Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
25 Oktober 2022

Pahami Jumlah Rakaat Salat Tarawih Beserta Witir, Lebih Baik 11 atau 23 Rakaat?

Simak penjelasan mengenai perbedaan jumlah rakaat dalam pelaksanaan salat tarawih
Pahami Jumlah Rakaat Salat Tarawih Beserta Witir, Lebih Baik 11 atau 23 Rakaat?

Foto: Orami Photo Stocks

Moms, tentu familiar dengan ibadah salat sunah tarawih yang dilakukan umat muslim saat bulan Ramadan tiba. Adapun ada perbedaan jumlah rakaat salat tarawih ketika dilaksanakan.

Ada yang melaksanakan sebanyak 11 rakaat termasuk di dalamnya salat witir. Ada juga yang melaksanakan sebanyak 23 rakaat termasuk witir.

Untuk jelasnya simak pembahasan berikut ini.

Baca Juga: Memahami Surat Al Maidah Ayat 6 Beserta Tafsirnya

Salat Sunah Tarawih

Jumlah rakaat salat tarawih

Foto: Jumlah rakaat salat tarawih (Freepik.com/rawpixel-com)

Mengutip laman Bekal Islam, tarawih berarti istirahat. Istilah ini digunakan oleh para salaf, generasi awal umat Islam, setiap selesai empat rakaat salat malam yang panjang mereka beristirahat.

Kumpulan-kumpulan istirahat melaksanakan salat malam di bulan Ramadan inilah yang kemudian disebut dengan tarawih, sehingga shalatnya disebut salat tarawih.

Ulama Hanafiyah, Hanabilah, dan Malikiyyah sepakat bahwa hukum salat tarawih adalah sunah mu’akkad (sangat dianjurkan).

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata,

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ، فَيَقُولُ: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam memberikan motivasi untuk mengerjakan shalat pada malam Ramadan tanpa mewajibkannya kepada para sahabat.

Beliau bersabda, “Barang siapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” (HR. Muslim No. 759).

Mengerjakannya disunnahkan secara berjamaah sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin Al Khattab dan para sahabat.

Ibadah salat tarawih bertujuan untuk menghidupkan malam-malam di bulan Ramadan.

Baca Juga: Kandungan Surat Al Anfal Ayat 27 tentang Menunaikan Amanah dan Larangan Berkhianat

Jumlah Rakaat Salat Tarawih

Orang Salat di Masjid

Foto: Orang Salat di Masjid (Unsplash.com/Rifky Nur Setyadi)

Moms mungkin tidak asing lagi dengan perbedaan jumlah rakaat salat tarawih pada pelaksanaannya di bulan Ramadan.

Ada yang melaksanakan 8 rakaat yang dilanjutkan dengan witir 3 rakaat sehingga menjadi 11 rakaat.

Ada juga yang melaksanakan 20 rakaat yang dilanjutkan oleh witir 3 rakaat sehingga jumlah pelaksanaannya menjadi 23 rakaat.

Perbedaan pendapat ini tak lain bagaimana ulama menyikapi atsar Umar bin Khattab.

Tidak ada batasan jumlah rakaat dalam salat tarawih sebagaimana jawaban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya,

"Salat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika salah seorang di antara kalian takut masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah satu rakaat.

Dengan itu berarti kalian menutup salat tadi dengan witir,” (HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749, dari Ibnu ‘Umar).

Tarawih termasuk dalam kategori salat malam, dimana dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadan.

Jika salat malam itu ada batasannya, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjelaskannya.

Baca Juga: Surat Al Maidah Ayat 1: Bacaan, Arti dan Penjelasan Tafsir tentang Hewan Ternak yang Halal

Jumlah Rakaat Salat Tarawih Menurut 4 Madzhab

Muslim sedang salat

Foto: Muslim sedang salat (Freepik.com/rawpixel-com)

Para ulama berbeda pendapat mengenai penafsiran hadis terkait jumlah rakaat salat tarawih termasuk 4 Imam mazhab. Berikut pendapat mereka terkait jumlah rakaat tarawih:

1. Imam Abu Hanifah

Al-Iraqi dalam kitabnya Tharhu at-Tatsrib menukil pendapat Abu Hanifah,

وقال أبو حنيفة الأفضل أن يصلي أربعا أربعا وإن شاء ركعتين وإن شاء ستا وإن شاء ثمانيا وتكره الزيادة على ذلك

"Abu Hanifah mengatakan, yang afdhal shalatnya dikerjakan 4 rakaat-4 rakaat.

Jika dia mau, boleh 2 rakaat. Jika dia mau, boleh 6 rakaat, dan jika dia mau, boleh 8 rakaat salam. Dan makruh lebih dari itu," (Tharhu at-Tatsrib, 3/74).

2. Imam Malik

Mengutip Ibnu Abdil Barr, terkenal sebagai penganut mazhab Malik bin Abbas, berkata:

وأكثر الآثار على أن صلاته كانت إحدى عشرة ركعة وقد روي ثلاث عشرة ركعة. واحتج العلماء على أن صلاة الليل ليس فيها حد محدود والصلاة خير موضوع فمن شاء استقل ومن شاء استكثر.

"Kebanyakan atsar menunjukkan bahwa salat beliau adalah 11 rakaat, dan diriwayatkan bahwa 13 rakaat.

Para ulama berdalil bahwa salat lail tidak ada batasnya, dan salat adalah ibadah terbaik, siapa yang berkehendak silahkan menyedikitkan rakaat, dan siapa yang berkehendak maka silahkan memperbanyak rakaat.”

Tak ada batasan dalam salat malam termasuk dalam pelaksanaan salat tarawih, boleh dilaksanakan 11 rakaat atau lebih.

3. Imam Syafi'i

Mengutip penjabaran ustadz Firanda di laman Bekal Islam, Az-Za’farani meriwayatkan dari As-Syafi’i:

“Aku lihat orang-orang di Madinah mengerjakan shalat 39 rakaat. Yang lebih aku suka adalah 20. Begitu pula yang dikerjakan di Makkah.

Tidak ada dalam hal ini batas akhirnya, jika mereka perbanyak ruku’ dan sujud maka lebih baik”.

4. Imam Ahmad

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

وَالتَّرَاوِيحُ إنْ صَلَّاهَا كَمَذْهَبِ أَبِي حَنِيفَةَ، وَالشَّافِعِيِّ، وَأَحْمَدَ: عِشْرِينَ رَكْعَةً أَوْ: كَمَذْهَبِ مَالِكٍ سِتًّا وَثَلَاثِينَ، أَوْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ، أَوْ إحْدَى عَشْرَةَ فَقَدْ أَحْسَنَ.كَمَا نَصَّ عَلَيْهِ الْإِمَامُ أَحْمَدُ لِعَدَمِ التَّوْقِيفِ فَيَكُونُ تَكْثِيرُ الرَّكَعَاتِ وَتَقْلِيلُهَا بِحَسَبِ طُولِ الْقِيَامِ وَقِصَرِهِ

“Salat tarawih jika dikerjakan sesuai mazhab Abu Hanifah, Syafi’i, dan Ahmad adalah 20 rakaat, atau sesuai madzhab Malik 36 rakaat, atau 13, atau 11 maka itu baik.

Seperti dikatakan oleh Imam Ahmad, karena tidak ada penentuan batas akhir, sehingga memperbanyak jumlah rakaat dan mempersedikit dilakukan tergantung panjang atau pendeknya berdiri."

Baca Juga: Jadwal Puasa Sunah Bulan Oktober 2022, Yuk Amalkan!

Jumlah Rakaat Salat Tarawih dan Witir yang Lebih Baik

Orang Salat

Foto: Orang Salat (Pexels.com/Monstera)

Salat witir adalah salat sunah yang bilangan rakaatnya ganjil, yaitu minimal 1 rakaat dan maksimal 11 rakaat.

Salat witir merupakan sebagai salat penutup, sebagaimana Abdullah bin Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

"Jadikanlah akhir salat kalian di malam hari adalah salat witir," (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751).
Dalam pelaksanaan salat tarawih umumnya melaksanakan salat witir 3 rakaat.

Dengan jumlah 8 rakaat mengerjakan tarawih dan 3 rakaat witir sehingga 11 rakaat. Begitu juga 23 rakaat sudah termasuk 3 rakaat witir.

Baca Juga: Tafsir Al Araf 172 tentang Fitrah Ketuhanan Manusia, Amalkan Agar Terhindar dari Kemusyrikan

Perbedaan tersebut tidak masalah, namun yang terbaik adalah yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun berdirinya agak lama.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ طُولُ الْقُنُوتِ

“Sebaik-baik salat adalah yang lama berdirinya,” (HR. Muslim no. 756).

Berapa pun jumlah rakaat shalat tarawih tidak menjadi masalah, karena yang menjadi patokannya adalah durasi salat itu sendiri.

Itulah penjelasan mengenai jumlah rakaat salat tarawih. Semoga menambah wawasan pengetahuan Moms!

  • https://almanhaj.or.id/3150-shalat-tarawih-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-dan-salafush-shalih.html
  • https://bekalislam.firanda.com/10606-hukum-dan-dalil-shalat-tarawih.html#_ftn3
  • https://konsultasisyariah.com/27961-hukum-tarawih-4-4-3.html
  • https://bekalislam.firanda.com/10610-jumlah-rakaat-shalat-tarawih.html

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.