Program Hamil

7 Mei 2019

Konseling Prakonsepsi, Perlu atau Tidak?

Jangan sampai lupa bikin janji konseling, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Persiapan kehamilan yang ideal dimulai sejak sebelum konsepsi atau pembuahan. Moms dan Dads dapat mengawalinya dengan melakukan konseling prakonsepsi.

“Menemui dokter spesialis obstetri dan ginekologi adalah langkah pertama yang perlu dilakukan oleh tiap pasangan yang sedang merencanakan kehamilan,” ujar Michele Hakakha, M.D., F.A.C.O.G., penulis buku Expecting 411: Clear Answers & Smart Advice for Your Pregnancy.

Dalam konseling sebelum hamil itu, menurut Hakakha, Moms dan Dads dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai berbagai faktor yang dapat mendukung kehamilan sehat, hingga masalah yang diperkirakan dapat memengaruhi konsepsi maupun kehamilan.

Untuk memberikan gambaran, berikut sejumlah hal yang akan ditanyakan atau dibahas dalam konseling prakonsepsi.

1. Alat Kontrasepsi yang Digunakan

1501664710-contraceptive-pill (1).jpg

Foto: parents.com

Dokter akan meminta Moms untuk segera berhenti menggunakan kontrasepsi. Ia juga akan menjelaskan perkiraan waktu Moms untuk menunggu efek alat kontrasepsi benar-benar hilang sebelum Moms dan Dads memulai program hamil.

Baca Juga: Tren Salad Bar yang Kaya Akan Protein

2. Siklus Menstruasi

fifoprod (1).jpg

Foto: urbanbalance.com

Siklus ini merupakan faktor penting dalam perencanaan konsepsi. Dokter akan menanyakan panjang siklus menstruasi Moms setiap bulan dan tanggal terakhir Moms mendapatkan menstruasi.

Informasi tentang siklus ini akan membantu memberi gambaran bagi dokter maupun Moms dan Dads tentang kondisi kesuburan Moms, serta waktu terbaik untuk melakukan konsepsi.

3. Riwayat Kesehatan

blurred-background-close-up-curly-hair-1418356 (1).jpg

Foto: hearstapps.com

Pada konseling sebelum hamil, dokter akan menanyakan apakah Moms memiliki kondisi kesehatan khusus, terutama yang kronis, seperti diabetes, darah tinggi, penyakit jantung, dan lain-lain.

Bila tidak, apakah ada kerabat dekat Moms yang memiliki kondisi tersebut. Bila dokter menganggap Moms berisiko terhadap kondisi atau penyakit tertentu, ia akan memberikan rekomendasi yang sedikit berbeda dari yang diberikan kepada Moms tanpa kondisi kesehatan tertentu.

Tujuannya untuk menekan risiko munculnya penyakit tersebut saat Moms hamil.

4. Riwayat Kesehatan Reproduksi

happy-woman-looking-at-pregnancy-test_0 (1).jpg

Foto: pexels.com

Hal ini penting ditanyakan dokter pada konseling prakonsepsi agar dokter mempunyai gambaran tentang kondisi organ maupun sistem reproduksi Moms.

Sampaikan semua riwayat Moms terkait kesehatan reproduksi kepada dokter. Misalnya, bila Moms pernah mengalami peradangan di area vagina, infeksi menular seksual (IMS), miom, kista, endometriosis, atau yang lain.

Baca Juga: Jaga Kedekatan dengan Pasangan Saat Berjuang Menjalani Program Hamil

5. Obat-obatan yang Sedang Dikonsumsi

136655_Multiple-daily-drugs_GettyImages-171338485_credit-Eplus_Getty-Images (1).jpg

Foto: parents.com

Moms dengan kondisi kesehatan khusus biasanya mengonsumsi obat secara rutin. Pastikan hal ini disampaikan kepada dokter ya, Moms.

Dokter akan memeriksa apakah obat tersebut dapat terus dikonsumsi saat Moms hamil nanti. Bila tidak, dokter akan menggantinya dengan obat lain yang aman bagi kehamilan.

Selain itu, Moms juga perlu memberi tahu dokter bila secara rutin mengonsumsi vitamin atau suplemen, baik yang berdasarkan resep dokter atau yang dijual bebas.

Itulah beberapa hal yang umumnya ditanyakan oleh dokter saat Moms dan Dads melakukan konseling prakonsepsi. Jadi, apakah menurut Moms konseling prakonsepsi perlu dilakukan? Semua kembali kepada pilihan Moms ya.

(AN/AND)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait