Kesehatan

KESEHATAN
3 April 2019

Mengenal Brain Freeze, Sebenarnya Apa Penyebabnya?

Ternyata brain freeze ada hubungannya dengan migrain.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Buru-buru beranjak pergi dari tempat makan, es teh yang masih setengah gelas mubazir jika tidak dihabiskan.

Sekali seruput langsung banyak, kepala langsung sakit sampai ke ubun-ubun! Pernahkah Moms mengalaminya? Fenomena ini terkenal dengan istilah brain freeze.

Dr. Stephanie Goldberg, seorang ahli saraf dan spesialis sakit kepala di Tufts Medical Center di Boston, menjelaskan, sakit kepala akibat brain freeze terjadi setelah dinding mulut bagian atas terkena suhu dingin, dan intensitas rasa sakitnya memuncak dalam hitungan detik.

Walau belum diketahui secara pasti mengapa brain freeze kerap terjadi, sudah terbukti bahwa pemicu utamanya adalah paparan suhu dingin yang signifikan.

Namun, ternyata ada juga pengaruh dari luar, misalnya berenang di air yang suhunya sangat dingin, atau jalan-jalan di area pegunungan tanpa topi hangat.

Ini yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Brain Freeze

Mendengar istilah tersebut, apakah yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh sampai kita bisa mengalami brain freeze?

Jika bicara soal makanan dan minuman, suhu dingin yang menyentuh langit mulut bagian atas atau bagian belakang tenggorokan menstimulasi pembuluh darah dan saraf di daerah yang sensitif terhadap suhu.

Penelitian tahun 2012 menduga tekanan dalam tengkorak akibat meningkatnya aliran darah ke kepala adalah dalang di balik nyerinya brain freeze.

Penjelasan lainnya menyebutkan bahwa sensasi dingin mengaktifkan saraf trigeminal yang ada di kepala dan wajah.

Setelah dipicu suhu dingin, pembuluh darah dalam kepala mengencang sesaat dan mengerut, kemudian melebar dengan cepat dan mengakibatkan rasa sakit yang tiba-tiba.

Ketika pemicu dingin ini hilang, pembuluh darah kembali ke ukuran normal dan rasa sakitnya pun hilang.

Hubungan Antara Brain Freeze dan Migrain

Tahukah Moms kalau brain freeze juga ada hubungannya dengan migrain?

Menurut Mayo Clinic via situs Be Brain Fit, penderita migrain lebih rentan terhadap sakit kepala akibat rangsangan dingin. Ada sekelompok saraf yang menjadi dalang di balik migrain serta sensitif terhadap dingin, yaitu ganglion sphenopalatine.

Namun, adapun beberapa penelitian justru menunjukkan bahwa penderita migrain cenderung mengalami brain freeze.

Migrain selalu sulit untuk dipelajari karena timbulnya sakit kepala tidak dapat diprediksi. Tapi dengan mempelajari hubungan antara migrain dengan brain freeze akan ditemukan cara menyembuhkan migrain.

Menghindari dan Mengatasi Brain Freeze

Brain freeze sebenarnya tidak membahayakan nyawa, namun adapun cara menghindarinya yaitu dengan mengkonsumsi makanan atau minuman dingin secara perlahan dan jangan arahkan ke atap mulut.

Jika minuman tersebut berupa milkshake atau slushie, gunakanlah sendok karena sedotan langsung menyalurkan suhu dingin itu langsung ke saraf yang memicu nyeri. Selain itu, hindari atap mulut terutama bagian yang sensitif terhadap dingin.

Apa yang harus dilakukan jika brain freeze sudah terlanjur terjadi? Keluarkan sumber dingin dari mulut Moms, tekan lidah ke langit-langit mulut supaya suhu hangat dan tekanannya bisa menghentikan rasa nyeri di kepala.

Kemudian buka mulut dan tekan langit-langit mulut dengan ibu jari untuk menghangatkannya dan susul dengan minum air hangat atau air suhu ruangan.

(MDA/CAR)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait