07 Mei 2023

20+ Daftar Makanan untuk Anak Sariawan, Tak Ganggu Si Kecil

Anak sariawan tidak mau makan? Berikan makanan ini saja Moms

Moms perlu tahu makanan untuk anak sariawan yang mudah untuk dikonsumsi.

Anak yang sedang sariawan biasanya tidak mau makan karena rasa sakit di mulut yang membuat tidak nyaman saat mengunyah.

Sariawan atau dalam istilah medisnya disebut stomatitis adalah peradangan yang terjadi pada mulut.

Kondisi ini dapat terjadi pada semua kalangan, baik itu anak-anak, hingga orang dewasa.

Sariawan ditandai dengan adanya lepuhan yang menyakitkan di area mulut atau di bibir.

Oleh karena itu, Moms perlu memperhatikan betul apa saja makanan untuk anak sariawan yang nyaman di mulut.

Jika tidak, makanan tersebut malah membuat sariawan yang dialami akan semakin parah.

Baca Juga: 3 Hal Penting yang Harus Diketahui Seputar Penyebab Bau Mulut Anak

Makanan untuk Anak Sariawan yang Baik Dikonsumsi

Smoothies (bbc.co.uk)
Foto: Smoothies (bbc.co.uk)

Jika anak mengalami sariawan, maka Moms bisa memberikan beberapa jenis makanan di bawah ini agar dia tetap nafsu makan.

Makanan yang Lunak dan Bertekstur Lembut

Selama sariawan, makanan dengan tekstur lembut atau halus serta makanan dingin akan membuat Si Kecil lebih mudah mengunyah dan menelan tanpa harus merasa sakit.

Makanan bertekstur lembut yang bisa Moms berikan:

  • Smoothies
  • Sup hangat (tetapi jangan disajikan terlalu panas)
  • Yoghurt
  • Puding atau agar-agar
  • Kentang tumbuk
  • Pasta
  • Casserole
  • Buah kaleng

Camilan Dingin

Tak hanya makanan yang lembut, makanan dingin juga dapat dikonsumsi oleh anak yang sedang sariawan.

Beberapa makanan beku bisa Moms berikan, seperti:

Buah yang Mengandung Banyak Air

Makanan untuk anak sariawan yang direkomendasikan selanjutnya adalah buah yang mengandung banyak air.

Makanan ini lebih mudah dicerna sekaligus mencegah Si Kecil mengalami dehidrasi.

Berikut beberapa pilihannya

  • Mentimun
  • Stroberi
  • Belimbing
  • Apel

Minuman yang Bisa Diberikan untuk Anak Sariawan

Selain makanan, juga ada beberapa jenis minuman yang bisa diberikan, seperti:

Tips Pengolahan dan Penyajian Makanan untuk Anak Sariawan

Tak hanya itu, ada juga beberapa teknik membuat makanan yang bisa Moms lakukan untuk disajikan pada anak yang mengalami sariawan, yakni:

  1. Gunakan blender untuk menghaluskan dan mencampur buah atau sayuran.
  2. Tambahkan sedikit minyak zaitun ke menu makanan agar makanan dapat lebih mudah ditelan.
  3. Minta anak segera membilas mulut dengan air hangat, atau larutan apa pun yang direkomendasikan dokter setelah ia makan sesuatu.
  4. Cobalah mengggunakan sedotan saat minum agar minuman tidak bersentuhan langsung ke area mulut yang sariawan.
  5. Minta anak untuk makan dengan gigitan yang kecil, serta mengunyahnya dengan hati-hati.
  6. Berikan Minuman teh herbal hangat (bebas kafein), seperti teh kamomil.

Baca Juga: Mengatasi Sariawan pada Bayi, Ini 4 Cara Jitunya

Hindari Jenis Makanan Ini Saat Anak Sariawan

Chicken Wings (menshealth.com)
Foto: Chicken Wings (menshealth.com)

Berdasarkan jurnal yang diterbitkan oleh Pearl Point Cancer Support, terdapat beberapa jenis makanan untuk anak sariawan yang perlu dihindari.

Beberapa jenis makanan tersebut antara lain:

  • Minuman dan makanan berkafein, seperti kopi, soda, dan cokelat.
  • Daging yang keras, sayuran mentah, roti, pretzel, nasi, keripik, muffin, dan kue.
  • Obat kumur komersial yang mengandung alkohol.
  • Makanan yang mengandung asam, seperti tomat, buah jeruk (jeruk bali, lemon, dan jeruk nipis).
  • Makanan pedas atau asin.

Baca Juga: Sariawan pada Bayi, Ini Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya

Penyebab Sariawan pada Anak

Ilustrasi Sariawan pada Anak (sabaldentalrockdale.com)
Foto: Ilustrasi Sariawan pada Anak (sabaldentalrockdale.com)

Pada anak, sariawan dapat terjadi akibat dari penurunan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus penyebab pilek atau flu, perubahan hormonal, atau rendahnya kadar vitamin B12 dan asam folat.

Sayangnya tidak ada penyebab tunggal timbulnya sariawan.

Tapi ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan munculnya sariwan.

Beberapa hal tersebut antara lain:

  • Mengonsumsi obat-obatan atau makanan tertentu
  • Trauma pada mulut
  • Gizi buruk
  • Kurang tidur
  • Kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut
  • Menggosok gigi terlalu keras atau kencang hingga terluka
  • Tidak sengaja menggigit bagian dalam mulut
  • Adanya alergi terhadap bahan yang terkandung di dalam pasta gigi, obat kumur, atau bahan pada tambalan gigi
  • Kekurangan nutrisi penting seperti vitamin B12, zat besi, dan asam folat
  • Infeksi jamur atau bakteri di dalam mulut
  • Mengidap penyakit sistemik

Baca Juga: Sariawan HIV, Apa Bedanya dengan Sariawan pada Umumnya?

Cara Mencegah Sariawan Anak Bertambah Parah

Anak Menyikat Gigi (Orami Photo Stock)
Foto: Anak Menyikat Gigi (Orami Photo Stock)

Selain memerhatikan makanan yang dikonsumsi, Moms juga perlu memerhatikan beberapa hal lainnya saat anak mengalami sariawan.

Berikut beberapa hal yang perlu Moms perhatikan saat Si Kecil sariawan agar lukanya tidak bertambah parah.

1. Hindari Mulut Kering

Pastikan selama sariawan, anak juga tidak mengalami dehidrasi.

Pasalnya, dehidrasi dapat menyebabkan gejala sariawan akan semakin parah.

Jika mulut anak sangat kering meski sudah diberi asupan air yang cukup, segera berkonsultasi ke dokter.

Dokter mungkin akan memberikan informasi mengenai produk yang bermanfaat dalam melembabkan mulut, atau produk lain yang dibuat khusus untuk mengatasi mulut kering.

2. Jaga Kesehatan Mulut

Selama sariawan, pastikan anak tetap menyikat gigi dengan hati-hati, dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh dokter.

Jangan lewatkan perawatan mulut sehari-hari, agar area mulut terhindar dari infeksi bakteri dan virus.

3. Gunakan Obat Topikal

Selain mengonsumsi makanan yang tepat, Moms juga bisa memberi anak obat topikal yang dapat dioleskan pada sariawan anak untuk mempercepat proses penyembuhan.

Beberapa obat topikal yang ampuh digunakan untuk sariawan, antara lain:

  • Kortikosteroid topikal
  • Antibiotik topikal
  • Anestesi topikal

Baca Juga: Cegah Gigi Berlubang pada Anak dengan Rajin Sikat Gigi, Ini Tips dari Dokter Spesialis Gigi Anak

Segera Bawa Anak ke Dokter Saat Kondisi Sariawan Seperti Ini

Sariawan pada Anak (123dentist.com)
Foto: Sariawan pada Anak (123dentist.com)

Meskipun bisa hilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus, akan tetapi sariawan juga dapat terjadi pada tingkat yang cukup parah.

Berikut beberapa gejala yang perlu Moms waspadai.

  • Ukuran sariawan di mulut cukup besar dan tampak tidak seperti sariawan pada umumnya.
  • Sariawan yang terus-menerus muncul, bahkan bertambah banyak.
  • Anak mengeluhkan rasa nyeri yang tidak kunjung membaik meskipun sudah minum obat pereda nyeri.
  • Sariawan sudah berlangsung lebih dari 2 minggu dan tidak sembuh meski sudah mengonsumsi makanan yang direkomendasikan atau menghindari pantangannya.

Baca Juga: Infeksi Jamur pada Puting saat Menyusui, Bagaimana Mengatasinya?

Itulah makanan untuk anak sariawan yang direkomendasikan, pantangan makanan, serta hal-hal lain terkait sariawan pada anak yang perlu Moms tahu.

Adanya sariawan akan sangat mengganggu proses makan Si Kecil, yang akan berdampak pada nutrisi untuk tubuh yang diperlukan untuk berkembang.

Karena itu, jika Si Kecil sariawan segera cepat diatasi ya, Moms!

  • https://www.lls.org/sites/default/files/National/USA/Pdf/PearlPoint/PearlPoint_Nutrition_Tips_for_Managing_Sore_Mouth__Throat__and_Tongue.pdf
  • https://www.verywellhealth.com/what-should-i-eat-if-i-have-mouth-sores-797428

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.