30 September 2021

Yuk, Cari Tahu Kalori Kol dan Cara Mengolahnya Sebelum Dimakan!

Sudah tahukah kalori kol yang biasa Moms makan sehari-hari?

Banyak orang menghitung kalori tiap makanan yang dikonsumsi saat sedang diet. Jika hari ini menu makan Moms adalah kol, yuk cari tahu berapa kalori kol!

Cari tahu juga kandungan gizi lain di dalam kol dalam ulasan berikut ini.

Berapa Kalori Kol?

kol ungu.jpg
Foto: kol ungu.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kol atau kubis adalah makanan yang biasanya dikonsumsi untuk diolah menjadi masakan tertentu.

Bakwan, tumis kol, hingga kol goreng jadi olahan yang mungkin sering Moms konsumsi.

Nah, agar tak bertanya-tanya lagi, berikut ini kalori kol beserta kandungan gizi lain di dalamnya.

Dilansir dari laman Fat Secret Indonesia, dalam 100 gram kol, berikut kalori dan kandungan gizinya:

  • Kalori: 24 kal
  • Lemak: 0,12 gr
  • Karbohidrat: 5,58 gr
  • Protein: 1,44 gr
  • Lemak: 01,2 gr
  • Kolesterol: 0 mg
  • Protein: 1,44 gr
  • Sodium: 18 mg
  • Kalium: 246 mg

Jika dilihat, kalori kol atau kubis mentah dalam 100 gramnya hanya 24 kalori. Ini berarti jika dimakan mentah, kol menjadi sayur yang baik untuk dikonsumsi harian.

Baca Juga: Manfaat Daun Stevia, Pemanis Alami yang Rendah Kalori dan Aman Dikonsumsi

Namun, perlu diingat nih Moms bahwa cara masak sangat memengaruhi kalori di dalam kol.

Kol yang dimakan mentah, direbus, dikukus, atau digoreng tentu memiliki angka kalori yang berbeda.

Manfaat Makan Kol

kalori kol
Foto: kalori kol (www.workingmother.com)

Foto: Orami Photo Stock

Apakah Moms termasuk sering menjadikan kol sebagai masakan harian? Jika iya, langkah Moms sudah tepat.

Ini karena kol memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Menurut Food and Drugs Administration, kol juga mengandung folat dan vitamin K.

Lantas, apa saja manfaat makan kol untuk kesehatan?

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Kol adalah sumber serat dan kalium yang baik. Kedua nutrisi ini sangat penting untuk kesehatan jantung.

Melansir dari jurnal Nutrients, serat bantu menurunkan kadar kolesterol. Sementara kalium menurunkan tekanan darah.

Selain itu, kol juga sumber folat yang mana baik untuk menurunkan risiko stroke dan serangan jantung.

2. Mendukung Kesehatan Otak

Academy of Nutrition and Dietetics merekomendasikan kol dan sayuran silangan lainnya untuk membantu mempertahankan fungsi kognitif yang kuat seiring bertambahnya usia.

Pasalnya, daya ingat dan kewaspadaan meningkat sejalan dengan asupan nutrisi yang baik.

Nah, nutrisi dalam kol bantu mengoptimalkan aliran darah ke otak. Untuk itu, konsumsi kol jika ingin ingatan tetap tajam.

3. Menurunkan Risiko Kanker

Kol juga termasuk sayuran yang mengandung sifat antikanker.

Melansir International Journal of Molecular Sciences, 3-5 porsi sayuran silangan (kol, brokoli, kangkung) bantu lindungi tubuh dari beberapa jenis kanker.

Mulai dari kanker prostat, paru-paru, payudara, hingga usus besar. Ini kemungkinan karena senyawa dalam sayuran ini mengaktifkan enzim di hati dan mengikat karsinogen.

Baca Juga: Menghitung Kalori Bebek Goreng vs Ayam Goreng, Mana yang Lebih Sehat?

4. Menjaga Kesehatan Penglihatan

Kol merah atau ungu mengandung polifenol yang tinggi termasuk antosianin.

Antioksidan ini bekerja di seluruh tubuh untuk mencegah kerusakan oksidatif yang berkaitan dengan kebutaan dan disebabkan oleh degenerasi makula.

Selain itu, melansir dari laman National Institute of Health, kol juga sumber lutein dan zeaxanthin yang baik.

Keduanya adalah bentuk vitamin A yang ada di retina dan bantu menangkal kerusakan penglihatan.

5. Mengendalikan Gula Darah

Bagi penderita diabetes, sayuran seperti kol atau kubis sangat baik dikonsumsi.

Ini karena kol adalah sayuran non tepung yang rendah karbohidrat dan tinggi serat. Serat di dalamnya menjaga gula darah tetap stabil.

Cara Mengolah Kol

kalori kol
Foto: kalori kol

Foto: Orami Photo Stock

Bentuknya yang padat dan berlapis-lapis membuat Moms sebaiknya mencucinya dengan benar.

Ini karena dikhawatirkan kol masih mengandung pestisida jika tidak dicuci dengan benar.

Selalu cuci sayur atau buah di bawah air mengalir sebelum dipotong atau dimakan.

Jangan lupa untuk membuang daun terluarnya karen biasanya cenderung kotor.

Jika Moms mengukus atau menumisnya, Moms mungkin mencium aroma yang agak sedikit kuat.

Ini disebabkan karena senyawa belerang dalam kol diaktifkan selama proses pemanasan.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Sayuran Organik untuk Kesehatan Keluarga

Nah,untuk meminimalkan bau, hindari menggunakan peralatan masak berbahan aluminium.

Moms juga bisa menggunakan sedikit lemon untuk mengurangi aroma kuat dari belerangnya.

Nah, jika Moms memiliki kol ungu, potonglah menggunakan pisau berbahan stainless steel.

Ini akan mencegah perubahan warna pada kol. Selain itu, agar kol ungutidak berubah menjadi biru atau abu-abu, masak dengan bahan asam seperti lemon atau cuka.

Kol bisa dikonsumsi mentah sebagai lalapan, diris tipis lalu ditumis, atau dikukus lalu dijadikan pembungkus saat makan daging panggang.

Apa pun olahannya, pastikan tidak makan secara berlebihan ya. Ini karena kol mengandung vitamin K yang cukup tinggi dan bisa berinteraksi dengan obat pengencer darah.

Jika Moms atau Dads diresepkan obat ini, batasi asupan makanan yang tinggi vitamin K seperti kol.

Selain itu, tingginya serat di dalam kol bisa memicu sembelit atau perut kembung jika dikonsumsi terlalu banyak.

Nah sekarang, sudah tahu kan kalori kol yang biasa Moms makan? Yuk, olah dengan cara yang lebih sehat agar kalorinya tetap rendah!

  • https://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/kubis
  • https://www.mdpi.com/2072-6643/11/5/1155
  • https://www.eatright.org/health/wellness/healthy-aging/4-types-of-foods-to-support-memory
  • https://www.mdpi.com/1422-0067/18/10/2050
  • https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminA-HealthProfessional/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb