Newborn

11 Mei 2021

Mengenal Fase Growth Spurt Pada Bayi, Kapan dan Apa yang Harus Dilakukan?

Si Kecil sulit tidur dan jadi rewel, jangan panik dulu Moms.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Growth spurt istilah ini mungkin sering Moms dengar. Growth spurt adalah lonjakan pertumbuhan.

Pada bayi, momen ini ditandai dengan pertambahan berat badan, panjang badan dan lingkar kepala yang lebih cepat. Si Kecil pun dapat mencapai tonggak perkembangan atau mampu menguasai keterampilan tertentu dengan pesat.

Bagi banyak ibu, tanda growth spurt yang paling nyata adalah ketika bayi lebih banyak menyusu.

Ya, Si Kecil tampak sangat lapar dan lahap menyusu. Perbedaannya ketika disusui, butuh waktu yang lebih lama dari biasanya.

Ketika Si Kecil sedang mengalami lonjakan pertumbuhan, ia mungkin butuh jam tidur yang lebih banyak atau justru lebih sedikit dari biasanya.

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa bayi yang mengalami lonjakan pertumbuhan menjadi rewel dan tidak tenang. Ini tentu dapat mengganggu proses tidur di malam hari.

Baca Juga : Cara Bermain dengan Bayi Usia 0-12 Bulan yang Optimalkan Perkembangannya

Kapan Growth Spurt Terjadi?

bayi merangkak

Foto: Orami Photo Stock

Growth spurt dapat terjadi kapan saja. Moms mungkin merasa percepatan pertumbuhan ini tidak akan pernah berakhir dengan cepat.

Ternyata ada yang terjadi selama 1 hari saja tapi ada juga yang hingga seminggu lamanya.

Melansir Science Direct, bahwa lonjakan pertumbuhan cenderung terjadi pada masa-masa tertentu di tahun pertama bayi, yaitu pada usia 2 minggu, 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, dan 6 bulan.

Moms haru paham bahwa pola pertumbuhan setiap bayi berbeda-beda. Jadi, Moms tak perlu khawatir bila Si Kecil sepertinya tak mengalami lonjakan pertumbuhan pada saat itu.

Mungkin growth spurt-nya terjadi di kemudian hari.

Baca Juga : Ini Bahayanya Jika Bayi Dibawah Usia 6 Bulan Diberi Minum Air Putih

Tanda-tanda Si Kecil Mengalami Growth Spurt

tumbuh kembang bayi

Foto: Orami Photo Stock

Nah, selain minum ASI lebih banyak atau makan lebih lahap, ini tanda-tanda lain dari growth spurt pada bayi yang bisa Moms kenali:

1. Waktu Tidur Berubah

Tepat sebelum dan selama terjadi lonjakan pertumbuhan, bayi mungkin tampak lebih mudah mengantuk dari biasanya.

Ia jarang terbangun di malam hari dan lebih sering tidur siang pertanda menyalurkan energinya untuk bertumbuh.

Suatu studi menyebutkan, selama masa lonjakan pertumbuhan, bayi bisa tidur sampai 4,5 jam lebih dari biasanya.

Tidak jelas mengapa hal ini terjadi, tapi diduga saat ia tidur berlangsung pula proses produksi Human Growth Hormone (HGH).

HGH ini sangat penting untuk pertumbuhan, sehingga tidur memberi ‘bahan bakar’ yang dibutuhkan bayi tumbuh.

Meski begitu, di masa lonjakan pertumbuhan ini sebagian bayi malah tampak kurang tidur. Ia lebih sering terbangun di malam hari dan tidur siang hanya sebentar.

2. Rewel

Selama growth spurt, bayi mungkin tampak lebih gelisah dan manja atau tak mau lepas dari Moms. Ia ingin selalu bersama Moms di sepanjang waktu dan menangis bila ditinggalkan. Padahal, biasanya dia tenang dan tidak menangis bila ditinggal.

Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan perubahan perilaku ini. Mungkin bayi merasa lelah karena energinya tercurah di masa lonjakan pertumbuhan tersebut.

Jadi, apabila bayi tampak lebih rewel tak usah khawatir berlebihan ya Moms.

Mungkin sebagai tanda ia akan menguasai keterampilan baru, seperti berguling atau merangkak! Menyenangkan, bukan?

3. Pola Tidur Berubah

Bayi yang sering terbangun saat tidur nyenyak di malam hari merupakan salah satu tanda sedang mengalami masa growth spurt.

Melansir American Academy of Sleep Medicine (AASM), bayi yang mengalami percepatan pertumbuhan akan merubah pola tidurnya.

Pada kasus ini, bayi akan terbangun tengah malam meskipun sudah cukup tidur siang. Namun, pada pagi atau siang hari ia akan tertidur pulas.

Jika Si Kecil mengalami tanda ini, Moms tidak perlu khawatir ya. Hal ini karena jika masa growth spurt sudah lewat, pola tidur Si Kecil akan kembali seperti awal.

4. Menguasai Hal Baru

Sebelum masa growth spurt, mungkin agak sulit untuk mengajarkan Si Kecil bertepuk tangan atau memegang mainan.

Namun, saat mengalami masa ini, Si Kecil cenderung bisa melakukannya sendiri.

Hal ini karena otak bayi secara fisik membesar bersama dengan seluruh tubuhnya saat dia belajar untuk menavigasi dunia, menyebabkan tengkoraknya tumbuh dan bergabung secara bergantian.

Baca Juga: Mengenal Inkubator Bayi, Tempat Tidur untuk Bayi dengan Kondisi Tertentu

Cara Mengatasi Growth Spurt

tumbuh kembang si kecil

Foto: Orami Photo Stock

Growth spurt memang tidak bisa diatasi secara pasti. Namun, Moms bisa melakukan hal-hal saat Si Kecil mengalami masa percepatan pertumbuhan ini.

Lalu, apa yang harus Moms lakukan di masa lonjakan pertumbuhan ini? Disimak ya Moms.

1. Selalu Beri Makan Ketika Mereka Lapar

Jika Si Kecil biasanya menyusu hingga 3 jam, tetapi tiba-tiba berubah hanya 2 jam Moms bisa memberikan dia makan.

Ini biasanya hanya akan bertahan beberapa hari dan tambahan makanan untuk memastikan bahwa memenuhi kebutuhan mereka.

Jika Si Kecil menggunakan susu formula atau susu yang dipompa, Moms mungkin ingin menawarkan ons ekstra selama makan siang hari atau di antara waktu makan jika mereka masih tampak lapar.

2. Bantu Mereka Tidur

Lakukan yang terbaik untuk mengikuti langkah mereka, jika mereka membutuhkan istirahat tambahan.

Jika Moms tampaknya tidak bisa membuat mereka tidur, tunjukkan kesabaran meskipun ada hal-hal yang sedikit lebih menantang pada waktu tidur atau saat bangun malam.

Penting untuk mempertahankan rutinitas dan jadwal waktu tidur yang biasa jika memungkinkan. Ini akan membuat kembali ke pola tidur awal setelah Si Kecil melalui percepatan pertumbuhan.

Baca Juga: Cara Memandikan Bayi Baru Lahir, Panduan untuk Ibu Baru

3. Bersabarlah dan Penuh Kasih

Berikan pelukan ekstra dan waktu yang menenangkan untuk Si Kecil. Ketika mereka rewel Moms dapat mencoba mengajak berbicara, membaca buku, menyanyi, mendongeng, bergoyang, atau apapun yang disukai Si Kecil.

4. Selalu Jaga Kesehatan

Pada masa growth spurt mungkin mereka membuat Moms lelah. Jangan lupa untuk selalu perhatikan kebutuhan makanan dan istirahat Moms sendiri.

Biarkan orang lain, seperti keluarga membantu merawatnya agar Moms bisa bergantian istirahat.

5. Perhatikan Kesehatan Si Kecil

Moms tetap perhatikan kesehatan Si Kecil ya. Hal ini karena bayi tidak dapat memberi tahu apa yang mereka rasakan.

Jika Si Kecil mengalami gejala lain di luar apa yang dijelaskan di atas, pertimbangkan apakah itu mungkin sesuatu selain growth spurt.

Tak lupa jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda penyakit, seperti demam, ruam, dehidrasi, atau masalah kesehatan lainnya, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter ya.

Itu dia Moms tentang growth spurt. Jika bayi mengalami tanda di atas jangan terlalu khawatir. Artinya Si Kecil akan menjadi lebih pintar.

Tetapi jika ada masalah tanda-tanda penyakit, segera periksa ke dokter ya Moms.

  • https://aasm.org/study-is-the-first-to-link-sleep-duration-to-infant-growth-spurts/
  • https://www.parents.com/baby/development/what-are-the-signs-of-a-growth-spurt/
  • https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/growth-acceleration
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait