Di atas 5 tahun

2 Desember 2021

Bisa Negatif dan Positif, Ketahui Dampak Game Online pada Karakter Anak

Dampingi anak saat bermain video game, ya Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Saat memberikan fasilitas dan kebebasan mengaksesnya untuk Si Kecil, apakah Moms sudah paham tentang dampak game online?

Rupanya, game canggih yang menjadi hiburan favorit banyak anak di seluruh dunia ini bisa memberikan pengaruh positif dan negatif lho, pada perkembangan karakter anak!

Sisi positif dan negatif dari kebiasaan bermain game online berteknologi tinggi wajib menjadi perhatian Moms mulai saat ini.

Sebagai suatu bentuk permainan yang dikembangkan untuk memberikan hiburan, dampak game online juga ada negatif dan positifnya, Moms.

Apa saja, ya? Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Baca Juga : 4 Alasan Anak Suka Main Game

Dampak Game Online yang Positif pada Anak

shutterstock 414175912

Foto: Orami Photo Stock

Di balik keseruannya, tentu ada pula dampak game online lainnya yang mungkin menjadi pertimbangan Moms saat memberikan fasilitas ini.

Tidak selalu negatif, ada pula beberapa dampak game online yang positif, seperti:

1. Berpikir Secara Efektif

Berpikir secara efektif dan mengingkatkan critical thinking adalah salah satu dampak game online yang positif, lho.

Misi dengan tingkat kesulitan berbeda akan membuat otak Si Kecil bekerja secara efektif untuk berusaha melewati rintangan dan menjadi pemenang.

Selain itu, misi tersebut juga membuat kinerja otak semakin meningkat.

2. Berpikir Cepat

Game online biasanya memberikan batasan waktu untuk para pemain dalam menyelesaikan rintangan.

Dampak game online ini dapat membantu pembentukan karakter anak yang mampu berpikir cepat dan tepat untuk menyelesaikan masalah.

3. Menambah Aktivitas Otak

Salah satu dampak game online secara positif yang bisa Si Kecil rasakan yaitu menambah dan mengasah aktivitas otak.

Tentu saja, pada setiap permainan dibutuhkan konsentrasi tinggi agar dapat fokus mencapai skor tertinggi.

Selain itu, sambil menyelesaikan misi dibutuhkan strategi tepat sehingga memaksa otak Si Kecil untuk mencari inovasi agar dapat menang melawan musuh. 

Baca Juga: Perkembangan Motorik Halus pada Anak dan Cara Melatihnya, Wajib Tahu!

4. Pribadi yang Teliti dan Penuh Konsentrasi

Dampak game online selanjutnya dapat melatih anak untuk berkonsentrasi pada suatu hal.

Bagian-bagian detail yang sangat kompleks juga membuatnya terbiasa memahami hal-hal secara teliti.

5. Melatih Rasa Kesportifan Terhadap Lawan

Dampak game online kelima yaitu dapat melatih rasa sportif pada lawan.

Hal ini dapat membuat Si Kecil lebih siap menerima kekalahan tanpa rasa putus asa ataupun kemenangan dengan rendah hati.

Cara seperti ini dapat membuatnya bermain lebih jujur mengikuti aturan yang berlaku. 

Biasanya permainan olahraga online ini tidak hanya dipelajari oleh para orang dewasa saja, namun anak-anak hingga remaja pun bisa mengerti makna dari bermain game online.

Permainan online memang dapat dimainkan oleh hampir segala usia namun pastikan Moms juga mengawasi anak-anak agar tidak berlebihan dalam memainkannya.  

6. Membiasakan Diri dengan Lebih dari Satu Aktivitas

Agar dapat mencapai kesuksesan dalam bermain game online, dibutuhkan keahlian yang baik.

Oleh karena itu, Si Kecil membutuhkan konsentrasi tinggi agar dapat melakukan hal tersebut.

Kebiasaan tersebut dapat menghasilkan dampak game online yang positif, yaitu terbiasa melakukan lebih dari satu kegiatan secara bersamaan. 

Baca Juga : 4 Tips Memilih Video Game Untuk Anak

Dampak Game Online yang Negatif pada Anak

shutterstock 733157317

Foto: Orami Photo Stock

Selain manfaat positif untuk perkembangan karakter anak, dampak game online juga bisa negatif untuk perkembangan mental buah hati lho, Moms!

Apa saja?

1. Perilaku Agresif

Dampak game online yang menampilkan kekerasan, seperti:

  • Membunuh
  • Menendang
  • Melukai orang lain untuk mencapai kemenangan

Hal ini dapat membuat Si Kecil memiliki perilaku yang lebih agresif ketika berhadapan dengan kehidupan nyata.

Kekerasan yang dilihatnya setiap hari dianggap menjadi “hal biasa” yang memberikan kepuasan pada dirinya.

2. Antisosial

Anak yang menghabiskan waktunya untuk bermain game online saja tidak memiliki banyak kesempatan untuk bergaul dengan teman-teman seusianya.

Selain itu, anak yang kecanduan bermain game biasanya akan lebih memilih bermain komputer di rumah daripada bermain di luar bersama teman-temannya.

Alhasil, dampak game online ini akan membuat Si Kecil lebih suka menyendiri dan menjadi individu yang antisosial.

3. Berbicara Kasar

Kata-kata kasar bisa diperoleh Si Kecil dari para pemain game online lain yang tersebar di dunia maya.

Dampak game online yang negatif, kata-kata ini akan mudah masuk ke dalam otak dan ditiru oleh buah hati yang menikmati game tersebut.

Baca Juga: Jenis Game Puzzle Anak dan Manfaatnya yang Wajib Moms Ketahui

4. Depresi dan Selalu Cemas

Melansir Penelitian University of Utah, anak yang kecanduan bermain game online lebih mudah merasa depresi dan cemas dalam kehidupan sehari-hari.

5. Menurunkan Tingkat Konsentrasi Anak

Melansir Parenting Firs Cry, kecanduan bermain game online bisa membuat anak mengalami gangguan konsentrasi.

Ketika anak senang bermain game, akan terjadi perubahan pada struktur dendrit sel-sel di dalam otaknya.

Hal ini mengakibatkan konsentrasi anak menurun, sehingga ia mudah lupa dan gagal fokus.

Paparan radiasi dari perangkat elektronik juga bisa melemahkan konsentrasi anak.

6. Mengalami Gaming Disorder

Dampak game online yang negatif lainnya adalah gaming disorder.

Saat seseorang mengalami gaming disorder, maka ada perubahan fungsional dan struktural dalam sistem saraf.

Terutama pada sistem yang mengatur perasaan senang, belajar, dan motivasi.

Ternyata, perubahan otak yang dialami oleh pecandu game online sama dengan perubahan yang terlihat pada kelainan kecanduan lainnya.

Dilansir dari Psychology Today, jalur yang ada di otak depan, tepatnya neurotransmitter yang menghasilkan dopamin, menjadi aktif ketika seseorang bermain video game. 

Nah, reaksi ini sama seperti orang yang menggunakan obat-obatan seperti heroin.

Pada pecandu game online, mereka mengalami peningkatan dopamin 2 kali lipat.

Sedangkan pada pengguna heroin, kokain, atau amfetamin, peningkatan dopamin terjadi sekitar 10 kali lipat.

7. Masalah Komunikasi

Tidak hanya kemampuan bersosialisasi saja yang bermasalah, anak yang kecanduan game online juga akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.

Kegiatan berkomunikasi bukan hanya sekadar mendengarkan dan memberi respons perkataan orang lain, tapi juga termasuk membaca ekspresi lawan bicara.

Anak yang kurang bersosialisasi biasanya kesulitan melakukan hal ini.

Baca Juga: 6 Aplikasi dan Game Edukasi di Android untuk Anak

Dengan adanya dampak game online yang positif dan negatif untuk perkembangan karakter anak, mulai saat ini Moms harus pandai-pandai mengatur waktu.

Ajak anak untuk membuat jadwal bermain game sendiri, sehingga dia bisa membagi waktunya untuk kegiatan lain, termasuk hobi dan juga belajar.

Selain itu, jenis game yang dimainkan anak juga perlu diperhatikan agar Si Kecil terhindar dari adegan kekerasan dan pornografi.

Jangan sampai game yang bertujuan untuk memberikan hiburan justru membawa dampak yang buruk bagi karakter anak Moms.

  • https://healthcare.utah.edu/the-scope/shows.php?shows=0_rfmd6ynh#:~:text=Too%20much%20video%20game%20can,having%20aggressive%20thoughts%20and%20behaviors.
  • https://www.streetdirectory.com/travel_guide/103986/gaming/effects_of_online_gaming_on_kids.html
  • https://repository.bbg.ac.id/bitstream/495/1/ICIP2017_040_paper.pdf
  • https://blog.mspy.com/kids-online-gaming-effects/
  • https://parenting.firstcry.com/articles/video-games-impact-on-children-the-good-and-the-bad/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait