23 Februari 2022

7 Cara Mengajari Anak Sportif Menerima Kekalahan dengan Sikap Positif

Penting agar Si Kecil tahu bahwa menang bukan segalanya

Menang atau kalah dalam sebuah kompetisi adalah hal yang wajar. Mungkin sedang beruntung jika bisa menang, mungkin kurang beruntung atau berusaha bila belum menang. Tetapi menjadi hal yang tidak wajar bila seseorang tidak menerima kekalahan secara sportif.

Sebab itulah, menjadi PR bagi Moms untuk mengajarkan anak tentang sportivitas sejak kecil. Apalagi sebagai orang tua, Moms tidak bisa terus menyenangkan hati anak dan memberinya kemenangan.

Tepat seperti yang diungkapkan Vickie Falcone, author of You Can't Make Me: How to Parent With More Connecting and Less Correcting, kalau ada saatnya anak harus mengalami kegagalan dan tahu bahwa rasa kecewa akibat kalah itu wajar dan sangat manusiawi.

Tapi tetap ada batasan-batasan yang perlu diperhatikan agar tidak larut dalam kesedihan dan akhirnya melakukan sesuatu hal yang merugikan.

Moms, beberapa cara di bawah ini bisa Moms tiru dalam mengajarkan sikap sportivitas pada anak. Yuk ikuti tips di bawah ini.

Baca Juga: Ternyata Ini 7 Manfaat Kompetisi untuk Anak

Cara Mengajari Anak Sportif

Berikut ini beberapa cara yang bisa Moms ajarkan kepada anak agar bersikap sportif. Catat cara-caranya ya!

1. Wajar Jika Kecewa

anak teriak
Foto: anak teriak (Pexels)

Foto: pexels.com

Cara mengajari anak sportif yang pertama adalah Moms perlu mengajarkan anak bahwa rasa kecewa akibat kekalahan yang diterimanya merupakan hal yang wajar. Namun Si Kecil tidak boleh berlarut-larut dalam menghadapi hal ini.

Hilangkan rasa kecewa yang ada dengan melakukan aktivitas lain yang bisa membangkitkan semangat Si Kecil, misalnya dengan mengajaknya bermain di tempat favorit atau membelikan makanan favoritnya.

Moms juga bisa memotivasi anak agar lebih semangat belajar dan latihan agar bisa memberikan hasil yang sesuai dengan keinginannya.

2. Bersikap Posifif

sportif
Foto: sportif (Pexels)

Foto: pexels.com

Agar sikap sportif terbangun, ajarkan anak untuk menganggap kekalahannya sebagai suatu pembelajaran atau pengalaman baru. Ambil sisi positifnya bahwa Si Kecil harus tetap berusaha lebih giat lagi dalam kompetisi selanjutnya.

Seperti yang diungkap oleh psychologist Dan Kindlon, Ph.D., author of Tough Times, seseorang akan belajar soal percaya diri setelah belajar dari kesalahan atau kekalahan, bukan dari pujian terus menerus tentang kehebatannya.

Jadikan kekalahan tersebut sebagai cambuk untuk memotivasi diri sendiri menjadi semakin baik. Moms bisa membimbing anak untul belajar dan berlatih memperbaiki kekurangannya.

Baca Juga: 5 Cara Mendidik Anak Agar Selalu Berpikir Positif

3. Bersikap Ikhlas

anak main
Foto: anak main (pexels)

Foto: pexels.com

Ikhas merupakan satu sikap yang harus kita terapkan pada buah hati dalam kondisi apa pun, apalagi saat kalah dalam satu kompetisi. Karena semua hal tak akan terus berjalan sesuai harapannya.

Dengan ikhlas, anak akan mampu mengakui kemenangan pihak lawannya, sehingga tidak terjadi hal yang tidak-tidak atau bahwa menimbulkan rasa dengki.

4. Menang Bukan Segalanya

kids
Foto: kids (Pexels.com)

Foto: pexels.com

Selanjutnya coba ajarkan pada anak bahwa kemenangan atau hasil akhir bukanlah hal paling penting dalam sebuah kompetisi. Melainkan proses atau bagaimana cara kita mencapainya yang paling penting.

Dengan begitu Si Kecil bisa tahu apa yang kurang dan menghargai kerja keras dirinya dalam mencapai tahao tersebut.

5. Anggap Kekalahan sebagai Sebuah Ketidakberuntungan

anak main bola
Foto: anak main bola (Pexels)

Foto: pexels.com

Berikutnya Moms bisa mengajari Si Kecil bahwa kekalahan itu berarti Si Kecil kurang beruntung saja. Bukan karena kesalahan dirinya atau ia kurang persiapan.

Persiapan yang dilakukan sudah cukup, sayangnya mungkin pihak lawan lebih beruntung hingga bisa memperoleh kemenangan.

6. Setiap Orang Memiliki Kesempatan untuk Bermain

anak main
Foto: anak main (Pexels.com)

Foto: pexels.com

Dalam permainan atau olahraga, penting bagi orang tua, pelatih, dan anak untuk memahami bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk bermain.

Menurut Stanford Children's Health, setiap anak berhak mendapat kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Meskipun, Ia kurang berbakat dalam kegiatan tersebut.

Moms juga bisa mengajari Si Kecil untuk menghargai teman-temannya dan mengajaknya bermain bersama tanpa membedakan keterampilan.

Baca Juga: Psikolog Ungkap Perilaku yang Bisa Tingkatkan Keberuntungan, Tertarik Mencobanya?

7. Tidak Merayakan Kemenangan Berlebihan

anak menang
Foto: anak menang (Pexels)

Foto: pexels.com

Dilansir dari Parents, tujuan utama permainan adalah memberikan kesenangan dan mempelajari hal baru. Makanya, dalam permainan anak-anak akan merasa sangat senang jika berhasil menang.

Si Kecil biasanya akan menunjukkan ekspresi bahagia ketika memenangkan permainan. Tentunya itu merupakan hal positif. Namun, Moms dan Dads juga perlu mengajari anak agar tidak merayakan kemenangan secara berlebihan.

Moms bisa ajari dengan cara membangun sikap toleransi. Anak perlu menghargai perasaan teman-temannya yang kalah. Moms juga bisa mengajari Si Kecil agar merayakan kemenangan bersama dengan semua temannya.

Itu dia Moms hal-hal penting yang harus diajarkan pada buah hati mengenai sportivitas.

Ajarkan hal ini sejak dini, agar ketika dewasa ia mampu memahaminya dengan baik dan sudah tidak kaget saat terjadi. Moms dan Dads bisa mengajari anak agar sportif sejak dini.

Berikan ruang pada anak untuk mengeksplorasi dirinya dan membangun karakter yang sportif.

  • https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=teaching-children-good-sportsmanship-1-4524
  • https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/social/sore-loser-teach-kids-good-sportsmanship/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.