03 November 2022

Limbah Organik Menumpuk? Ini Pengertian dan Pemanfaatannya

Ini cara mengelola limbah organik secara mandiri

Limbah terbagi menjadi tiga jenis, yaitu limbah organik, anorganik, dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Limbah adalah bahan tidak terpakai yang berdampak negatif bagi alam dan manusia jika tidak dikelola dengan baik.

Bisa dibilang, limbah merupakan sisa produksi, baik dari alam maupun hasil kegiatan sehari-hari manusia.

Berikut ini penjelasan serta cara mengelola limbah organik yang benar agar tidak mencemari lingkungan hidup.

Baca juga: 10+ Cara Mengurangi Sampah Plastik, Yuk Cintai Lingkungan!

Apa Itu Limbah Organik?

Membuang Sampah (Orami Photo Stocks)
Foto: Membuang Sampah (Orami Photo Stocks)

Dilansir dari City of Signal Hill, limbah organik adalah bahan yang dapat terurai secara alami oleh alam, dan berasal dari tumbuhan atau hewan.

Mengapa lebih mudah terurai? Karena sampah organik mengandung zat kimia yang sifatnya lebih stabil.

Limbah organik lebih mudah mengendap ke dalam tanah, danau, dasar sungai hingga laut.

Jenis-jenis sampah organik ini akan membusuk dalam waktu cepat hingga terurai menjadi bahan yang lebih kecil lagi, tetapi tidak berbau.

Itulah sebabnya pembuatan pupuk organik banyak mengambil bahan dari sampah organik.

Berikut ini beberapa contoh sampah organik:

Semua jenis limbah tersebut dapat terurai dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.

Namun tetap saja, prosesnya akan menghasilkan metana, yang berkontribusi besar terhadap perubahan iklim.

Sampah organik mungkin saja mengandung antibiotik, bahan kimia, dan patogen yang masuk ke dalam tanah dan air tanah saat sampah terurai.

Mengolah limbah organik perlu kehati-hatian ekstra. Jika tidak, sejumlah bahan yang terurai dapat mengontaminasi lingkungan hidup.

Limbah organik dibedakan dalam 2 jenis, yaitu limbah organik basah dan kering. Begini cara mengolahnya masing-masing.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Pencemaran Tanah Akibat Sampah Plastik

Begini Cara Mengelola Limbah Organik Basah

Limbah Organik Menumpuk (Orami Photo Stocks)
Foto: Limbah Organik Menumpuk (Orami Photo Stocks)

Dilansir dari C40 Knowledge, pembuangan limbah organik sebaiknya tidak dibarengi dengan limbah anorganik.

Pasalnya, limbah organik masih dapat didaur ulang, dengan waktu yang tidak terlalu lama seperti limbah anorganik.

Limbah dapur bekas sisa makanan menjadi limbah organik basah, dan merupakan penyebab meningkatnya sampah di setiap negara.

Oleh karena itu, Moms bisa memanfaatkan limbah dapur, seperti sisa sayuran dan buah-buahan menjadi pupuk organik yang baik.

Agar lebih mudah untuk membuatnya, langkah pertama yang dilakukan adalah menyiapkan tempat sampah khusus.

Hal tersebut dilakukan supaya limbah tersebut tidak tercampur dengan sampah lainnya.

Untuk membuat pupuk organik, Moms bisa melakukan beberapa langkah berikut ini:

  1. Langkah pertama dilakukan dengan menyiapkan seluruh bahan organik dari sisa makanan atau bahan makanan sisa dari dapur.
  2. Pisahkan sisa makanan atau dedaunan dengan sampah plastik.
  3. Siapkan wadah berukuran besar. Wadah harus dilengkapi dengan penutup agar pupuk tidak terkontaminasi.
  4. Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah sebagai alas.
  5. Kemudian, masukkan sisa makanan atau bahan makanan sisa dari dapur.
  6. Berkaitan dengan seberapa banyak tanah dan limbah yang digunakan, Moms bisa sesuaikan dengan besar kecilnya wadah.
  7. Kemudian, masukkan lagi tanah ke dalam wadah. Tanah ini berperan sebagai penutup sampah.
  8. Siram permukaan tanah dengan air secukupnya.
  9. Tutup wadah rapat. Biarkan endapan tersebut selama 3 minggu.

Tidak sampai di situ saja. Ada lagi beberapa poin yang perlu Moms perhatikan. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Pastikan wadah tidak terkontaminasi oleh apa pun, termasuk air hujan.
  • Pastikan wadah disimpan dalam tempat yang tidak terkena paparan sinar matahari.

Pupuk ini cocok digunakan untuk semua jenis tanaman yang Moms punya.

Selain pupuk organik yang dibuat dari sisa makanan, Moms juga bisa membuat pupuk kompos dari kotoran dan air seni hewan ternak.

Ciri-ciri kompos yang sudah jadi akan berwarna coklat kehitaman. Aroma pupuk tidak menyengat, tetapi mengeluarkan aroma seperti bau tanah atau humus.

Jika dikepal, pupuk akan menggumpal. Jika ditekan, teksturnya terasa lunak, dan gumpalan kompos akan hancur dengan mudah.

Baca Juga: Serba-serbi Kerajinan Bahan Limbah Keras Organik yang Bisa Jadi Cuan!

Begini Cara Mengolah Limbah Organik Kering

Limbah Organik Kering (Orami Photo Stocks)
Foto: Limbah Organik Kering (Orami Photo Stocks)

Limbah organik kering hanya sedikit mengandung air. Beberapa contoh limbah jenis ini adalah:

  • Alang-alang kering
  • Jerami
  • Kertas
  • Kulit telur
  • Batok kelapa
  • Ranting pohon
  • Daun-daun kering
  • Sisik ikan
  • Serbuk gergaji
  • Kardus
  • Biji buah
  • Tulang ikan
  • Tulang ayam
  • Tulang sapi
  • Bonggol jagung
  • Kulit bawang
  • Kulit udang
  • Kulit biji kopi
  • Puntung rokok
  • Potongan kain
  • Kertas karton

Kebanyakan limbah tersebut sulit diolah kembali, dan juga tidak bisa dijadikan sebagai pupuk organik.

Salah satu cara menghancurkannya adalah dibakar. Namun, proses tersebut juga tidak baik karena dapat mengontaminasi lingkungan sekitar.

Untuk mengolahnya, Moms dapat memanfaatkan bahan-bahan limbah kering untuk bahan kerajinan tangan.

Salah satu contoh kerajinan tangan dari limbah organik kering, seperti rotan, bambu, dan kerajinan tangan yang umum Moms temui lainnya.

Selain itu, limbah organik kering juga dapat digunakan sebagai souvenir atau alat dapur yang bermanfaat.

Baca juga: Sayangi Bumi, Ajak Anak Mengenal 3 Jenis Sampah dan Cara Membuangnya

Itulah artikel mengenai limbah organik, beserta cara pengolahannya. Sebaiknya, gunakan sebaik mungkin, agar manfaat yang dapat diambil tidak terbuang begitu saja.

Seberapapun kecilnya peran Moms dalam mengolah limbah tersebut, tentu akan Memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitar.

Sampai di sini, apakah moms ingin mencoba untuk mendaur ulang limbah organik dari sisa makanan atau bahan makanan sisa dari dapur?

  • https://www.c40knowledgehub.org/s/article/How-to-manage-food-and-organic-waste-in-Global-South-cities?language=en_US#:~:text=The%20two%20most%20common%20ways,be%20used%20at%20any%20scale.
  • https://www.cityofsignalhill.org/DocumentCenter/View/4118/organic-recycling?bidId=#:~:text=Organic%20waste%20is%20any%20material,a%20plant%20or%20an%20animal.&text=Examples%20of%20organic%20waste%20include,and%20landscape%20and%20pruning%20waste.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb