22 Mei 2019

Kulit Bayi Kuning atau Oranye Saat Makan MPASI? Mungkin Itu Pertanda Carotenemia

Banyak makan wortel bisa merubah warna kulit jadi orange, ternyata bukan mitos.

Melihat perkembangan dan perubahan bayi hari demi hari tentu merupakan hal yang menyenangkan bagi orang tua manapun.

Namun, jika yang terjadi adalah perubahan warna kulit bayi, maka hal ini tentu membuat panik para orang tua.

Jangan khawatir Moms, perubahan warna kulit bayi bisa saja terjadi jika Si Kecil mengalami carotenemia.

Yuk kenali apa itu carotenemia dan bagaimana pengaruhnya pada tumbuh kembang Si Kecil.

Apa Itu Carotenemia?

Apa itu carotenemia.jpg
Foto: Apa itu carotenemia.jpg

Foto: community.babycenter.com

“Carotenemia adalah kondisi klinis yang ditandai dengan pigmentasi kuning pada kulit dan peningkatan kadar beta-karoten dalam darah,” ungkap dokter anak, Robert A Schwartz, MD, MPH, seperti dikutip dari emedicine.medscape.com.

Kondisi ini membuat kulit bayi terlihat berwarna kuning atau orange yang biasanya terlihat di area dekat kelenjar keringat, seperti hidung, wajah, telapak kaki dan telapak tangan.

Perubahan warna kulit bayi biasanya lebih mencolok pada bayi dengan kulit terang.

Perubahan warna kulit pada bayi dengan carotenemia seringkali menyerupai penyakit kuning.

Namun, jika bayi tidak sakit-sakitan dan rona kulit bayi lebih menjurus ke warna orange (bukan warna kuning terang) serta bagian putih mata bayi tidak berubah kuning, maka dapat dipastikan bahwa itu adalah carotenemia.

Jika gejala yang ditunjukkan bayi mengarah pada penyakit kuning, maka Moms perlu segera memeriksakan Si Kecil ke Dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Baca Juga: Minyak Esensial, Aman untuk Kulit Bayi

Siapa yang Berisiko Mengalami Carotenemia?

Siapa yang berisiko mengalami carotenemia.jpg
Foto: Siapa yang berisiko mengalami carotenemia.jpg

Foto: revelae.com

Perubahan warna kulit bayi menjadi orange karena carotenemia, disebabkan karena bayi banyak mengonsumsi makanan yang mengandung karoten tinggi.

Kandungan ini biasanya terdapat pada buah dan sayur alami dengan warna orange, kuning, hingga hijau tua.

Contohnya: wortel, ubi jalar, labu, kacang-kacangan, bayam, kuning telur, jagung, dan jenis sayuran serta buah lainnya yang mengandung karoten tinggi.

Bayi bisa mendapatkan asupan makanan ini saat sudah mendapatkan MPASI bayi atau melalui makanan yang Moms konsumsi saat menyusui.

Baca Juga: Siap Memperkenalkan MPASI Pada Si Kecil Dengan 6 Cara Ini

Apakah Carotenemia Berbahaya?

Apakah carotenemia berbahaya.jpg
Foto: Apakah carotenemia berbahaya.jpg

Foto: healthgrades.com

Meski mengejutkan untuk melihat perubahan warna kulit bayi.

Namun di sisi lain, kondisi ini juga menandakan bayi mendapatkan asupan vitamin A yang baik.

Vitamin A alami, seperti yang berasal dari makanan yang mengandung beta karoten, tidaklah berbahaya.

Bahkan sangat bermanfaat untuk meningkatkan penglihatan dan perkembangan mata, serta membantu mempertahankan pertumbuhan bayi yang sehat.

“Tidak perlu membatasi makanan ini pada bayi. Karena carotenemia akan hilang seiring berjalannya waktu, bayi semakin bertambah usia dan mengonsumsi makanan yang lebih beragam,” ungkap dokter anak dan penulis The Everything Father’s First Year Book, Vincent Iannelli, MD, seperti dikutip dari verrywellfamily.com.

Jika Moms tetap merasa khawatir dengan perubahan warna kulit bayi, maka Moms bisa mengurangi konsumsi makanan yang mengandung beta karoten tinggi, serta menggantinya dengan sayur dan buah lain yang tetap kaya akan vitamin.

Maka dalam beberapa hari, kulit bayi akan kembali normal.

Jadi, jangan khawatir kalau tiba-tiba kulit Si Kecil berubah orange saat MPASI!

(GS/CAR)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.