Rupa-rupa

22 Juli 2020

Klepon Dinilai Tidak Islami, Ini Fakta-faktanya!

Simak fakta di balik keviralan klepon tidak islami ini.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Teti
Disunting oleh Dina Vionetta

Klepon, makanan khas Indonesia dengan rasa manis tengah naik daun dan viral.

Namun, jajanan pasar ini bukan viral seperti makanan lain yang naik daun karena diisi keju mozarella dan jadi kekinian,

Klepon dianggap jajanan yang tidak Islami dan patut dijauhi!

Fakta Post Viral Klepon Tidak Islami

Yuk, simak kisah di balik fakta klepon tidak islami ini.

Baca Juga: Yuk Coba 5 Jajanan Kekinian dari Klepon. Ada Gelato Klepon lho Moms!

1. Ajakan Membeli Jajanan Islami

klepon1.jpg

Foto: twitter.com/ditut

Dalam unggahan yang belum diketahui siapa pengunggah pertamanya, terlihat foto cemilan manis itu dengan tulisan, "Yuk tinggalkan jajanan yang tidak Islami dengan cara membeli jajanan Islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami...".

Foto itu juga diberikan keterangan 'Abu Ikhwan Aziz' yang sepertinya mengarah pada nama toko syariah yang mengacu pada caption.

Baca Juga: Yuk, Coba 5 Cemilan Sehat Untuk Perkembangan Otak Anak

2. Viral di Media Sosial

klepon2.jpg

Foto: okezone.com

Usai unggahan tersebut, klepon menjadi viral di berbagai media sosial, tidak terkecuali berita online. Sudah puluhan ribu akun di berbagai media sosial mengunggah ulang potret tersebut, baik yang pro maupun kontra.

3. Menggunakan Foto Tanpa Izin

klepon3.jpg

Foto: tempo.co

Di Twitter @pinot menjelaskan kalau ternyata foto klepon yang sangat menarik itu adalah milik istrinya, Dita W. Ichwandardi.

Uniknya, menurut Pinot, akun pengunggah foto tersebut menggunakannya tanpa seizin Dita sebagai pemilik foto.

Foto klepon itu juga disebutkan sebagai foto lama saat Dita masih menjadi food blogger.

Baca Juga: Suka Kulineran? Ini 4 Tips Wisata Kuliner Dari Food Blogger Hans Danial

4. Memancing Keributan

klepon4.jpg

Foto: food.detik.com

Adapun mengutip Republika.co.id, dengan menggunakan teori komunikasi unggahan tersebut memang digunakan untuk memancing keributan.

Pasalnya, unggahan tersebut juga memanfaatkan ilmu psikologi dalam pemasaran yakni membangkitkan emosional calon pelanggan.

Pelanggan di postingan tersebut adalah warganet.

Dengan memposting Kue Klepon tak Islami, tanpa harus banyak bekerja keras, si pemosting akan meraup tujuannya lebih cepat karena besar kemungkinan umpannya akan disambar akun-akun lain.

Jika umpan sudah termakan, para warganet pun akan bereaksi emosional. Baik yang pro maupun yang kontra.

5. Tidak Diketahui Siapa Abu Ikhwan Aziz

klepon5.jpg

Foto: jpnn.com

Dalam unggahan tersebut, tertulis Abu Ikhwan Aziz. Sayangnya, saat ditelusuri ternyata akun tersebut tidak ditemukan.

Mengutip detik.com, Ismail Fahmi Founder Drone Emprit (DE) melakukan penelusuran foto klepon melalui DE dan dibagikan di laman Twitternya @ismailfahmi.

Drone Emprit sendiri merupakan sebuah sistem yang dapat memonitor dan menganalisa media sosial dan platform online yang berbasis teknologi big data.

Dalam penelusurannya, ia mencari tahu siapa yang pertama kali menyebarkan foto klepon bernada sentimen tersebut.

Menurutnya flyer foto klepon bernada sentimen itu berkaitan dengan dua kelompok yang berbeda pandangan soal pemilih Presiden beberapa tahun lalu.

Oleh karena itu, Ismail Fahmi menyarankan untuk tidak termakan dengan flyer foto klepon tersebut.

Itulah fakta soal klepon tidak islami. Jadilah netizen yang cerdas, ya, Moms!

Baca Juga: 6 Anak Kecil Ini jadi Terkenal karena Videonya Viral, Siapa Saja Mereka?

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait