17 Januari 2018

Kasus-kasus Kekerasan Seksual Anak di Indonesia, Kenali 6 Ciri Anak yang Mengalaminya

Ketahui juga apa pertolongan pertama untuk anak yang mengalaminya

Kasus pelecehan seksual , kini menjadi sebuah kasus yang benar–benar harus mendapat perhatian khusus. Kasus meprihatinkan ini seolah menjadi ancaman besar bagi dunia anak- anak, tak hanya di Indonesia, namun juga di luar negeri.

Di Indonesia sendiri, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sendiri menemukan lebih dari 100 kasus pelecehan seksual yang terjadi setiap tahunnya.

Trauma akan pelecehan seksual yang terjadi pada anak - anak memerlukan penanganan yang serius, karena efek dari trauma pelecehan seksual masa kecil merupakan salah satu faktor parafila atau kelainan seksual. Berikut sejumlah kasus pelecehan seksual terhadap anak–anak yang telah terjadi:

Tiga Pemuda Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Anak 13 Tahun

Mei 2017 lalu, seorang anak berusia 13 tahun mengalami pelecehan seksual oleh 3 orang pemuda. Korban dicabuli di sebuah kamar kos di Kota Bogor. Kasus ini terasa semakin tragis mengingat korban yang baru saja lulus SD ini sempat dicekoki minuman keras dan film porno.

Tak berhenti sampai disitu, rupanya korban pun juga mendapatkan kekerasan seksual selama 3 hari lamanya disekap.

Baca Juga : Rekaman CCTV Ungkap Penculikan Anak di Mal Ambassador, Ajari Anak 7 Cara Ini Agar Terhindar Dari Penculikan

Pelecehan Seksual oleh Ayah Kandung

Seorang ayah di Malaysia, tega melakukan sodomi terhadap anak kandungnya sendiri lebih dari 600 kali. Pria berusia 36 tahun tersebut terbukti melakukan sodomi terhadap putrinya yang baru berusia 15 tahun sejak januari hingga juli 2017.

Ia melakukannya aksi kejinya ini hampir setiap hari dan lebih dari sekali dalam satu hari, bahkan ia tetap melakukan aksinya ketika mereka sedang umrah.

Korban akhirnya berani melaporkan perbuatan ayahnya tersebut kepada sang ibu yang memang telah bercerai dua tahun silam. Selanjutnya setelah kasusnya ditangani pihak kepolisian, pria tersebut dijatuhi hukuman penjara selama 48 tahun.

Baca Juga : 4 Ciri Predator Seksual Anak yang Wajib Diketahui Si Kecil dan Orang Tua

Seorang Balita Tewas Setelah Alami Pelecehan Seksual

Seorang balita di Bogor yang baru berusia 2,5 tahun ditemukan tewas mengenaskan di belakang rumahnya sendiri. Menyedihkan sekali, korban yang masih sangat kecil ini tewas karena mengalami pelecehan seksual. Dimana terdapat kerusakan serta tanda–tanda kekerasan pada tubuh dan alat kelaminnya.

Pelecehan Seksual oleh Guru Olahraga

Kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak kali ini terjadi di Bengkulu, tak hanya satu, namun empat anak sekaligus alami pencabulan yang dilakukan oleh guru mereka sendiri. Kasus ini tak berlangsung sekali, namun berkali-kali dilakukan oleh pria yang masih berusia 22 tahun, usia korban rata–rata berusia 10 – 12 tahun.

Kasus ini terungkap setelah salah satu korban mengeluh sakit pada alat kelaminnya kepada orangtuanya, setelah diperiksa dan mendapatkan hasil yang mengejutkan.

Pihak orang tua langsung melaporkan tersangka pada pihak kepolisian, setelahnya terungkap bahwa korban mencapai 10 orang, namun enam korban lainnya mengaku hanya mengalami pelecehan seksual.

Baca Juga : Kasus Pedofilia di Tangerang Telan 41 Korban, Bagaimana Cara Agar Anak Terhindar dari Pedofil?

Ciri-Ciri Anak yang Alami Kekerasan Seksual

Kebanyakan anak yang telah mengalami pelecehan atau kekerasan seksual mungkin belum mengerti atau tak berani mengadu pada orangtua.

Sebagai orangtua, Moms lebih baik memahami ciri-ciri anak yang telah alami kekerasan seksual sebagai berikut:

  • Kepala yang tertunduk ke dalam
  • Kedua tangan, kaki, lutu yang menyimpul erat dan ditekuk
  • Bahu yang terangkat menutupi leher
  • Sakit saat BAB, BAK dan menggunakan pakaian dalam
  • Adanya bekas bercak darah atau cairan pada celana dalam
  • Rasa panas, sakit dan nyeri di area genital jika disentuh

Baca Juga : Miris, Video Porno Anak dan Perempuan Dewasa di Bandung Menguak 5 Fakta Mencengangkan Berikut

Bila Si Kecil mengalami hal-hal diatas, inilah beberapa langkah yang harus Moms lakukan:

  • Moms harus lebih pandai untuk mencari tahu lebih dalam dengan membuat mereka terbuka terhadap Moms. Jadilah orangtua yang selalu mendengarkan Si Kecil dan sebisa mungkin selalu hindari kritik pedas untuk mereka. Bangunlah rasa nyaman agar Si Kecil terbuka akan setiap hal yang terjadi pada diri mereka.
  • Selanjutnya, segeralah kunjungi psikolog guna memulihkan psikologisnya. Jangan biarkan trauma yang mereka alami menjadi sebuah parafila atau kelainan seksual yang dapat mereka alami di masa mendatang.
  • Terakhir, tentu segeralah membuat laporan kepada pihak kepolisian agar para predator anak segera tertangkap.

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.