20 September 2020

Memakai Baby Oil pada Bayi, Ini 8 Kesalahan Penggunannya

Menggunakan beberapa minyak pada kulit bayi bisa menyebabkan iritasi

Menggunakan baby oil pada bayi tidak boleh sembarangan. Jangan sampai Moms menggunakan baby oil yang dapat merusak penghalang kulit bayi, seperti menggunakan minyak zaitun dan minyak bunga matahari.

"Jika dibandingkan dengan tidak menggunakan minyak, baik minyak zaitun topikal dan minyak bunga matahari topikal, yang digunakan dua kali sehari selama 28 hari, akan menghambat perkembangan fungsi penghalang kulit sejak lahir," kata Dr. Alison Cooke.

Baca Juga: Cara Menggunakan Baby Oil untuk Pijat Bayi

Kesalahan Penggunaan Baby Oil pada Bayi

Untuk para orang tua baru, menggunakan minyak ini pada kulit bayi tidak direkomendasikan. Lalu apa bahaya yang bisa ditimbulkan dari penggunaan baby oil pada bayi? Yuk kita pelajari lebih lanjut.

1. Baby Oil Bisa Menyebabkan Eksim

penggunaan baby oil
Foto: penggunaan baby oil

Foto: kidshealth.com

Menurut Dr. Alison Cooke, ada peningkatan dramatis dalam kasus eksim selama beberapa dekade terakhir, yang berkaitan dengan perubahan praktik perawatan kulit untuk bayi.

Menurutnya eksim atopik tidak dapat dikaitkan dengan kecenderungan genetik saja, dan lebih mungkin karena faktor lingkungan, yang meliputi peningkatan ketersediaan dan penggunaan minyak topikal.

“Memang benar, ada peningkatan dramatis dalam eksim pediatrik (dermatitis atopik, AD) di seluruh dunia,” jelas Yasmine Kirkorian, asisten profesor dermatologi dan pediatri, Sistem Kesehatan Nasional Anak-Anak, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas George Washington, D.C.

Makanya para peneliti sedang mencari pemicu lingkungannya, karena tidak hanya disebabkan oleh faktor genetika saja.

Baca Juga: Perbedaan Jerawat dan Eksim pada Bayi

2. Kurangnya Panduan Penggunaan

penggunaan baby oil
Foto: penggunaan baby oil

Foto: babycentre.com

Tidak ada data pasti untuk memberikan panduan tentang bahan-bahan yang baik untuk kulit bayi baru lahir dan pemakaian baby oil pada bayi,” kata Dr. Yasmine Kirkorian.

Karena kita tidak memiliki data yang pasti, maka biasa orang tua direkomendasikan menggunakan emolien yang lembut, seperti salep petrolatum dan pembersih yang bebas pewangi dan pewarna.

Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan beberapa minyak topikal sebenarnya dapat mengganggu penghalang kulit.

Secara khusus, minyak zaitun, minyak mustard dan minyak kedelai telah terbukti mengganggu penghalang lipid dan meningkatkan peradangan epidermis, jadi harus dihindari.

3. Kurangnya Edukasi Orang Tua

penggunaan baby oil
Foto: penggunaan baby oil

Foto: babycentre.com

Orang tua pasti tertarik pada produk-produk bayi yang “alami,” yang tentunya aman untuk digunakan.

Banyak produk yang dipasarkan bersifat kompleks dan dapat menyebabkan dermatitis kontak. Ini termasuk produk bayi yang tampaknya alami, padahal juga mengandung bahan kimia.

Menurut U.S. Food and Drug Administration, memilih produk dengan label "natural atau "organik" tidak menjamin produk tersebut aman. Sebab, kita tidak mengetahui proses pembuatan dan sealami apa bahan-bahannya.

“Dokter kulit dapat memberikan informasi yang mendukung orang tua sambil mendidik tentang risiko masalah kulit dalam pemakaian baby oil. Orang tua dapat didorong untuk melakukan pijatan bayi atau praktik lain menggunakan pelembap seperti salep petrolatum yang tidak mengandung bahan pengawet seperti paraben,” kata Dr. Kirkorian.

Baca Juga: 4 Manfaat Pijat Untuk Bayi yang Perlu Moms Ketahui

4. Memijat Terlalu Kuat

baby oil untuk anak
Foto: baby oil untuk anak

Foto: Orami Photo Stock

Apakah Moms memijat Si Kecil sendiri? Jika iya ingatlah ini pada saat Moms memijat bayi, lakukanlah dengan lembut dan tidak menggunakan banyak tekanan pada kulit bayi yang lembut dan tulangnya yang baru terbentuk. Pastikan pijatannya lembut dan nyaman. Bagaimanapun, bayi Moms harus merasa rileks dan menikmati saat-saat pemijatan.

Moms bisa memantau tumbuh kembang anak sesuai usianya dengan fitur Growth Tracker di Orami App!

Dengan fitur ini, Moms dapat mengetahui apakah berat dan tinggi badan, serta lingkar kepala Si Kecil tetap berada dalam batas yang normal, atau justru berisiko dan perlu berkonsultasi ke dokter. Langsung klik gambar di bawah ini untuk mencobanya, ya!

5. Memijat Melawan Keinginan Bayi

menggunakan baby oil
Foto: menggunakan baby oil (parentmap.com)

Foto: Orami Photo Stock

Jika saat memijat bayi, Si Kecil menunjukkan tanda-tanda kesal atau tidak nyaman, maka waktunya Moms untuk berhenti! Terus memijatnya dalam keadaan kesal hanya akan membuatnya frustrasi dan stres. Ada cara lain untuk menenangkan dan menjalin ikatan dengan bayi dan Moms selalu dapat menjadwalkan pijat untuk hari lainnya.

6. Menggunakan Baby Oil Bertekstur Kasar atau Bau

baby oil berbau
Foto: baby oil berbau

Foto: Orami Photo Stock

Karena sifat sensitif mata, hidung, dan kulit Si Kecil, pastikan Moms menjauhi minyak esensial yang keras atau berbau seperti peppermint. Minyak seperti ini dapat mengiritasi mata bayi dan membuatnya menjadi rewel serta tidak nyaman. Untuk amannya, pilih baby oil karena lembut dan diformulasikan khusus untuk kulit Si Kecil.

7. Memijat Bayi Sembari Melakukan Hal Lain

baby oil untuk pijat bayi
Foto: baby oil untuk pijat bayi

Foto: Orami Photo Stock

Jika ingin memijat anak, jangan lakukan saat Moms sedang melakukan aktivitas lain, meskipun itu adalah sesuatu yang biasa seperti menonton TV. Karena sedikit kesalahan saja, dapat menyebabkan bayi tergores atau tersodok.

Baca Juga: Ini 4 Alasan Kenapa Moms Harus Memijat Bayi Setiap Hari

Pertahankan kontak mata yang baik dengan Si Kecil, tersenyumlah dan bicaralah padanya dengan penuh kasih untuk menjalin ikatan dengan buah hati kita. Ini tidak hanya akan menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi Moms, tetapi juga akan membuat Si Kecil tahu betapa kita menikmati menghabiskan waktu bersamanya.

8. Memijat pada Posisi Yang Salah

baby oil
Foto: baby oil

Foto: Orami Photo Stock

Tidak hanya waktu pijatan yang penting, posisi juga penting. Pastikan Moms duduk di permukaan yang rata sambil memijat anak. Kemudian, letakkan bayi di atas kain lembut sebelum mulai memijat. Ini karena jika Moms menggendong bayi saat memijat, ada kemungkinan Si Kecil bisa tergelincir dan jatuh ke bawah.

Pijatan, jika dilakukan dengan benar, akan membantu bayi lebih rileks dan meningkatkan ikatan. Tetapi jika bayi terus menangis dan menolaknya, mungkin Moms melakukan sesuatu yang salah. Segera konsultasikan dengan dokter anak untuk mencari tahu apa yang mungkin salah sehingga Moms dapat segera memperbaikinya.

Itu dia Moms beberapa hal yang harus diketahui terkait dengan penggunaan baby oil. Sekarang Moms sudah tahu mana yang boleh dan tidak kan?

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.