02 Juli 2024

6 Perkembangan Bayi 3 Bulan, Lehernya Sudah Semakin Kuat!

Perkembangan bayi 3 bulan kerap mencuri perhatian

Perkembangan bayi memang selalu menarik untuk diperhatikan, termasuk perkembangan bayi 3 bulan.

Di usia ini, bayi sudah mulai meninggalkan masa-masa newborn dan bersiap memasuki episode baru dalam perkembangannya.

Begitu banyak yang telah terjadi dalam waktu yang sangat singkat saat membesarkan bayi. Si Kecil kini menjadi jauh lebih besar dan kekuatan otaknya juga meningkat.

Baca Juga: 15 Rekomendasi Mainan Bayi 3-6 Bulan untuk Melatih Sensorik

Perkembangan Bayi 3 Bulan

Bayi kini berusia 3 bulan dan menunjukkan perkembangan yang luar biasa.

Moms kini bisa mendapat waktu tidur yang lebih lama dan juga mendapatkan respons saat bermain dengan bayi.

Ini adalah awal dari waktu-waktu yang menyenangkan!

Apa saja yang berubah dan perkembangan apa saja yang dialami Si Kecil di usia ini?

1. Keterampilan Motorik

Bayi Tengkurap (Orami Photo Stocks)
Foto: Bayi Tengkurap (Orami Photo Stocks)

Indikator perkembangan bayi 3 bulan yang pertama adalah keterampilan motorik. Saat ini, beberapa refleks bawaan bayi mulai menghilang.

Salah satunya adalah refleks Moro yang terlihat sejak beberapa bulan pertama.

Saat berusia 3 bulan, bayi harus memiliki kekuatan leher yang lebih baik.

Ketika memegangnya secara tegak, Moms akan melihat lehernya menguat dengan sedikit sekali terlihat goyang.

Bayi juga memiliki kekuatan tubuh bagian atas yang bisa menopang kepala dan dada dengan tangan sambil berbaring tengkurap.

Sementara, kekuatan tubuh bagian bawah juga cukup untuk merentangkan kaki dan menendang.

Bayi sekarang dapat mulai menanggung berat pada kakinya, jika Moms memegangnya dengan tegak. Dalam beberapa bulan lagi, bayi bisa bangkit dengan gembira!

Perkembangan bayi 3 bulan lainnya adalah ia juga mampu berguling.

Meski awalnya terlihat terkejut saat mendapati dirinya menghadap ke atas, bayi akan bisa beradaptasi dan terus melakukannya karena rasa penasarannya yang mulai meninggi.

Memastikan bayi mendapatkan banyak untuk tummy time akan membantunya mengembangkan keterampilan ini.

Berguling dari belakang ke depan lebih sulit untuk dikuasai dan akan memakan waktu sedikit lebih lama.

Saat ini, bayi juga menunjukkan tanda awal koordinasi tangan-mata, misalnya:

  • Tangan bayi dapat membuka dan menutup
  • Menyatukan, menggesekkan mainan yang menggantung berwarna-warni
  • Meraih mainan
  • Memainkan mainan
  • Memasukkan mainan ke mulut

Selain itu, bayi juga mulai bisa menjangkau dan melacak sesuatu.

Penglihatan bayi telah cukup membaik sehingga memungkinkan dia untuk melihat objek lebih jauh dari tangannya sendiri.

Sekarang, bayi juga memiliki inisiatif untuk meraih sesuatu, terutama jika mereka penuh warna.

Sehingga nanti saat Si Kecil berusia sekitar 5 bulan, bayi sudah dapat melacak objek bergerak dengan matanya sendiri jika terus dilatih.

Baca Juga: 8 Stimulasi Bayi 2 Bulan yang Bisa Moms Lakukan untuk Membantu Tumbuh Kembang Si Kecil!

2. Tidur

Bayi Tertidur (Orami Photo Stocks)
Foto: Bayi Tertidur (Orami Photo Stocks)

Tidur menjadi salah satu indikator perkembangan bayi 3 bulan.

Bayi baru lahir hingga usia 3 atau 4 bulan membutuhkan 14-17 jam tidur dalam periode 24 jam.

Biasanya, bayi bangun setiap 2-4 jam untuk menyusu, menurut National Sleep Foundation.

Saat ini, sistem saraf bayi telah matang dan perutnya dapat menampung lebih banyak ASI atau susu formula.

Perubahan itu memungkinkan bayi tidur selama 6-7 jam sekaligus, yang berarti Moms bisa tidur lebih nyenyak.

Jika bayi bangun tengah malam dan menangis, tunggu sekitar 30 detik sebelum menuju ke kamar bayi.

Terkadang, bayi akan menangis selama beberapa detik dan kemudian kembali tidur. Jika Moms terburu-buru menghampirinya, bayi tidak akan belajar tertidur sendiri.

Ketika tangisan bayi tidak berhenti, susui atau ganti popoknya dalam kondisi gelap jika memungkinkan, dan kemudian segera kembali ke boks.

Ini akan membuat bayi berfikir bahwa malam hari hanya untuk tidur.

Jadwal tidur siang juga harus menjadi lebih rutin. Sebagai bagian dari perkembangan bayi 3 bulan, saat ini bayi membutuhkan tidur siang sekitar 1 1/2-2 jam sehari.

3. Komunikasi

Bayi Berbicara (Orami Photo Stocks)
Foto: Bayi Berbicara (Orami Photo Stocks)

Perkembangan bayi 3 bulan lainnya adalah pendengaran dan penglihatannya mulai membaik.

Bayi dapat memalingkan kepala dan tersenyum saat mendengar suara Moms dan juga suka mendengarkan semua jenis musik.

Bayi juga akan lebih suka melihat mainan berwarna cerah karena kontras yang tajam akan lebih mudah dilihat.

Wajah benar-benar menarik bagi bayi berusia 3 bulan. Bayi juga akan menatap dengan seksama bayangannya sendiri di cermin.

Hal ini akan membuat Moms mudah menjalin komunkasi dengan Si Kecil.

Ini adalah tahap yang oleh psikiater anak Margaret Mahler disebut sebagai 'penetasan' ketika bayi keluar dari 'kerang' dan mulai bereaksi dan berhubungan dengan dunia sekitar.

“Bagian dari proses penetasan ini melibatkan interaksi dengan orang-orang dan tersenyum untuk kesenangan, atau dikenal sebagai senyum sosial,” kata dia.

Saat ini, tangisan bukan lagi metode komunikasi utama bayi. Bahkan, bayi berusia 3 bulan harus menangis tidak lebih dari satu jam setiap hari.

Jika tangisan melebihi ini atau tampak berlebihan, ini bisa menjadi masalah yang bisa jadi terkait dengan refluks atau masalah medis lainnya.

Alih-alih menangis, bayi mulai berkomunikasi dengan cara lain, seperti bersuara dan mengeluarkan suara vokal ‘oh’ dan ‘ah,’ misalnya.

Libatkan Si Kecil dalam percakapan dengan merespons suara-suara ini. Moms bisa menceritakan apa yang sedang dilakukan dan tunggulah responsnya.

Katakan, ''Mama akan mengganti popok sekarang". Bayi akan mendengarkan dan menonton ekspresi wajah Moms saat berbicara.

Akhirnya, bayi akan mulai membentuk suaranya sendiri dan membuat gerakannya sendiri.

Melakukan percakapan juga merupakan cara yang bagus untuk menjalin bonding dengan bayi.

Baca Juga: 16 Rekomendasi Baby Play Gym untuk Stimulasi Motorik Anak

4. Pertumbuhan Fisik

Memeriksakan Bayi ke Bidan (Orami Photo Stocks)
Foto: Memeriksakan Bayi ke Bidan (Orami Photo Stocks)

Pertumbuhan fisik juga jadi perhatian dalam melihat perkembangan bayi 3 bulan. Apakah bayi terlihat terlalu gemuk, atau terlalu kurus?

Untuk penilaian yang akurat, lihat berat bayi dan juga panjangnya di bagan tinggi-berat badan.

Jika tinggi dan beratnya berada pada kurva yang sama, bisa jadi bayi hanya lebih besar atau lebih kecil dari rata-rata.

Mengapa itu penting? Bayi yang terlalu gemuk dan bertambah gemuk dengan sangat cepat dalam 6 bulan pertama mungkin memiliki peningkatan risiko obesitas.

Bayi yang kelebihan berat badan hingga usia 4 tahun berisiko lebih tinggi menjadi orang dewasa yang kelebihan berat badan, menurut National Institutes of Health.

Itulah sebabnya, Moms sebaiknya tidak menyusuinya secara berlebihan.

Dengan kata lain, jangan selalu menenangkan bayi dengan botol atau payudara setiap kali ia rewel. Cari tahu cara lain agar membuat suasana hati bayi lebih baik.

Di sisi lain, jika bayi terlihat kurus dan mendapat persetujuan dokter, Moms harus meningkatkan upaya menyusui sehingga bayi dapat menaikkan berat badan.

Sebab, kenaikan berat badan menjadi salah satu tolak ukur dalam melihat perkembangan bayi 3 bulan.

Baca Juga: 12 Rekomendasi Mainan Bayi 3 Bulan yang Mendukung Perkembangannya

Sekarang, selain merawat dan menyusui Si Kecil secara rutin, pekerjaan Moms akan bertambah dengan...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.