3-12 bulan

8 Juli 2020

Tahi Lalat pada Bayi, Apakah Berbahaya?

Hanya dua persen kemungkinan tahi lalat berubah menjadi berbahaya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Tidak hanya orang dewasa, tetapi tahi lalat juga dapat terbentuk pada kulit bayi. Tahi lalat sering terjadi pada bayi dan anak-anak dan umumnya tidak berbahaya.

Mengutip KidsHealth.ca, tahi lalat atau nevus, adalah kondisi kulit sangat umum yang terjadi ketika sel-sel warna kulit (melanosit) terbentuk di bawah permukaan kulit.

Tahi lalat punya variasi ukuran, warna, dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Biasanya tahi lalat berbentuk bulat, tetapi bisa juga oval atau bergerigi. Warnanya berkisar dari merah muda, cokelat muda, cokelat gelap atau hitam.

Apakah Tahi Lalat pada Bayi Berbahaya?

tahi lalat bayi-1.jpg

Foto: babycentre.co.uk

Sebagian besar tahi lalat terjadi pada bagian tubuh yang terpapar matahari (radiasi ultraviolet), dan jumlah tahi lalat yang dimiliki seseorang dapat meningkat setelah waktu yang lama di bawah sinar matahari.

Tahi lalat biasanya mulai terjadi di masa kecil. Umumnya, tahi lalat ini disebut acquired melanocytic nevi.

Mengutip Indian Journal of Dermatology, jenis tahi lalat ini dapat berkembang sejak lahir. Tahi lalat ini umum terjadi pada orang kulit putih, dan umum pada kulit Asia/Hispanik.

Kadang-kadang, tahi lalat juga terbentuk pada bayi baru lahir atau berkembang selama masa bayi. Tahi lalat pada bayi ini, disebut congenital melanocytic naevi, tampak seperti tanda lahir, dan kondisi kulit ini hampir selalu jinak.

Mengutip situs Ikatan Dokter Anak Indonesia, ukuran tahi lalat pada bayi sangat beragam, mulai dari 1,5 cm hingga 20 cm. Lambat laun tahi lalat ini akan memudar dan mengecil, tetapi ada juga yang membesar dan berbulu dan butuh penanganan segera.

Baca Juga: Ketahui 4 Tanda Kulit Bayi Sensitif Berikut Ini

Ciri-ciri Tahi Lalat pada Bayi yang Berbahaya

tahi lalat bayi-2.jpg

Foto: todaysparent.com

Menurut American Academy of Dermatology, adanya tahi lalat pada bayi umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Saat anak besar, tahi lalat secara alami akan menjadi lebih besar dan mungkin berwarna gelap atau cerah. Kondisi ini normal terjadi.

Tetapi, jika tahi lalat pada kulit Si Kecil mengalami perubahan dengan gejala di bawah ini, bisa jadi merupakan tanda awal melanoma, sehingga butuh berkonsultasi ke dokter.

"Peluang tahi lalat kecil yang berubah menjadi kanker kulit relatif kecil, kemungkinannya kurang dari dua persen," kata Nanette Silverberg, M.D., direktur dermatologi anak dan remaja di Rumah Sakit Mount Sinai, New York City, mengutip Parents.com.

Berikut ini beberapa tanda tahi lalat pada bayi perlu diperiksa ke dokter.

Baca Juga: Ketahui 5 Penyebab Kulit Kering pada Bayi

1. Tahi Lalat Berubah dengan Cepat

Jika tahi lalat tumbuh atau berubah dengan cepat, ini bisa mengkhawatirkan. Moms perlu memeriksakan Si Kecil ke dokter jika perubahan tahi lalat tersebut terlihat berbeda dari tahi lalat di bagian kulit tubuh lainnya.

2. Bentuk Tahi Lalat yang Tidak "Normal"

Jika Moms melihat adanya tahi lalat pada bayi berbentuk bundar, berwarna merah muda, merah, cokelat gelap, atau cokelat, dan memiliki benjolan, kemungkinan itu adalah Spitz nevus.

Spitz nevus adalah tahi lalat yang tidak berbahaya yang biasanya muncul antara usia 10 dan 20 tahun. Seorang anak juga bisa dilahirkan dengan jenis tahi lalat ini.

Walaupun Spitz nevus tidak berbahaya, kondisi kulit ini bisa sangat mirip dengan melanoma, jenis kanker kulit paling serius. Melanoma bisa berdarah, pecah, atau berbentuk kubah.

Karena Spit nevus dan melanoma sulit dibedakan, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter jika Si Kecil memiliki benjolan ini.

3. Tahi Lalat Berdarah

Jika tahi lalat pada bayi berdarah tanpa alasan, maka harus diperiksakan ke dokter. Tahi lalat yang terlihat seperti luka terbuka juga bisa mengkhawatirkan. Perdarahan atau kerusakan pada kulit bisa menjadi tanda melanoma.

4. Tahi Lalat yang Terlalu Banyak

Normal bagi seorang anak atau remaja untuk mendapatkan tahi lalat baru. Pada saat anak menjadi dewasa, biasanya bisa memiliki sekitar 12 hingga 20 tahi lalat.

Namun, jika Si Kecil memiliki lebih dari 50 tahi lalat, maka ia harus diperiksa oleh dokter kulit. Beberapa anak dengan banyak tahi lalat cenderung memiliki melanoma lebih awal.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menghilangkan Tahi Lalat?

5. Tahi Lalat Berukuran Besar

Sebagian besar tahi lalat memiliki bintik-bintik bulat (atau oval) yang lebih kecil. Beberapa anak bisa mendapatkan tahi lalat yang lebih besar dengan diameter sekitar 17 cm.

Tetapi, memiliki tahi lalat besar atau raksasa meningkatkan risiko Si Kecil terkena melanoma dan masalah kesehatan lainnya. Lebih dari setengah melanoma dari tahi lalat raksasa didiagnosis pada usia 10 tahun.

Bila tahi lalat bayi mengalami kondisi seperti di atas, segera periksakan ke dokter ya, Moms!

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait