baru yang Lebih Berbahaya dari Depresi Pascamelahirkan

Cara Mencegah Infeksi Puerperalis

persalinan3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kondisi yang tidak sehat dapat menyebabkan infeksi. Infeksi puerperalis lebih sering terjadi di tempat-tempat dengan praktik tidak higienis atau layanan kesehatan berkualitas buruk.

Studi dalam review in obstetrics and gynecology telah menunjukkan bahwa tindakan pencegahan berikut dapat mengurangi peluang Moms terkena infeksi puerperalis pascapersalinan dengan:

  • mandi antiseptik pada pagi hari operasi
  • menghilangkan rambut kemaluan dengan gunting daripada pisau cukur
  • menggunakan klorheksidin-alkohol untuk mempersiapkan kulit
  • minum antibiotik spektrum luas sebelum operasi
  • Banyak rumah sakit sudah memiliki beberapa tindakan ini untuk meminimalkan risiko terkena infeksi

Sepsis nifas merupakan komplikasi potensial dari infeksi puerperalis. Bahkan, bisa dibilang ini adalah salah satu penyebab utama kematian pascapersalinan di dunia. Infeksi nifas dapat menyebabkan kesehatan yang buruk dan pemulihan yang lambat dari melahirkan bayi Anda.

Kemungkinan Moms yang tertular infeksi dapat diturunkan dengan mengambil langkah-langkah untuk memastikan persalinan bersih. Jika Moms terkena infeksi, kemungkinan besar dengan perhatian medis secara awal dapat membantu mengobati infeksi puerperalis.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3410505/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/7004691/
  • https://www.webmd.com/parenting/baby/features/postpartum-problems
  • https://emedicine.medscape.com/article/796892-overview#a7
  • https://www.healthline.com/health/puerperal-infection#treatment
  • https://www.merckmanuals.com/home/women-s-health-issues/postdelivery-period/postpartum-infections-of-the-uterus
  • https://patient.info/doctor/puerperal-pyrexia
  • https://www.journalijdr.com/puerperal-infection-literature-review
  • https://www.hse.ie/eng/services/list/2/gp/antibiotic-prescribing/conditions-and-treatments/pregnancy-infections/
  • https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/186171/9789241549363_eng.pdf?sequence=1
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait