09 Agustus 2020

Kenali Kolik pada Bayi, Penyebab Bayi Menangis Tanpa Sebab

Kolik pada bayi bisa sembuh dengan sendirinya

Moms mungkin pernah mengalami saat di mana bayi menangis terus-menerus, tanpa penyebab yang pasti. Kondisi ini biasa dikenal juga dengan istilah kolik.

Kolik pada bayi ini bisa menyebabkan tangisan Si Kecil tak kunjung reda dan rewel tiba-tiba sering terjadi, meski bayi berada dalam kondisi yang sehat dan kenyang.

Kolik pada bayi ini memang bukan kondisi yang bisa membahayakan bayi, namun jika sudah mengalami kolik, bisa menangis lebih dari tiga jam setiap hari, selama lebih dari tiga minggu. Selain itu, kolik kemungkinan bisa terjadi pada bayi usia dua minggu atau lebih.

Baca Juga: Bayi Sering Menangis? Redakan dengan Teknik 5S

Kolik pada bayi biasanya memuncak ketika bayi berusia sekitar 6 minggu dan menurun secara signifikan setelah usia 3-4 bulan dengan sendirinya.

Jangan khawatir Moms, bayi tetap bisa tumbuh normal seperti anak-anak lain yang tidak pernah kolik. Tapi alangkah baiknya kita mengetahui tentang kondisi ini lebih lanjut. Yuk, cari tahu Moms.

Penyebab Kolik pada Bayi

kolik pada bayi
Foto: kolik pada bayi (babynowbrand.com)

Foto: Orami Photo Stock

Kolik pada bayi ini biasanya terjadi paling parah, saat bayi berusia 6-8 minggu, dan akan mereda dengan sendirinya pada usia di antara minggu ke-8 hingga minggu ke-14.

Secara pasti, penyebab kolik pada bayi memang belum diketahui. Itulah mengapa, para ahli juga tidak bisa memastikan secara jelas apa yang bisa mengatasinya.

Namun, ada beberapa teori yang berada di balik kolik pada bayi, di antaranya:

  • Sistem pencernaan yang mulai berkembang, sehingga menimbulkan kejang pada otot bayi
  • Perut bayi mengalami kembung/begah
  • Hormon yang menyebabkan sakit perut atau suasana hati anak memburuk
  • Terlalu sensitif atau terlalu terstimulasi oleh cahaya dan suara bising
  • Sistem saraf yang masih belum berkembang sempurna
  • Reaksi emosional terhadap rasa takut, frustrasi, atau kegembiraan.

Namun menurut jurnal American Family Physician, kolik pada bayi dapat terjadi pada bayi laki-laki dan perempuan, dan tidak ada kaitannya dengan metode menyusui (payudara vs botol), usia kehamilan, atau status sosial ekonomi.

Baca Juga: Mengatasi Bayi Rewel di Malam Hari Akibat Tumbuh Gigi

Perlu disadari bahwa banyak hal yang dapat menyebabkan bayi menangis dan tidak semua tangisan berarti bayi mengalami kolik.

Jika Moms khawatir, sebaiknya bawa ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menghindari komplikasi mengapa bayi sering menangis dan rewel.

Mengatasi Kolik pada Bayi

kolik pada bayi
Foto: kolik pada bayi (Time.com)

Foto: Orami Photo Stock

Moms tidak perlu terlalu khawatir terhadap masalah kolik pada bayi ini, karena keadaan ini dapat membaik dengan sendirinya, terutama saat bayi masuk usia 3 bulan. Karenanya berdasarkan jurnal Australian Prescriber, tidak ada pengobatan yang benar-benar efektif untuk mengobati kolik pada bayi ini, karena memang bukan masalah medis.

Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi sekaligus mencegah kolik pada bayi ini. Berikut yang bisa Moms lakukan:

  • Bernyanyi atau berbicaralah dengan bayi.
  • Berikan dot bayi.
  • Bawa bayi naik stroller.
  • Pastikan Si Kecil tidak lapar.
  • Pastikan popoknya bersih.
  • Usahakan bayi lebih sering menyusu.
  • Jika menggunakan botol susu, cobalah botol lain untuk mengetahui apakah botol itu membantu bayi menelan lebih sedikit udara.
  • Moms bisa mencoba mengurangi konsumsi kafein, susu, kedelai, telur, atau gandum dari menu makanan harian jika masih menyusui Si Kecil.
  • Tanyakan kepada dokter apakah mengganti susu formula dapat membantu.

Selain itu, Moms juga harus terus mencoba berbagai metode dan menemukan cara yang menurut kita bisa meredakan kolik pada bayi. Patut diingat, kolik pada bayi akan menghilang dengan sendirinya.

Jadi, mungkin hanya perlu waktu menunggu dengan sabar saat bayi menangis atau rewel.

Baca Juga: 3 Hal yang Harus Dilakukan Saat Bayi Menangis di Pesawat

Moms bisa memantau tumbuh kembang anak sesuai usianya dengan fitur Growth Tracker di Orami App! Dengan fitur ini, Moms dapat mengetahui apakah berat dan tinggi badan, serta lingkar kepala Si Kecil tetap berada dalam batas yang normal, atau justru berisiko dan perlu berkonsultasi ke dokter. Langsung klik gambar di bawah ini untuk mencobanya, ya!

Apa yang Bisa Dilakukan saat Bayi Kolik?

kolik pada bayi
Foto: kolik pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Sebuah tantangan jika Moms memiliki bayi yang sering mengalami kolik. Pahamilah bahwa hal ini wajar terjadi pada tahun pertama kehidupan bayi.

Mungkin perasaan kesal dan marah akan mampir karena Si Kecil yang terlalu sensitif. Namun, jangan sampai kita menjadi tidak sabar dalam merawat anak ya Moms.

Saat bayi sedang kolik, Moms bisa coba menenangkannya dengan cara:

  • Baringkan bayi dengan posisi telentang di ruangan yang gelap dan sunyi.
  • Bungkus buah hati Moms dengan nyaman di dalam selimut.
  • Baringkan anak di pangkuan dan usap punggungnya dengan lembut.
  • Cobalah pijat Si Kecil.
  • Letakkan botol air hangat di perut bayi Moms.
  • Suruh anak menghisap empeng.
  • Coba mandikan anak dengan air hangat agar rileks.

Jika merasa sudah di ujung tanduk dan lelah menghadapi kolik pada bayi, tidak apa-apa biarkan bayi bermain di dalam ruangannya sendirian. Sementara itu, Moms bisa meninggalkan ruangan anak sebentar untuk menenangkan diri sejenak.

Beristirahatlah saat bayi tidur untuk mengurangi rasa lelah. Setidaknya, setelah Si Kecil bangun, Moms juga bisa mengembalikan tenaga yang segar dan siap menghadapi semua tantangan.

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.