09 Desember 2022

Obat Kapsida untuk Jerawat: Kandungan, Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Bisa mengatasi bisul dan koreng juga!
Obat Kapsida untuk Jerawat: Kandungan, Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Foto: Facebook.com/Kapsida Kembang Bulan

Obat kapsida untuk jerawat jadi pilihan cepat untuk membebaskan diri dari masalah kulit ini.

Apalagi, jika Moms sudah mencoba banyak cara tapi tidak berhasil, seperti mengganti sabun cuci muka, menjaga kebersihan wajah, dan mengganti produk skincare yang lebih ramah untuk kulit berjerawat.

Jangan khawatir, Moms. Supaya tidak menimbulkan masalah nantinya, simak mengenai manfaat hingga efek samping dari penggunaan obat ini.

Kandungan Obat Kapsida untuk Jerawat

Kapsida
Foto: Kapsida (Facebook.com/Kapsida Kembang Bulan)

Obat ini mengandung ekstrak buah ketumbar (Coriandri sativi Fructus) dan sambiloto (Andrographidis paniculatae Herba) yang punya aktivitas antibakteri.

Selain itu, komposisi bahan alami lainnya, seperti berikut.

  • Pegagan (Centellae asiaticae Herba).
  • Alang-alang (Imperatae cylindricae Rhizoma).
  • Kapulaga (Amomi cardamomii Fructus).
  • Lengkuas (Languatis galangae Rhizoma).
  • Kunyit (Curcumae domesticae Rhizoma).
  • Lempuyang wangi (Zingiberis aromaticae Rhizoma).
  • Kayu manis (Cinnamomi Burmannii Cortex).

Fungsi Kapsida untuk Jerawat

Kapsida atau kapsul bersih darah sebenarnya adalah nama merek obat untuk jerawat.

Semua gabungan bahan alami tersebut membuat obat kapsida cukup ampuh dalam meringankan jerawat, gatal-gatal, korengan, dan bisul.

Meski kegunaannya sangat banyak, obat ini cukup populer dalam memelihara kesehatan kulit, terutama dalam meringankan jerawat.

Berdasarkan situs Mayo Clinic, jerawat merupakan masalah kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati.

Hal ini menyebabkan terbentuknya benjolan dengan beragam ukuran, yang kadang disertai blackheads, whiteheads, kemerahan, dan rasa nyeri.

Ada empat faktor utama yang jadi penyebab munculnya jerawat, yakni produksi sebum berlebihan, tersumbatnya folikel rambut oleh sel kulit mati, bakteri, dan peradangan.

Nah, jika dilihat dari penyebabnya, kapsida untuk jerawat tentu memberikan pengaruh karena obat ini memiliki aktivitas antibakteri.

Minum kapsida juga bisa mengurangi rasa gatal yang sering kali muncul ketika wajah sedang berjerawat.

Baca juga: Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasi Jerawat di Telinga!

Dosis Kapsida untuk Jerawat

Kapsida Kembang Bulan
Foto: Kapsida Kembang Bulan (Facebook.com/Kapsida Kembang Bulan)

Obat ini diminum secara teratur sehari 3 kali, tiap minum 2 kapsul sebelum makan dan menjelang tidur malam.

Selama menggunakan obat, jangan melebihkan dosis yang disarankan.

Jadi, sebelum menggunakan obat tanyakan lebih dahulu kepada apoteker atau baca aturan pakainya secara teliti.

Obat jerawat ini bisa Moms dapatkan tanpa resep di apotek atau toko obat.

Namun, perlu diingatkan bahwa kapsida tidak boleh diberikan pada anak di bawah usia dua tahun.

Jika Moms atau Dads tertarik menggunakan obat ini untuk mengatasi jerawat, tidak ada salahnya konsultasi lebih dahulu ke dokter.

Terutama jika Moms dan Dads memiliki masalah kesehatan lain atau sedang mengonsumsi obat lain.

Baca juga: Jerawat di Kelopak Mata: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Efek Samping Kapsida

Kulit Gatal
Foto: Kulit Gatal (Freepik.com/karlyukav)

Sama seperti obat lainnya, penggunaan kapsida juga bisa menimbulkan efek samping. Berikut berbagai efek samping yang mungkin terjadi bila dilihat dari kandungannya.

1. Reaksi Alergi

Tubuh yang terlalu sensitif dengan bahan alami yang ada pada obat kapsida, bisa menimbulkan reaksi alergi.

Pada kasus ringan, mungkin terjadi ruam dan pembengkakan, sedangkan pada kasus parah biasanya dapat menimbulkan sesak napas.

Jadi, Moms dan Dads perlu memastikan dahulu bahwa tubuh tidak sensitif dengan bahan alami pada obat kapsida.

2. Masalah Kulit

Walaupun kapsida untuk jerawat, namun efek sampingnya bisa memperparah kondisi kulit.

Kulit bisa saja mengalami iritasi dan gatal. Tanda kulit yang meradang ini bisa terlihat kemerahan, terasa perih, atau mengelupas.

Baca juga: Serba-serbi Milk Blister, Jerawat Payudara yang Mengganggu Proses Menyusui

3. Masalah Pencernaan

Beberapa kandungan kapsida bisa menimbulkan gangguan pencernaan, seperti heartburn (sensasi terbakar di dada), mulas, diare, mual dan muntah.

Munculnya efek samping ini tentu bisa mengubah kebiasaan buang air Moms dan Dads, atau memperparah maag jika sering mengalaminya.

Efek samping biasanya jarang terjadi. Bila terjadi, sangat mungkin efeknya berbeda satu orang ke orang lainnya.

Jika efek sampingnya cukup mengganggu, hingga membuat Moms atau Dads kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, segera konsultasi ke dokter.

Dokter mungkin akan merekomendasikan obat jerawat lain yang sama manfaatnya tapi lebih minim efek sampingnya.

Mengatasi jerawat tidak hanya dengan mengandalkan obat saja. Ini karena banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi kesehatan kulit.

Misalnya, perubahan hormon saat menstruasi, sering makanan yang berminyak, stres, dan sering begadang bisa jadi penyebab jerawat.

Jadi, sempurnakan cara mengatasi jerawat lewat minum obat ini dengan diiringi perubahan kebiasaan yang lebih baik untuk kulit.

  • https://kembangbulan.co.id/kapsida-untuk-jerawat-gatal/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/diagnosis-treatment/drc-20368048
  • https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-117/coriander
  • https://www.rxlist.com/consumer_ginger_african_ginger/drugs-condition.htm

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.