Program Hamil

29 April 2019

Ini Pengaruh Suami Prediabetes pada Program Hamil

Bisa jadi ini yang membuat program hamil belum berhasil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tahukah Moms? Ternyata kondisi diabetes maupun prediabetes dapat memengaruhi kesuburan seseorang, bahkan menjadi penyebab program hamil belum berhasil.

Dikutip dari situs web Everyday Health, sebuah studi yang diterbitkan di jurnal medis BJU International pada 2018 menemukan potensi hubungan antara kesuburan pria dengan prediabetes yang belum terdiagnosis.

Bisa jadi, kondisi itulah penyebab program hamil belum berhasil. Dads yang sedang menjalani program hamil disarankan untuk melakukan tes glukosa darah untuk mengetahui apakah dirinya memiliki kondisi prediabetes.

Prediabetes adalah kondisi kadar gula darah (puasa) di atas batas normal (antara 100 hingga 125 mg/dL), namun belum setinggi tingkat yang dikategorikan diabetes tipe 1 atau 2.

Kadar gula darah yang di atas ambang normal tersebut mengindikasikan bahwa tubuh tidak menggunakan pasokan insulin secara efisien.

Baca Juga: Selain IVF, Ini Dia 5 Cara Hamil Buat Penderita PCOS

Kondisi Prediabetes Memicu Gangguan Hormon

s a r a h s h a r p 973519 unsplash

Foto: pixabay.com

Luca Boeri, M.D., pemimpin studi tersebut mengatakan bahwa ia dan timnya lakukan menemukan, untuk pertama kalinya, kaitan negatif antara status prediabetes dan gangguan hormon, metabolik, dan profil mani pria infertil.

Dr Boeri yang bekerja di divisi onkologi eksperimental, unit urologi di University of Milan melanjutkan, secara khusus, gangguan metabolisme insulin dan glukosa, bersama dengan stres oksidatif khas prediabetes telah terbukti menyebabkan modifikasi dalam metabolisme testis.

Dalam studi tersebut, tim peneliti mengamati para pria yang belum berhasil menghamili pasangannya walaupun mereka telah melakukan hubungan seks tanpa perlindungan selama lebih dari 12 bulan.

Dari 744 responden pria, sebanyak 15,4 persen di antaranya memiliki kadar gula darah puasa yang termasuk dalam rentang kategori prediabetes.

Kelompok pria tersebut juga memiliki masalah hiperinsulinemia (gangguan akibat tingginya kadar insulin dalam aliran darah dibandingkan dengan kadar gula darah).

Prediabetes dan hiperinsulinemia kerap dihubungkan dengan status androgen rendah dan sejumlah kondisi medis, seperti polycystic ovary syndrome (PCOS) pada perempuan, dan disfungsi ereksi serta kebotakan pada pria.

Pria dengan prediabetes yang mengalami masalah kesuburan adalah mereka yang berusia matang, memiliki kadar hormon follicle-stimulating hormone (FSH) rendah, dan memiliki salah satu masalah seperti kepadatan sperma rendah, jumlah sperma sedikit, dan pergerakan sperma tidak bagus.

Baca Juga: Mengenal Proses Pembekuan Sel Telur, Pilihan Bagi Moms yang Ingin Menunda Kehamilan

Wajib Benahi Pola Makan

matthew lejune 716134 unsplash

Foto: unsplash.com

Studi tersebut memang tidak membuktikan secara absolut bahwa kenaikan kadar insulin adalah penyebab infertilitas. Namun, setidaknya pria dengan prediabetes dapat mulai membenahi pola makan mereka untuk menurunkan kadar gula darah hingga kembali normal dan menghindarkan dirinya dari diabetes tipe 2.

Langkah ini penting agar program hamil dengan suami prediabetes dapat memiliki peluang keberhasilan yang lebih besar.

Menurut dr Boeri, bila prediabetes tidak diatasi, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2. Penyakit ini juga dapat memengaruhi kesuburan pria, seperti kualitas sperma secara keseluruhan, penggabungan DNA, menurunnya motilitas dan konsentrasi sperma, serta penurunan volume mani.

Nah, ternyata memang benar ya Moms. Kondisi prediabetes yang diderita suami bisa berpengaruh pada keberhasilan program hamil. Yyuk tunggu apa lagi, segera akan Dads untuk lakukan pemeriksaan.

(AN/AND)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait