10 September 2018

Masih Percaya Mitos-mitos Seputar Bayi Baru Lahir Ini?

Jangan tertipu dengan anggapan-anggapan ini

Sebagai orang tua baru atau calon Moms, berbagai mitor seputar bayi baru lahir terkadang bisa membuat bingung. Bahkan tidak jarang, mitos-mitos yang ada membuat Moms malah seringkali melakukan kesalahan dalam merawat si kecil.

Dari berbagai mitos yang ada, mitos bayi baru lahir di bawah ini merupakan beberapa yang saat ini masih banyak dipercaya.

1. Bayi harus BAB setidaknya sekali sehari

Tidak jarang para orang tua berpikir bahwa bayi mungkin mengalami sembelit saat tidak BAB selama seharian. Andrew Adesman, M.D., kepala pediatri bidang perkembangan dan perilaku di Schneider Children’s Hospital di New York, menyampaikan bahwa bayi baru lahir biasanya BAB beberapa kali sehari.

Namun, bayi juga mungkin BAB setiap 3 atau 4 hari sekali saat berusia 2-3 bulan. Ia menambahkan bahwa saat kotoran si kecil keras, tidak teratur, dan berdarah, Moms harus segera berkonsultasi dengan dokter.

2. Bayi harus mandi setiap hari

Mandi sebenarnya mengurangi kelembaban alami kulit bayi. Hal tersebut menyebabkan kulit bayi menjadi kering dan mudah iritasi. Ditambah lagi menggunakan sabun mandi menyebabkan iritasi pada vagina bayi perempuan dan berpotensi menyebabkan infeksi saluran kencing.

Jadi, selama Moms menjaga kebersihan area yang ditutupi popok, leher dan lipatan-lipatan kulit lain, Moms bisa memandikan si kecil hanya 2-3 kali seminggu. Namun, jika Moms ingin memandikan si kecil setiap hari, usahakan mengurangi penggunaan sabun.

3. Memegang ubun-ubun bisa mengakibatkan otak bayi cidera

Ubun-ubun (area lembut di bagian kepala atas) merupakan kulit penutup tengkorak bayi yang belum terbentuk sempurna. Terkadang ubun-ubun berdenyut dan membuat Moms khawatir. Andrew Adesman, M.D., mengatakan bahwa meskipun ada dugaan kerentanan, sebenarnya otak bayi sudah terlindungi dengan baik.

Ubun-ubun bayi normalnya sudah mengeras (karena tengkoraknya menutup sempurna) saat berusia 1 tahun. Sementara area lembut di belakang kepalanya menutup saat bayi berusia 2-3 bulan.

Baca Juga : Apa Manfaat Topi untuk Bayi Baru Lahir?

4. Saat berusia 3 bulan bayi akan tertidur pulas sepanjang malam

Denis Ludec, seorang pediatri asal Montreal mengatakan bahwa di 3 bulan pertama kehidupan bayi umumnya tidur selama 16-20 jam per hari. Meskipun demikian, bayi cenderung terbangun setiap 1-3 jam sekali. Sehingga bayi akan tidur lebih dari 3 jam kemudian bangun selama lebih dari 3 jam sepanjang hari maupun malam.

5. Tali pusat bayi harus dibersihkan menggunakan antiseptik dan alkohol

Alkohol dan antiseptik tidak dibutuhkan dalam membersihkan tali pusat bayi baru lahir. Moms cukup membersihkannya seperti ritual mandi si kecil biasanya dan keringkan dengan segera. Saat tali pusatnya terkena air seni atau kotoran, Moms bisa menggunakan sabun dengan kadar ringan untuk membersihkannya.

6. Menggendong bayi yang menangis membuatnya manja

Menangis merupakan satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Jadi, bagaimana bisa Moms justru berpikir bahwa menggendongnya saat menangis akan membuatnya menjadi manja?

Bayi akan menangis untuk memberitahu bahwa ia membutuhkan sesuatu dan harus direspon Moms atau pengasuhnya. Mempelajari dan mengenali isyarat yang diberikan si kecil (tangisannya), sangat bermanfaat membantu Moms mengetahui apa yang dibutuhkan si kecil saat menangis.

Bagaimana Moms? Ada yang masih mempercayai mitos bayi baru lahir seperti di atas? Jangan sampai Moms malah membahayakan si kecil hanya karena masih mempercayainya, ya.

(RGW)

Sumber : fitpregnancy.com, todaysparent.com, pregnancybirthbaby.org.au

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.