Scroll untuk melanjutkan membaca

NEWBORN
12 Mei 2022

Bayi Merangkak Mundur, Normalkah?

Ternyata merangkak mundur adalah bagian dari proses bayi belajar merangkak.
Bayi Merangkak Mundur, Normalkah?

Ibu baru pasti cemas tentang perkembangan anaknya. Termasuk untuk urusan bayi merangkak mundur. Harapannya, Si Kecil merangkak ke depan layaknya anak-anak lain.

Tapi, kok Si kecil malah merangkak mundur ya? Apakah ada yang salah dengan Si Kecil?

Tenang Moms, bayi bisa merangkak melewati berbagai macam proses dan merangkak mundur adalah salah satu proses. Jadi Moms tidak perlu khawatir ya.

Memang, setiap anak memiliki proses yang berbeda-beda ketika ia belajar merangkak.

Umumnya bayi akan mulai merangkak di usia 6-8 bulan, tapi sebelum ia benar-benar bisa merangkak maju dengan koordinasi tangan dan kaki yang sempurna, anak pada mulanya melewati beberapa fase.

Baca Juga: Perlukah Bayi Merangkak? Ketahui Manfaatnya!

Bayi Merangkak Mundur

Perlukah Bayi Merangkak? Ketahui Manfaatnya!

Foto: Perlukah Bayi Merangkak? Ketahui Manfaatnya!

Foto: Orami Photo Stocks

Bayi merangkak mundur sebenarnya merupakan hal umum, lho Moms. Sebab setiap anak berbeda, ada yang memulai dengan gaya onggong-onggong, yakni seperti ingin maju tapi kaki dan tangannya tidak bergerak.

Ada juga yang memulai dengan merangkak mundur. Kok bisa? Hal ini dikarenakan koordinasi tangan dan kakinya belum bekerja, selain itu biasanya juga karena kakinya lebih kuat dari pada tangannya sehingga ia mundur, bukan maju.

Beberapa bayi akan tampak sangat frustrasi ketika ia merangkak mundur, terutama jika kita meletakkan mainan di depan tapi ia tidak kunjung bisa meraihnya dan justru semakin menjauh karena ia merangkak mundur.

Yup, Moms tidak perlu khawatir karena itu normal.

Stimulasi Bayi Merangkak

1 Tummy Time.jpg

Foto: 1 Tummy Time.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Ketika bayi merangkak mundur, ketahuilah bahwa ini adalah tanda awal bayi akan segera masuk ke fase merangkak yang sebenarnya.

Dengan begitu, artinya Moms harus menyiapkan diri dan juga lingkungan agar aman untuk bayi bergerak ke sana kemari.

Lalu, bagaimana menstimulasi agar bayi bisa merangkak maju, ya? Yuk simak apa yang perlu dilakukan dan tidak perlu dilakukan seperti dilansir dari Zero to Three.

Baca Juga: 3 Cara Membantu Bayi Merangkak

Hal yang Harus Dilakukan

  • Tummy time! Perbanyak memberikan tummy time sedini mungkin akan membantu bayi melatih kekuatan tangan, kaki, leher dan anggota tubuh lainnya. Hal ini kelak akan sangat membantunya untuk bisa merangkak, karena merangkak membutuhkan kekuatan serta koordinasi tangan, kaki, kepala, leher dan torsonya.
  • Letakkan mainan favoritnya di depan. Salah satu cara untuk menyemangati anak untuk merangkak adalah dengan meletakkan mainan favorit anak di depan wajahnya sekitar beberapa sentimeter. Moms bisa juga sambil menjauhi mainannya jika anak semakin mendekat dengan objek yang ingin diraihnya.
  • Amankan wilayah. Siapkan wilayah untuk anak bisa merangkak bebas dengan aman walaupun tanpa supervisi kita. Misalnya dengan memasang pagar pembatas agar anak tidak memasuki wilayah berbahaya seperti kamar mandi, dapur dan tempat yang penuh dengan kabel listrik.
  • Tahan telapak kaki anak. Salah satu cara menstimulasi anak agar ia bisa merangkak maju adalah dengan meletakkan telapak tangan kita di belakang kaki anak. Tapi kita jangan mendorongnya, melainkan menjadi tumpuan agar ia bisa mendorong kakinya maju ke depan.

Baca Juga: Bayi Tidak Merangkak? Bagaimana Cara Melatihnya?

Hal yang Harus Dihindari

  • Baby walkers. Baby walker berpotensi menjadi benda berbahaya untuk bayi. Beberapa kasus yang terjadi anak bisa terjatuh ketika berjalan dengan baby walker, apalagi jika penggunaan baby walker ini tanpa pengawasan. Selain itu baby walkers juga membuat anak berkurang masa tummy timenya sehingga otot tangan dan kaki tidak dilatih untuk menjadi kuat.
  • Terlalu lama dibiarkan di rocker, stroller atau gendongan. Ketiga alat tersebut memang sangat membantu Moms ketika Moms harus melakukan sesuatu yang lain. Namun, terlalu banyak membiarkan anak berada di alat bantu ini membuat masa tummy timenya berkurang.
  • Berekspektasi lebih. Hindari memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap perkembangan sang anak. Percayalah bahwa anak akan belajar ketika ia siap. Memaksanya justru bisa membuat anak cenderung menjadi lebih lambat dalam mempelajarinya karena terlalu banyak interupsi dari orang tua untuk melakukan ini dan itu.

Macam-Macam Gaya Dalam Merangkak

Bayi cenderung memilih gaya yang termudah baginya untuk merangkak, sehingga tidak ada tolak ukur gaya merangkak mana yang benar atau salah.

Bukan hanya merangkak mundur, menurut Healthy Children, setiap bayi cenderung merangkak dengan berbagai gaya yaitu:

1. Gaya Klasik

Bayi menanggung berat pada tangan dan lututnya, lalu menggerakkan satu lengan dan lutut yang berlawanan ke depan pada saat yang bersamaan.

2. Gaya Beruang (Bear Crawling)

Bear Crawling

Foto: Bear Crawling (https://www.pinterest.com/pin/460141286926778734/)

Foto: pinterest.com

Gaya ini tampak seperti gaya merangkak klasik, tetapi bayi menjaga siku dan lututnya lurus, berjalan dengan tangan dan kaki seperti yang dilakukan beruang.

3. Gaya Perut (Commando Crawling)

Commando Crawling

Foto: Commando Crawling (https://www.parents.com/baby/development/crawling/types-of-baby-crawls/)

Foto: parents.com

Bayi menggerakkan tubuhnya ke depan sambil menyeret perutnya di permukaan lantai.

4. Bottom Scotter

Bayi bergerak dengan cepat menggunakan lengannya untuk bergerak maju, sementara lututnya ditekuk dan kakinya menapak di lantai.

Baca Juga: Bayi Tidak Merangkak Tapi Mengesot, Normalkah?

5. Gaya Kepiting (Crab Crawl)

Bayi bergerak mundur atau menyamping seperti kepiting, mendorong tubuhnya dengan tangannya.

6. Rolling Crawl

rolling crawl

Foto: rolling crawl (https://www.wonderbaby.org/articles/baby-crawling-types)

Foto: wonderbaby.org

Bayi berusaha untuk sampai ke tujuannya dengan cara berguling dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

“Banyak bayi yang merangkak ke samping seperti kepiting (crab-crawl) atau bergerak mundur. Dan, tentu saja banyak bayi yang merangkak maju dengan cara tradisional. Setiap bayi itu unik,” kata Dr. Greene.

Nah, sekarang terjawab kan mengapa bayi merangkak mundur dan bagaimana cara stimulasi bayi untuk merangkak? Karena ini adalah hal normal, Moms tidak perlu khawatir ya. Sekarang, fokus saja pada stimulasi. Selamat mencoba!

Baca Juga: Bayi Melewati Fase Merangkak dan Langsung Berjalan, Mengapa?

Tanda-tanda Yang Perlu Diwaspadai!

Bayi Tidak Merangkak Bagaimana Cara Melatihnya.jpg

Foto: Bayi Tidak Merangkak Bagaimana Cara Melatihnya.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Beberapa bayi cenderung melewatkan keterampilan merangkak dan langsung belajar berdiri atau berjalan.

Tetapi jika Si Kecil belum menunjukkan kemajuan terkait kemampuan menggerakkan tubuhnya (berguling hingga merangkak) pada usia 12 bulan, segera konsultasikan dengan dokter anak.

Demikian halnya jika Moms mendapati bahwa Si Kecil cenderung menyeret satu sisi tubuhnya atau kesulitan untuk bergerak saat mencoba merangkak.

Pasalnya, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal PNAS, tanda-tanda tersebut dapat mengacu pada autisme.

Dalam banyak kasus, bayi dengan cerebral palsy dan gangguan neuromuskuler lainnya cenderung menghadapi kurangnya koordinasi atau kekuatan yang membuat mereka kesulitan melakukan gerakan merangkak yang terkoordinasi.

“Bayi yang tidak mengeksplorasi dan berinteraksi dengan lingkungan bisa jadi mengalami keterlambatan perkembangan kognitif,” kata Peter Pidcoe, DPT, Ph.D., seorang associate professor dan asisten pimpinan di Departemen Terapi Fisik, Virginia Commonwealth University School of Allied Health Profession, seperti dikutip dari VCU News.

Jadi, jangan langsung panik ya Moms jika mendapati bayi merangkak mundur. Perhatikan terlebih dahulu bagaimana setiap tahap perkembangannya.

Jika Moms merasa ada yang salah, konsultasikan hal tersebut pada dokter anak ya.