21 Mei 2020

Ini Tanda Tahi Lalat Balita Harus Diperiksakan ke Dokter

Tahi lalat bisa jadi tanda kanker kulit melanoma

Tahi lalat baru muncul di masa kanak-kanak dan remaja. Biasanya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, ada beberapa tanda tahi lalat balita menunjukkan melanoma.

Seiring anak tumbuh, tahi lalat juga akan membesar secara alami. Tahi lalat di kulit Si Kecil juga bisa menggelap atau menjadi lebih terang warnanya, bahkan memudar.

Perubahan ini wajar dan jarang menjadi tanda melanoma, sejenis kanker kulit yang bisa berawal dari tahi lalat.

Apa Itu Melanoma?

melanoma, tanda tahi lalat balita.jpg
Foto: melanoma, tanda tahi lalat balita.jpg

Foto: kokinhealthcenter.com

Melanoma adalah sejenis kanker yang berawal di melanosit, sel di lapisan teratas kulit alias epidermis. Melanosit memproduksi melanin, pigmen yang menentukan warna kulit.

Pada laki-laki, melanoma paling sering muncul di badan, kepala, dan leher, sedangkan pada perempuan tampak di tungkai bagian bawah juga selain di bagian-bagian tubuh tadi.

Melanoma juga bisa berkembang di bagian tubuh lain seperti mata, mulut, kelamin, dan anus. Namun, penyakit ini jarang terjadi pada balita, termasuk di Indonesia.

Bagaimanapun juga, ada beberapa tanda tahi lalat balita harus diperiksakan ke dokter kulit. Jika diketahui sejak dini, melanoma dapat disembuhkan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menghilangkan Tahi Lalat?

Tanda Tahi Lalat Balita adalah Melanoma

Spitz Nevus, tanda tahi lalat balita.jpg
Foto: Spitz Nevus, tanda tahi lalat balita.jpg

Foto: WIYDx

Melanoma seringkali berawal sebagai tahi lalat atau benjolan di kulit. Ingat rumus ABCDE ala KidsHealth ini saat mengecek tahi lalat:

  • A (asymmetry/asimetris): apakah sisi kiri dan kanan tahi lalat berbeda?
  • B (border/pinggiran): apakah pinggirannya samar dan tidak jelas? Apakah tahi lalat tampak seperti melebar ke samping?
  • C (color/warna): apakah tahi lalat tampak lebih gelap atau terang dari biasanya, atau apakah ada area warna baru, misalnya hitam, biru, ungu, merah, atau putih?
  • D (diameter): apakah ukuran tahi lalat lebih besar daripada penghapus di ujung pensil
  • E (evolving/berubah): apakah ada perubahan ukuran, bentuk, warna, atau tinggi tahi lalat?

Baca Juga: Tahi Lalat pada Bayi, Apakah Berbahaya?

American Academy of Dermatology Association memberikan cara yang lebih mendetail untuk mengecek tahi lalat Si Kecil sebelum memutuskan pergi ke ahli dermatologi:

1. Tahi Lalat Berubah

Tahi lalat mengkhawatirkan jika tumbuh atau berubah dengan cepat. Begitu pula jika perubahannya membuat tahi lalat tersebut berbeda dengan tahi lalat Si Kecil yang lain. Dokter menyebutnya “ugly ducklings” atau “si itik buruk rupa”. Perubahan ini bisa jadi tanda melanoma, Moms.

2. Tahi Lalat Timbul, Memiliki Pinggiran Bergerigi, atau Ada Warna yang Berbeda

Tahi lalat yang timbul, bulat, serta berwarna pink, merah, cokelat muda, atau cokelat bisa jadi adalah Spitz nevus. Jenis tahi lalat ini tidak berbahaya dan biasanya muncul di usia 10-20 tahun, meski kadang-kadang ada anak yang terlahir dengan Spitz nevus. Bagian yang timbul bisa jadi halus atau kasar.

Meski Spitz nevus tidak berbahaya, tampilannya bisa sangat mirip melanoma, jenis kanker kulit yang paling serius, bahkan saat dilihat dengan mikroskop. Spitz nevus dan melanoma bisa pecah, berdarah, dan memiliki lebih dari satu warna. Namun, tahi lalat tersebut juga bisa hilang sendiri.

Baca Juga: Ini Tanda Tahi Lalat Balita Harus Diperiksakan ke Dokter

3. Tahi Lalat Mengeluarkan Darah

Tahi lalat bisa pecah dan berdarah karena terkena sesuatu. Namun, jika tahi lalat berdarah tanpa alasan, Moms harus memeriksakannya ke dokter. Tahi lalat yang berbentuk seperti luka terbuka juga bisa jadi tanda melanoma.

4. Tahi Lalat Banyak

Tahi lalat yang bermunculan di masa kanak-kanak dan remaja wajarnya akan berjumlah sekitar 12-20 buah saat dewasa. Jika Si Kecil sudah memiliki lebih dari 50 tahi lalat, Moms perlu memeriksakannya ke dokter kulit.

Beberapa anak yang memiliki banyak tahi lalat menderita melanoma sejak dini. Sebuah studi di Australia menemukan bahwa lebih dari setengah pasien melanoma berusia 15-19 tahun memiliki setidaknya 100 tahi lalat.

5. Tahi Lalat Besar

Kebanyakan tahi lalat berbentuk bundar atau oval dan lebih kecil dibanding penghapus di ujung pensil.

Namun, beberapa anak memiliki tahi lalat besar, bahkan bisa berdiameter lebih dari 18 cm atau sampai menyelimuti bagian tubuh Si Kecil. Biasanya tahi lalat ini bawaan atau muncul saat Si Kecil baru lahir.

Baca Juga: Tahi Lalat Terasa Mengganggu? Ini Cara Menghilangkannya, Moms!

Memiliki tahi lalat besar meningkatkan risiko Si Kecil mengalami melanoma dan masalah kesehatan lain. Risiko ini lebih besar saat anak masih kecil.

Lebih dari setengah kasus melanoma yang berkembang di tahi lalat besar didiagnosis pada usia 10 tahun.

Apakah ada tanda tahi lalat balita seperti di atas pada kulit Si Kecil? Jika iya, segera periksakan ke dokter, ya, Moms, agar bisa ditangani sejak dini.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.