3-12 bulan

3-12 BULAN
6 Mei 2020

Growth Spurt Bikin Bayi Sering Menangis, Ini Penjelasannya!

Perhatikan perubahannya agar Moms bisa mengantisipasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Intan Aprilia

Pertumbuhan dan perkembangan bayi pada bulan-bulan pertama kehidupannya memang menakjubkan. Apakah Moms pernah menyadari perubahan besar yang dialami Si Kecil?

Dari bayi dengan kulit bergelambir, mata belo, berubah menjadi lebih berisi, nampak sehat, enerjik dan menggemaskan.

Dalam fase tumbuh kembangnya tersebut, ada yang disebut dengan fase growth spurt bayi. Dalam fase tersebut, bayi mengalami lonjakan perkembangan yang luar biasa hingga dua kali lipat.

Dalam fase ini, bayi tiba-tiba tampak lapar sepanjang waktu, mengantuk, dan rewel tetapi tidak memiliki tanda-tanda penyakit seperti demam atau muntah.

Growth spurt bayi ini bersifat tidak tentu, karena berbeda-beda pada setiap bayi. Bisa saja growth spurt bayi terjadi pada usia 2 hingga 3 minggu, hingga 9 minggu. Atau bisa jadi setiap bulan dengan waktu yang tidak menentu.

Tanda growth spurt bayi yang paling mudah terlihat adalah sering menangis. Kenapa bisa seperti itu?

Baca Juga: 3 Tanda Bayi Sedang Mengalami Growth Spurt

Growth Spurt Bayi

growth spurt bayi

Foto: bbc.co.uk

Dr. Jessica Nash, dokter anak dari Children's National Health System, mengatakan bahwa Moms mungkin akan melihat beberapa perubahan growth spurt bayi yang diiringi dengan banyaknya tangisan.

"Adanya pertumbuhan yang signifikan pada tahun pertama kehidupan seperti berat badan yang bertambah pada usia 6 bulan dan tiga kali lipat pada 1 tahun. Juga ledakan pertumbuhan signifikan lainnya dalam kaitannya dengan perkembangan bayi,” ujar Jessica.

Jessica menambahkan, meskipun tidak ada hubungan yang jelas antara growth spurt bayi dengan lebih banyak menangis, bisa saja pola tidur yang tidak normal menjadi penyebabnya.

"Saat ada perubahan nafsu makan atau perubahan pola tidur, kadang-kadang berpengaruh dan menyebabkan bayi rewel dan malah membuat waktu tidurnya benar-benar terganggu,” jelasnya.

Jika bayi terlalu sering menangis, dia akan kesulitan makan dan tidur. Karena bayi baru bisa berkomunikasi dengan menangis, peningkatan tangisan yang dialami saat growth spurt bayi pada dasarnya adalah cara Si Kecil mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan dia tidak memahaminya.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik Mengenai Growth Spurt Pada Bayi

Bantu Bayi Agar Lebih Nyaman

growth spurt bayi

Foto: hopkinsmedicine.org

Moms mungkin tidak dapat menghentikan tangisan bayi sepenuhnya. Tapi jika Moms menyadari tanda growth spurt bayi, ada beberapa cara untuk membantu menenangkan Si Kecil.

Jessica menyarankan untuk memastikan Si Kecil cukup tidur. "Mencari isyarat untuk tanda-tanda peningkatan kenyamanan juga dapat membantu meredakan tangisannya,” ujarnya.

Selain itu, hal terbaik yang dapat Moms lakukan selama fase growth spurt bayi adalah lebih banyak menyusui. Selama periode bayi baru lahir, yang terbaik adalah menyusui Si Kecil sesering mungkin.

Dilansir dari Kids Health, fase growth spurt pada bayi akan meningkatkan rasa lapar dan ia pun menjadi lebih rewel. Bahkan bayi bisa menyusui sejam sekali dalam beberapa waktu.

Selama kebutuhan ASI dan tidurnya tercukupi, maka akan membuatnya semakin sedikit menangis. Moms harus reaktif dengan semua sinyal yang ditunjukkan bayi.

Cari Bantuan Profesional

growth spurt bayi

Foto: pregnancytoparenting.com

Jika Moms memiliki rasa khawatir Si Kecil tidak mendapatkan ASI yang cukup saaat fase growth spurt bayi, ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan. Misalnya dengan mengamati jumlah popok basah bayi dalam sehari.

Saat Si Kecil berusia lebih dari 5 hari, dia harus memiliki 5 hingga 6 popok per hari. Jika bayi buang air besar, ini pertanda baik bahwa ia sudah cukup makan.

Moms juga bisa melakukan pemeriksaan berat badan. Jika angka dalam skala naik, ini merupakan pertanda baik bahwa bayi bertumbuh.

Saat memasuki growth spurt bayi, penting untuk dipahami bahwa bayi bisa lelah atau lapar dan akan memberi tahu Moms dengan cara menangis.

Namun, Jessica mengingatkan Moms untuk mencari bantuan medis profesional jika melihat ada tanda yang bermasalah.

"Orang tua harus khawatir jika tangisannya tidak dapat dihindarkan, bayi tampak tidak nyaman atau kesakitan, atau kekhawatiran tentang kantuk yang berlebihan. Maka saya akan khawatir ada masalah medis, dan orang tua harus mencari perawatan medis," kata Jessica.

Baca Juga: Mengenal Fase Growth Spurt Pada Bayi, Kapan Terjadi dan Apa yang Harus Dilakukan?

Meski Si Kecil akan lebih rewel saat fase growth spurt, namun Moms akan mendapati perubahan yang luar biasa dan membuat Moms merasa takjub sekaligus bangga menjadi seorang ibu .

Artikel Terkait