05 Mei 2023

Cari Tahu Penyebab Bayi Menangis Terus, Coba Metode 5S Ini

Selain swing, apalagi ya isi metode 5S ini?

Banyak Moms yang khawatir saat melihat bayi menangis terus atau rewel.

Ternyata, ada beberapa penyebab serta metode khusus agar Si Kecil berhenti menangis.

Bayi umumnya akan terus menangis dan sangat rewel saat lapar atau belum ganti popok. Kemudian, baru akan diam dan tenang setelah kebutuhannya terpenuhi.

Akan tetapi, terkadang Si Kecil masih tetap menangis keras meski sudah disusui.

Lantas apa sajakah penyebab bayi menangis terus, Moms? Mari cari tahu bersama.

Baca Juga: 7 Penyebab Bayi Menangis saat Menyusu, Catat Moms!

Penyebab Bayi Menangis Terus

Sepertinya hampir setiap orang tua kesulitan mencari tahu apa penyebab bayi menangis terus.

Meski dilihat dari tampak fisik tak ada luka, Si Kecil tetap saja akan rewel dan menangis.

Berikut penyebab anak menangis tanpa henti.

1. Bayi Merasa Lapar

Bayi Menangis Lapar
Foto: Bayi Menangis Lapar (Orami Photo Stocks)

Salah satu penyebab bayi rewel dan menangis adalah karena ia merasa lapar.

"Jika Moms sudah memberikan susu dari 3-4 jam yang lalu, kemudian Si Kecil bangun dan mulai menangis, mungkin ia merasa lapar," terang Dr. dr. Matheus Tatang Puspanjono, Sp.A, M.Klinik Ped. Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya.

Berikan Si Kecil susu dan ia akan berhenti menangis sebagai salah satu perawatan bayi baru lahir.

2. Merasa Lelah

Siapa sangka, bayi menangis terus jadi salah satu pertanda ia merasa lelah, lho.

Jika Si Kecil mulai terlihat malas beraktivitas, tidak mau diajak bermain, sering menguap lalu menangis, berarti ia sedang lelah dan ingin tidur.

Sebelum tidur, jangan lupa untuk membersihkan badan bayi agar ia tidur dengan nyaman.

3. Merasa Tidak Nyaman

Bayi Nangis
Foto: Bayi Nangis (Freepik.com/jcomp)

Penyebab Si Kecil menangis bisa juga karena popok terlalu basah, kepanasan, atau kedinginan sampai mengganggu jam tidur bayi.

Coba untuk memeriksa kondisi popok dan pakaian Si Kecil, apakah ada yang membuatnya tidak nyaman.

Selain itu, buah hati juga bisa merasa tidak nyaman karena ada orang asing di sekitarnya. Itu menandakan bahwa buah hati sedang merasa takut.

Jelaskan kepada orang tersebut bahwa perlu pendekatan terlebih dahulu kepada bayi agar ia tidak merasa takut dan menangis ketika digendong.

Baca Juga: 15 Keistimewaan Bayi Prematur yang Perlu Moms Ketahui

4. Sedang Sakit

Bayi tiba-tiba menangis dengan kuat sama seperti orang dewasa ataupun anak pada umumnya jika ia merasakan ada yang sakit di tubuhnya.

Penyebab bayi menangis terus ini cukup perlu dikhawatirkan ya, Moms.

Moms dapat memeriksa tubuh Si Kecil, apakah ada ruam popok yang membuatnya kesakitan atau suhu tubuhnya tinggi karena demam.

5. Stimulasi Berlebihan

Bayi Menangis Tanpa Henti
Foto: Bayi Menangis Tanpa Henti (Orami Photo Stocks)

Stimulasi yang berlebihan adalah salah satu penyebab bayi menangis terus.

Jika suara di ruangan sangat berisik, banyak orang, atau ada banyak orang yang berusaha untuk mendapatkan perhatian Si Kecil, ia dapat menangis karena hal tersebut.

Pindahkan bayi ke lingkungan yang lebih tenang ya, Moms.

Biarkan bayi dalam suasana yang minim orang agar ia merasa lebih tenang dengan dirinya sendiri.

6. Merasa Kesepian dan Bosan

Tak hanya karena terlalu ramai orang, bahkan bayi menangis terus tanda ia kesepian, lho.

Jika bayi tertidur, biasanya kita akan meninggalkannya di tempat tidur sendirian.

Lalu, ia mulai menangis ketika bangun, karena merasa dirinya kesepian dan tidak suka ditinggal sendirian.

Sama halnya ketika ia sedang bosan dan sedang duduk di kursi bayinya, lalu kita tidak memperhatikannya dan sibuk makan atau mengobrol.

Maka ia akan mulai menangis karena rasa bosan atau karena tidak ada interaksi dengannya.

Berikan Si Kecil perhatian dan mainan yang dapat menghilangkan kebosanannya. Peluk bayi dan berikan kasih sayang, Moms.

7. Kolik

Kolik pada Bayi
Foto: Kolik pada Bayi (Orami Photo Stocks)

Kolik dapat membuat bayi menangis berkepanjangan, lho.

"Kolik adalah semacam kondisi di mana bayi mengalami masalah pada pencernaannya," terang dr. Matheus.

Penyebab kolik sampai saat ini belum diketahui. Bayi dapat menangis terus walaupun ia dalam keadaan sehat dan sudah diberikan makan yang cukup.

Ketika bayi sedang kolik, sangat sulit untuk menenangkan bayi agar berhenti menangis.

Namun, tidak perlu khawatir, kolik ini hanya bertahan hingga bayi mencapai usia 4 bulan.

Baca Juga: Bayi Ngorok saat Tidur, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pengertian Metode 5 S

Kain Gendongan Bayi (Orami Photo Stocks)
Foto: Kain Gendongan Bayi (Orami Photo Stocks)

Setelah mengetahui beberapa penyebab Si Kecil menangis terus, sekarang waktunya mencoba langkah-langkah menenangkannya nih Moms.

Cara menghentikan tangisan bayi dan salah satu yang paling populer adalah metode 5 S dari seorang dokter anak, Harvey Karp.

Mengutip Baby Center, Harvey Karp mengatakan, cara terbaik untuk menenangkan bayi dan membuatnya tertidur adalah dengan menciptakan kembali suara, gerakan, dan lingkungan yang nyaman seperti di dalam rahim.

Strategi tidur bayi 5 S yang diuraikan dalam bukunya The Happiest Baby on the Block dirancang untuk melakukan hal itu.

Sebagian besar bayi tertidur jauh lebih baik ketika dikelilingi oleh beberapa sensasi menenangkan yang mereka nikmati di dalam rahim.

"Sensasi ini bekerja dengan sangat baik karena dapat membuat refleks yang menenangkan,” kata Harvey yang juga asisten profesor pediatri di Fakultas Kedokteran Universitas California Selatan.

Cara Menerapkan Metode 5 S untuk Tenangkan Bayi

Lalu, seperti apa dan bagaimana cara melakukan metode 5 S itu? Cari tahu lebih lanjut penjelasannya berikut ini.

Profesor Pediatri Universitas Yale, Scott Rivkees, M.D., menulis tentang pola tidur bayi dalam jurnal American Academy of Pediatrics yang mengatakan bahwa tubuh bayi memang belum mampu mengenali waktu dengan baik.

Bila terjadi kondisi bayi menangis terus, Moms bisa menggunakan metode 5 S dari Harvey Karp berikut ini.

1. Swaddle (Membedong)

Manfaat dan Risiko Membedong Bayi
Foto: Manfaat dan Risiko Membedong Bayi (Orami Photo Stocks)

Bayi akan merasakan perasaan aman saat dibedong karena sama dengan saat dirinya di dalam rahim.

"Dunia ini terlalu besar bagi mereka. Itulah sebabnya mereka suka dipeluk di tangan kita dan dibungkus kain,” kata Scott.

Bedong akan menjaga lengan bayi tetap diam dan tidak menggapai-gapai, juga mencegah kejutan yang dapat memulai siklus rewel dan menangis lagi.

Jika cara membedongnya sesuai, metode 5 S selanjutnya akan berjalan dengan baik.

Sebagai cara mengatasi bayi menangis terus, membedong tidak sulit untuk dilakukan.

Tetapi Moms perlu mempelajari teknik yang tepat untuk memastikan bedong aman dan efektif, menurut American Academy of Pediatrics (AAP).

Idealnya adalah membungkus bayi dengan pas, sehingga Si Kecil tidak akan mencoba untuk menggeliat keluar dari tempat tidurnya.

Namun, sisakan cukup ruang di bagian bawah selimut agar bayi dapat menekuk kakinya keluar. Membedong dengan kaki lurus dapat menyebabkan masalah pinggul.

Baca Juga: Bayi Merangkak Mundur, Normalkah?

2. Side (Posisi Menyamping)

Metode 5 S Posisi Menyamping
Foto: Metode 5 S Posisi Menyamping (Orami Photo Stocks)

Setelah membedong bayi, Moms dapat mulai menenangkan bayi menangis terus atau rewel dengan menggendong secara menyamping.

Untuk mengurangi risiko SIDS, para ahli merekomendasikan agar bayi tidur telentang.

Namun, karena bayi baru lahir merasa lebih aman jika ditaruh menyamping, itu menjadi posisi yang bagus untuk menenangkannya.

Gendong bayi yang sedang rewel di lengan dalam posisi miring atau paha di lengan, di pangkuan, atau letakkan di atas bahu.

Gunakan posisi ini hanya untuk menenangkan bayi. Jangan pernah taruh bayi di samping atau tengkurap ketika tidur.

3. Shush (Bersuara Sssshh..)

Metode 5 S untuk Hentikan Tangisan Bayi
Foto: Metode 5 S untuk Hentikan Tangisan Bayi (Orami Photo Stocks)

Suara yang menenangkan dan menghibur akan membantu bayi berhenti menangis terus dan rewel, serta membantunya untuk tertidur. Bayi baru lahir tidak bisa diam.

Faktanya, setelah menghabiskan berbulan-bulan di dalam rahim di mana aliran darah Moms membuat suara yang lebih keras daripada penyedot debu.

Diketahui, suara tersebut membuat bayi lebih bahagia, bisa tenang, dan tidur lebih baik di lingkungan yang bising. Namun, tidak semua suara sama, ya.

Sederhananya, Moms bisa menerapkan langkah ini dengan mengatakan ‘shhh’ ke telinga bayi yang sedang dibedong dan memegangnya di samping atau perutnya.

Letakkan bibir tepat di samping telinga bayi. Lakukan sekencang bayi menangis. Saat bayi tenang, turunkan volume suara Moms.

Selain itu, Harvey merekomendasikan untuk memutar rekaman white noise saat bayi tidur.

Namun, beberapa suara jauh lebih efektif daripada yang lain. Mainkan suaranya sekeras bayi saat menangis untuk menenangkannya.

"Suara itu seperti boneka beruang yang menghibur. Mainkan untuk semua waktu tidur atau malam setidaknya tahun pertama," kata Harvey.

Baca Juga: 5 Review Gendongan Baby Carrier Favorit Moms, Pilih yang Mana?

4. Swing (Mengayun)

Metode Bayi Berayun
Foto: Metode Bayi Berayun (Orami Photo Stocks)

Dalam kandungan, bayi sering diayun dan diguncang saat Moms bergerak.

Itu membuat swing bekerja efektif, apalagi jika dikombinasikan dengan dengan tiga S pertama yakni bayi yang dibedong dalam posisi miring sambil shusing.

Sebagai cara mengatasi bayi menangis terus, lakukan ayunan dengan lembut dan dengan goyangan seperti menggigil, bergerak bolak-balik tidak lebih dari ke segala arah.

5. Sucking (Mengisap)

Bayi Mengisap Jari
Foto: Bayi Mengisap Jari (Orami Photo Stocks)

Beberapa bayi suka mengisap jari dan menemukan kenyamanan saat melakukannya.

Jika bayi menangis terus, mengisap sesuatu akan membantunya rileks dan tenang.

Berikan dot pada bayi jika bayi terlihat kesal dan seperti ingin menyusu.

Dalam kombinasi dengan 4 S sebelumnya, metode 5 S akan berjalan dengan lancar.

“Metode 5 S hanya berfungsi jika dilakukan dengan tepat. Metode ini bekerja untuk 98% bayi,” kata dia.

Ini tidak berarti Moms harus mengikuti kelima S. Beberapa bayi hanya perlu dibedong dan dipegang di samping atau perutnya, misalnya.

Setiap bayi berbeda, jadi bereksperimenlah dan lihat apa yang cocok untuk Si Kecil dalam mengatasi kondisi bayi menangis terus.

Baca Juga: Ini 5 Penyebab Telinga Bayi Keluar Cairan Seperti Ingus, Tak Selalu Karena Infeksi

Untuk memastikan Si Kecil tumbuh dan berkembang sesuai usianya, Moms bisa pantau tinggi dan berat badannya dengan fitur Growth Tracker di Orami App!

Pada fitur Growth Tracker ini, Moms dapat mengetahui apakah berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala Si Kecil tetap berada dalam batas yang normal, atau justru berisiko dan perlu berkonsultasi ke dokter.

Yuk, coba fiturnya dengan meng-klik gambar di bawah ini, ya!

  • https://www.babycenter.com/0_harvey-karps-happiest-baby-method-for-baby-sleep-and-soothin_10373838.bc
  • https://pediatrics.aappublications.org/content/112/2/373.short
  • https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/sleep/Pages/A-Parents-Guide-to-Safe-Sleep.aspx

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.