06 Februari 2020

Kapan Harus Mengonsumsi Obat Kolesterol? Ini Penjelasan Ahli

Obat kolesterol tak bisa sembarang dikonsumsi lho Moms

Moms dan Dads, perubahan gaya hidup biasanya sering kali ditempuh untuk mencegah maupun mengobati kadar kolesterol tinggi dalam tubuh.

Akan tetapi, tak menutup kemungkinan Moms dan Dads tetap dianjurkan untuk mengonsumsi obat kolesterol rutin oleh dokter.

Biasanya, obat kolesterol yang diandalkan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh adalah statin yang direkomendasikan oleh dokter.

Statin bekerja dengan cara menghalangi pembentukan kolesterol di dalam organ hati kemudian mencegah penyumbatan lebih parah pada pembuluh darah.

Dilansir dari healthline.com, Statin dinilai efektif menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol jahat atau low density lipoproteins (LDL), sekaligus meningkatkan kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL).

Baca Juga: Yuk Cari Tahu Penyebab Mata Bintitan!

Waktu Memulai Mengonsumsi Obat Kolesterol

Kolesterol
Foto: Kolesterol (amazonaws.com)

Dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan serta semua faktor yang Moms dan Dads miliki sebelum meresepkan obat kolesterol. Mulai boleh mengonsumsi obat kolesterol apabila kadar kolesterol dalam tubuh sudah tergolong cukup tinggi, sehingga beresiko menimbulkan penyakit komplikasi jika tidak diobati.

Situs kesehatan Mayo Clinic mengatakan, normalnya total kolesterol harus di bawah 200 mg/dL. Sedangkan kolesterol LDL tidak boleh lebih dari angka 130 mg/dL.

Intinya, tidak semua orang bisa dengan mudah mengonsumsi obat kolesterol. Menurut American Heart Association, ada empat orang yang sebaiknya mendapatkan manfaat dari statin. Berikut daftarnya.

Baca Juga: Gampang Dibuat, Ini 6 Masker Wajah Alami untuk Kulit Berminyak

  • Orang dewasa di rentang usia 40-75 tahun dengan kadar kolesterol LDL 70-189 mg/dL. Kelompok ini umumnya tidak memiliki penyakit jantung, tapi berisiko untuk mengalaminya dalam 10 tahun mendatang. Utamanya, bagi orang yang punya penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serta perokok aktif.
  • Orang yang sudah memiliki penyakit jantung dan pembuluh darah, terutama terkait dengan pengerasan atau penyempitan pembuluh darah. Contohnya bagi pengidap serangan jantung, stroke akibat penyumbatan pembuluh darah, dan lain sebagainya.
  • Orang yang telah berusia 21 tahun atau lebih dengan kadar kolesterol LDL sangat tinggi melebihi batas normal, yakni di atas 190 mg/dL.
  • Orang dengan diabetes dan punya kadar kolesterol LDL 70-189 mg/dL. Utamanya, pengidap diabetes terbukti memiliki faktor risiko untuk terserang penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi dan merokok.

Ketua klinik kolesterol di University of Wisconsin School of Medicine and Public Health, Dr Patrick McBride, MPH, mengungkapkan bahwa obat penurun kolesterol statin dapat optimal.

"Obat ini dapat menurunkan kolesterol 2-4 minggu dengan meminumnya secara rutin," untkap Dr McBride.

Baca Juga: Jangan sampai Terkecoh, Yuk Kenali 6 Gejala Penyakit DBD pada Anak

Walaupun begitu, Moms dan Dads juga perlu ingat obat statin pun memiliki efek samping seperti sakit kepala, nyeri otot, kerusakan hati, hingga kenaikan kadar gula darah.

Jadi, jangan hanya terpaku dengan obat tapi Moms dan Dads perlu menjaga kolesterol total, HDL, dan LDL, dengan menjalankan pola hidup sehat.

(WAR/ERN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.