25 Juli 2019

Kenali Kondisi Apa Saja yang Menyebabkan Ibu Hamil Trimester 3 Harus Bedrest

Jangan sampai ibu beraktivitas berlebihan

Masa kehamilan adalah masa-masa di mana ibu harus berhati-hati dan menjaga kondisi kehamilan.

Baik itu saat kondisi kehamilan masih muda ataupun saat hamil tua, Moms tetap harus menjaga kesehatan dengan baik.

Namun yang namanya masalah bisa datang kapan saja tanpa diduga.

Padahal kita mungkin sudah menjaga tubuh dengan baik, tetapi tetap saja ada masalah-masalah kesehatan yang timbul, hingga mengharuskan ibu hamil bedrest.

Seperti halnya yang terjadi pada Moms yang usia kandungannya mungkin sudah memasuki trimester 3.

Baca Juga: Ibu Hamil Yuk, Mengenal Lebih Jauh Parasetamol

Memang untuk menjalani bedrest saat hamil itu harus dilakukan sesuai indikasi medis. Namun biasanya kondisi medis ini mungkin tidak berkaitan dengan kehamilan, melainkan karena riwayat penyakit lainnya.

Jadi bukan karena Moms dan janin di dalam perut yang dikandungnya, melainkan karena penyakit di dalam tubuhnya.

Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Trimester 3 Bedrest

ibu hamil bedrest, bedrest
Foto: ibu hamil bedrest, bedrest (Orami Photo Stock)

Foto: bloomlife.com

Menurut dr. R. Aditya Kusuma, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, apabila kondisi ibu hamil berada dalam keadaan baik, sebenarnya Moms tidak perlu melakukan bedrest.

Biasanya ibu hamil disarankan untuk menghindari aktivitas berlebihan dan sebaiknya ibu hamil bedrest apabila terjadi beberapa kondisi yang akan membahayakan kondisi janin dan ibu hamil.

“Seperti misalnya saat terjadi flek pada kondisi kandungan akibat plasenta previa (saat plasenta menutupi jalan lahir untuk janin),” kata dr. R. Aditya Kusuma.

Namun, apabila Moms mengalami kondisi ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Moms yang mengetahui lebih pasti kondisi ibu yang sedang hamil dan janin dalam kandungan.

Baca Juga: 5 Penyakit Langganan Ibu Hamil yang Wajib Diwaspadai

Kondisi Bahaya Lainnya

shutterstock_387224710.jpg
Foto: shutterstock_387224710.jpg

Foto : shutterstock

Mengutip dari American Pregnancy Association, preeklampsia adalah suatu kondisi yang terjadi hanya selama kehamilan. Beberapa gejala preeklampsia mungkin termasuk tekanan darah tinggi dan protein dalam urin.

Penyakit ini biasanya muncul saat usia kehamilan mencapai 20-an minggu hingga mendekati proses persalinan. Preeklamsia bisa membantu melindungi ibu dari hipertensi gestasional.

Walaupun tekanan darah tinggi selama kehamilan tidak selalu mengindikasikan preeklampsia, itu mungkin merupakan tanda masalah lain. Preeklamsia mempengaruhi setidaknya 5-8% kehamilan.

Jika kondisi ini ditemukan pada Moms dengan usia kandungan di trimester 3, ibu hamil tidak hanya harus bedrest. Bila mendekati perkiraan hari lahir, Moms harus segera melahirkan.

"Jika seorang wanita mengalami preeklampsia dalam waktu dekat dengan tanggal kelahiran, maka dia perlu diinduksi untuk melahirkan atau menjalani operasi caesar," kata Benjamin Sachs, kepala kebidanan dan ginekologi di Beth Israel Deaconess.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb