Kesehatan

KESEHATAN
31 Desember 2020

Tak Hanya Ada pada Kopi, Ini Manfaat Kafein untuk Tubuh

Ini nih Moms manfaat kafein dalam kopi yang tak boleh disepelekan!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Kafein adalah zat stimulan yang paling umum digunakan di dunia. Setiap hari, jutaan orang, atau bahkan Moms sendiri mengonsumsinya untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kelelahan, serta meningkatkan konsentrasi dan fokus.

Kafein adalah stimulan alami yang paling banyak ditemukan pada tanaman teh, kopi, dan kakao. Senyawa ini bekerja dengan menstimulasi otak dan sistem saraf pusat, membantu Anda tetap waspada dan mencegah timbulnya kelelahan.

Mengutip Journal of Food Science, sejarawan menemukan bahwa teh yang sudah diseduh pertama kali sejak 2737 SM. Sementara itu, kopi dilaporkan ditemukan bertahun-tahun kemudian oleh seorang gembala Ethiopia yang memperhatikan energi ekstra yang didapatkan ternaknya usai diberi kafein. Minuman ringan berkafein memasuki pasar pada akhir 1800-an dan minuman berenergi kemudian menyusul. Saat ini, hampir 80 persen populasi dunia mengonsumsi produk berkafein setiap hari.

Di tengah mitos dan kontroversi tentang apakah kafein baik atau buruk bagi tubuh, beberapa bukti penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang bisa membawa manfaat dan sedikit risiko. Namun, konsumsi kafein yang tinggi mungkin tidak menyehatkan.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa manfaat kafein bagi tubuh dan kemungkinan risiko kesehatan yang bisa muncul jika Moms mengonsumsinya berlebihan.

Baca Juga: 7 Manfaat Kopi untuk Tubuh, Simak di Sini!

Manfaat Kafein Bagi Tubuh

Manfaat Kafein Bagi Tubuh

Foto: Orami Photo Stock

Penasaran apa saja manfaat kafein pada kopi dan beberapa minuman ringan lainnya untuk tubuh? Ini ulasannya:

1. Meningkatkan Suasana Hati dan Fungsi Otak

Kafein memiliki kemampuan untuk memblokir molekul pensinyalan otak adenosin. Hal ini menyebabkan peningkatan relatif pada molekul pensinyalan lainnya, seperti dopamin dan norepinefrin. Perubahan pesan otak ini dianggap bermanfaat bagi suasana hati dan fungsi otak.

Masih dari Journal of Food Science, dilaporkan bahwa setelah peserta menelan 37,5-450 mg kafein, mereka mengalami peningkatan kewaspadaan, dan ingatan jangka pendek. Selain itu, penelitian yang dipublikasikan Journal of Biological Psychiatry juga mengaitkan minum 2-3 cangkir kopi berkafein (mengandung sekitar 200-300 mg kafein) per hari dengan risiko bunuh diri yang 45 persen lebih rendah. Studi lain juga melaporkan risiko depresi 13 persen lebih rendah pada konsumen kafein.

Terkait suasana hati, sayangnya lebih banyak kafein belum tentu lebih baik. Pasalnya sebuah penelitian menemukan bahwa secangkir kopi untuk porsi kedua tidak akan menghasilkan manfaat lebih lanjut, kecuali jika dikonsumsi setidaknya 8 jam setelah cangkir pertama.

Minum antara 3–5 cangkir kopi per hari atau lebih dari 3 cangkir teh per hari juga dapat mengurangi risiko penyakit otak seperti Alzheimer dan Parkinson sebesar 28–60 persen.

Selain itu, kopi dan teh mengandung senyawa bioaktif lain (selain kafein) yang mungkin juga bermanfaat.

2. Meningkatkan Metabolisme dan Pembakaran Lemak

Karena kemampuannya untuk merangsang sistem saraf pusat, Journal of Obesity Society menyebutkan bahwa kafein dapat meningkatkan metabolisme hingga 11 persen dan pembakaran lemak hingga 13 persen. Secara praktis, mengonsumsi 300 mg kafein per hari memungkinkan Moms membakar 79 kalori ekstra setiap hari.

Jumlah ini mungkin tampak kecil, tetapi serupa dengan kelebihan kalori yang bertanggung jawab atas kenaikan berat badan tahunan rata-rata sebesar 1 kg.

3. Meningkatkan Performa Saat Olahraga

Saat berolahraga, kafein dapat meningkatkan penggunaan lemak sebagai bahan bakar. Ini kemudian akan bermanfaat karena dapat membantu glukosa yang disimpan di otot bertahan lebih lama, sehingga berpotensi menunda waktu yang dibutuhkan otot untuk mengalami kelelahan.

Kafein juga dapat meningkatkan kontraksi otot dan meningkatkan toleransi terhadap kelelahan. Penelitian yang dipublikasikan U.S. National Library of Medicine juga mengamati bahwa dosis 5 mg per kg berat badan meningkatkan kinerja daya tahan hingga 5 persen bila dikonsumsi 1 jam sebelum olahraga.

Sementara dosis serendah 3 mg per kg berat badan mungkin cukup untuk mendapatkan manfaat ini. Terlebih lagi, penelitian melaporkan manfaat serupa dalam olahraga tim, latihan intensitas tinggi, dan latihan ketahanan. Kafein juga bisa mengurangi tenaga yang dirasakan selama latihan hingga 5,6 persen, yang kemudian akan membuat latihan terasa lebih ringan.

Baca Juga: Efek Kafein Pada Kesuburan, Baik atau Buruk?

4. Melindungi dari Penyakit Jantung dan Diabetes

Terlepas dari apa yang mungkin pernah Moms dengar, kafein tidak meningkatkan risiko penyakit jantung. Faktanya, bukti menunjukkan risiko penyakit jantung 16-18 persen lebih rendah pada pria dan wanita yang minum antara 1-4 cangkir kopi setiap hari.

Penelitian dari American Journal of Epidemiology juga menunjukkan bahwa minum 2-4 cangkir kopi atau teh hijau per hari dikaitkan dengan risiko stroke 14-20 persen lebih rendah.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa kafein dapat sedikit meningkatkan tekanan darah pada beberapa orang. Namun, efek ini umumnya kecil (3–4 mmHg) dan cenderung memudar bagi kebanyakan orang ketika mereka mengonsumsi kopi secara teratur.

Kafein juga bisa melindungi Moms dari diabetes. Mereka yang minum kopi paling banyak memiliki risiko hingga 29 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2. Demikian pula, mereka yang mengonsumsi paling banyak kafein memiliki risiko hingga 30 persen lebih rendah. Para peneliti mengamati bahwa risiko turun 12-14 persen untuk setiap 200 mg kafein yang dikonsumsi.

Menariknya, mengonsumsi kopi tanpa kafein juga dikaitkan dengan risiko diabetes 21 persen lebih rendah. Ini menunjukkan bahwa senyawa bermanfaat lainnya dalam kopi juga dapat melindungi dari diabetes tipe 2.

5. Bermanfaat untuk Kecantikan

Moms juga pasti tahu bahwa ada manfaat kafein untuk wajah yang sayang untuk dilewatkan. Kafein adalah antioksidan kuat yang dikenal dengan manfaat anti-penuaan di dalamnya. Saat kafein seperti dalam bentuk bubuk kopi dioleskan ke permukaan kulit, maka ia bisa membantu mengurangi kemerahan dan mengurangi munculnya kerutan.

Kopi dan teh adalah minuman berkafein alami, namun minuman energi sarat dengan gula dan pengawet buatan. Oleh karena itu, kafein yang ada di dalam kopi dan teh yang aplikasikan ke wajah adalah cara yang lebih sehat dan akan bekerja lebih cepat untuk memperoleh manfaatnya.

Saat kafein dalam bubuk kopi atau kantung teh dioleskan, ia akan bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah dan membantu mengurangi peradangan dan bengkak. Manfaat kafein untuk wajah yang lainnya adalah kemampuannya dalam mengencangkan dan mencerahkan kulit, mengurangi kerutan dan menghaluskan selulit di beberapa area tubuh.

Baca Juga: Perut Mual Setelah Minum Kopi, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Efek Samping Kafein dan Dosis Aman Saat Mengonsumsinya

Efek Samping Kafein dan Dosis Aman Saat Mengonsumsinya

Foto: Orami Photo Stock

Konsumsi kafein umumnya dianggap aman, meski ini bisa membentuk kebiasaan. Beberapa efek samping yang terkait dengan asupan berlebih termasuk kecemasan, gelisah, tremor, detak jantung tidak teratur, dan kesulitan tidur.

Terlalu banyak kafein juga dapat meningkatkan sakit kepala, migrain, dan tekanan darah tinggi pada beberapa orang.Selain itu, kafein dapat dengan mudah melewati plasenta, yang dapat meningkatkan risiko keguguran atau berat badan lahir rendah. Jadi, wanita hamil harus membatasi asupannya.

Kafein juga dapat berinteraksi dengan beberapa obat. Orang yang menggunakan pelemas otot Zanaflex atau antidepresan Luvox harus menghindari kafein karena obat ini dapat meningkatkan efeknya.

U.S. Department of Agriculture menganggap bahwa asupan harian sebanyak 400 mg kafein tergolong aman. Ini berarti Moms bisa mengonsumsi 2 hingga cangkir kopi per hari. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa overdosis yang fatal bisa terjadi. Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi jumlah kafein yang dikonsumsi dalam satu waktu hingga 200 mg per dosis saja. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, wanita hamil juga harus membatasi asupan harian mereka hingga 200 mg.

Itulah manfaat kafein yang perlu Moms tahu, jadi tetap pada dosis yang aman saat mengonsumsinya ya!

Artikel Terkait