19 Agustus 2019

Bayi Mengisap Jempol, Begini 5 Cara Menghentikannya

Mengisap jempol merupakan bentuk kenyamanan yang dirasakan Si Kecil

Beberapa bayi gemar mengisap jempol.

Ketika seorang bayi tidak cukup puas dengan kegiatan menyusui, baik langsung atau lewat botol, mereka belajar bahwa mengisap jempol memberikan kenyamanan baginya.

Mengutip situs dr. Sears, kemampuan bayi untuk menggunakan bagian tubuh mereka sendiri untuk mendapatkan kenyamanan adalah tanda kesehatan emosional, bukan gangguan psikologis.

"Sangat umum bagi bayi untuk menggunakan jempol atau jari mereka sebagai bagian dari rutinitas untuk menemukan kenyamanan dan menenangkan diri mereka sendiri," kata dokter anak Robert Anderson, mengutip WebMD.

Namun, kerap mengisap jempol dapat memberikan beberapa dampak dan risiko.

Misalnya, mengisap jempol dapat merusak struktur gigi dan mulut anak, atau jempol yang sering diisap akan jadi sakit, dan berdarah.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat Si Kecil berhenti mengisap jempol.

Namun, penting diingat bahwa dalam proses membuat anak berhenti mengisap jempol mungkin bisa memprovokasi kecemasan anak-anak.

Hal ini karena bagi banyak anak, mengisap jempol adalah kegiatan yang menenangkan yang dapat membantu mengurangi kecemasan mereka.

Berikut tips membuat anak berhenti mengisap jempol, mengutip dari situs dr. Sears.

Baca Juga: Bayi Menghisap Jempol dan Tidak Mau Menyusu, Bagaimana Mengatasinya?

1. Penuhi Kebutuhan Mengisapnya Lebih Cepat

anak mengisap jempol-11.jpg
Foto: anak mengisap jempol-11.jpg (today.com)

Mengisap memuaskan kebutuhan akan keterikatan pada anak.

Kebutuhan yang sudah terpenuhi akan hilang, sementara kebutuhan yang tidak dipenuhi bisa menjadi sebuah kebiasaan.

Biarkan Si Kecil menghisap jempol selama awal masa bayi, dan berikan ASI selama mungkin.

Biarkan bayi mengisap jari-jari Moms, atau mengisap payudara, jari, atau dot kosong, setelah rasa lapar bayi terpuaskan.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa bayi yang kebutuhan mengisapnya sudah terpenuhi jarang memiliki kebiasaan mengisap jempol.

2. Tawarkan Alternatif yang Diisap

anak mengisap jempol-3.jpg
Foto: anak mengisap jempol-3.jpg (today.com)

Jika Si Kecil cukup intens dalam mengisap jempol, cobalah mengalihkan perhatian Si Kecil kepada hal lain seperti: pijatan, bernyanyi, atau bermain video games untuk anak yang usianya sudah lebih besar.

Semakin dini bayi belajar bahwa ada cara lain untuk menemukan kenyamanan selain mengisap payudara, botol, jempol, atau dot, semakin ia akan mencari alternatif untuk kepuasan nantinya.

Baca Juga: 4 Penyebab Puting Lecet dan Cara Agar Tetap Bisa Menyusui Si Kecil

3. Buat Anak Sibuk untuk Melupakan Jempolnya

anak mengisap jempol-2.jpg
Foto: anak mengisap jempol-2.jpg (verywellfamily.com)

Anak yang tampak bosan bukan tidak mungkin akan langsung melakukan hal yang membuatnya nyaman, salah satunya adalah mengisap jempol.

Buat sibuk anak yang sedang tampak bosan.

Saat Moms melihat jempol Si Kecil mengarah ke mulutnya, alihkan perhatian dan arahkan anak ke aktivitas yang membuat kedua tangannya sibuk.

4. Jaga Suasana Hati Anak Tetap Tenang

anak mengisap jempol-4.jpg
Foto: anak mengisap jempol-4.jpg (YouTube)

Saat anak bertambah besar, ia akan mengisap jempol untuk menenangkan dirinya.

Lakukan ragam cara untuk menjaga suasana di rumah tetap damai, sehingga Si Kecil tidak mengisap jempol ketika ia merasa cemas.

Moms juga bisa mengajarkan anak metode lain sebagai bentuk untuk menenangkan dirinya, seperti jalan-jalan ke taman, mendengarkan musik, dan melakukan pernapasan dalam yang lambat ketika ia merasa cemas.

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Balita Sering Bad Mood

5. Pilih Waktu Tepat untuk Intervensi

anak mengisap jempol-5.jpg
Foto: anak mengisap jempol-5.jpg (brushfloss.ca)

Ketika Moms ingin masuk ke dalam kebiasaan anak yaitu mengisap jempol, tunggu sampai anak berada dalam suasana hati yang pas dan membuatnya merasa tidak diganggu.

Saat Moms mencoba 'ikut campur' dengan langsung menarik jempol dari mulutnya, kemungkinan campur tangan Moms akan dianggap sebagai ancaman bagi kemerdekaan Si Kecil.

(AP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.