Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
07 Maret 2022

Lichen Planus, Penyakit Autoimun Peradangan Kronis pada Kulit, Selaput Lendir, dan Kuku

Kulit akan tampak lebih tebal dan kasar bersisik
Lichen Planus, Penyakit Autoimun Peradangan Kronis pada Kulit, Selaput Lendir, dan Kuku

Foto: freepik.com

Kasus lichen planus atau peradangan kulit memang termasuk jarang ditemukan, tapi kemungkinannya masih tetap ada.

Menurut ensiklopedia kesehatan University of Rochester Medical Center, lichen planus adalah penyakit tidak berbahaya yang lebih sering ditemui pada orang dewasa berusia setengah baya.

Supaya bisa tahu lebih banyak tentang kondisi kulit ini, Yuk, simak dulu informasi mengenai kondisi ini lebih lanjut, Moms!

Baca Juga: Kanker Tiroid, Seperti Apa Gejala dan Pengobatannya?

Apa Itu Lichen Planus?

lichen planus

Foto: lichen planus

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum mengetahui lebih dalam mengenai kondisi ini, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu definisi atau pengertian dari lichen planus.

Seperti dijelaskan dalam laman National Health Institute, lichen planus adalah peradangan kulit yang bisa terjadi pada hampir semua area tubuh, termasuk kuku dan bagian dalam mulut.

Mengenai ini, dr. Umi Rinasari, Sp.KK, MARS, FINDSV, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang berpraktik di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya pun memberikan penjelasan yang lebih komprehensif atai mendalam.

Liken planus adalah penyakit autoimun berupa peradangan kronis pada kulit, selaput lendir/mukosa dan kuku.

Liken planus yang berada pada kulit biasanya akan muncul berupa ruam dengan benjolan kecil kecil berwarna merah keunguan dan terasa gatal.

Sedangkan pada selaput lendir seperti mulut dan genitalia, liken planus dapat berbentuk bercak putih.

Liken planus pada kulit sendiri biasanya ditandai dengan munculnya ruam pada area pergelangan tangan, lengan, tungkai kaki bawah, paha, leher, dan punggung.

Jika ruam selalu muncul di tempat yang sama, maka kulit akan terlihat lebih tebal dan kasar bersisik.

Sementara, liken planus pada genitalia selain terasa gatal, juga dapat dirasakan nyeri terutama saat berhubungan seksual.

Baca Juga: Apakah Penyakit Lyme Berbahaya? Cari Tahu Apa Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya di Sini

Gejala Lichen Planus

lichen planus

Foto: lichen planus

Foto: Orami Photo Stock

Nah, kini Moms sudah mengetahui dan mendapatkan penjelasan mengenai definisi atau pengertian kondisi kulit yag satu ini.

Setelah mengetahui tentang pengertian tentunya kita juga perlu mengetahui gejalanya!

Gejala lichen planus:

  • Kulit: Beberapa benjolan gatal warna merah atau ungu mengkilap, yang terkadang disertai garis putih tipis atau sisik. Paling sering muncul di area pergelangan tangan, lengan, punggung, dan area mata kaki.
  • Mulut: Kumpulan titik putih yang saling berhubungan, bisa di bagian dalam pipi atau di lidah.
  • Kuku: Sebagian atau semua kuku terlihat menipis, bergerigi, mengelupas, atau tanggal.
  • Kulit Kepala: Area kulit berwarna kemerahan dan iritasi, biasanya disertai dengan benjolan-benjolan kecil. Pada beberapa kasus, rambut bisa menipis dan memicu rambut rontok dalam jumlah banyak.
  • Kelamin: Area kulit berwarna merah terang yang terasa sakit.

Baca Juga: Herpes Zoster (Penyakit Dompo): Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Penyebab Lichen Planus

lichen planus

Foto: lichen planus

Foto: Orami Photo Stock

Ketika sudah mengetahui definisi serta gejalanya, mungkin Moms saat ini tengah bingung. Apa sih penyebab kondisi ini bisa menyerang?

Sayangnya, penyebab liken planus sampai saat ini belum jelas alasannya.

Beberapa hal yang diduga bisa menjadi faktornya adalah:

  • Faktor genetik atau keturunan
  • Dermatitis kontak alergi
  • Kebiasaan menggigit lidah atau pipi bagian dalam
  • Efek samping obat-obatan yang bisa terjadi karena obat antiinflamasi nonsteroid, antimalaria, obat penurun tekanan darah, diuretik, atau obat untuk penyakit diabetes
  • Infeksi, misalnya herpes zoster dan hepatitis C
  • Paparan logam merkuri dan emas, misalnya pada tambalan gigi, perhiasan, atau cairan kimia dari alat pencuci foto
  • Riwayat operasi transplantasi organ

Selain hal di atas, faktor stres dan masalah psikologis terutama depresi dan ansietas disebut juga dapat memicu munculnya liken planus.

Baca Juga: Dikenal sebagai Obat Anestesi, Ini Fungsi dan Efek Samping Lidocaine

Cara Diagnosis Lichen Planus

lichen planus

Foto: lichen planus

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms takut hal ini bisa terjadi pada Si Kecil, jangan panik terlebih dahulu ya, Moms!

Ada beberapa langkah yang perlu Moms lakukan untuk mendiagnosis kondisi ini.

Agar prodses mendiagnosis liken planus bisa dilaksanakan dengan baik, dokter spesialis kulit dan kelamin akan menanyakan dan melakukan beberapa pemeriksaan.

Biasanya dokter akan memulai dengan menanyakan gejala secara terperinci, melakukan pemeriksaaan fisik, dan pemeriksaan biopsi kulit, juga pemeriksaan laboratorium untuk mencari pemicu liken planus, seperti pemeriksaan hepatitis C.

Penderita liken planus disarankan tidak menggaruk ruam untuk mencegah iritasi dan infeksi, mengompres ruam dengan air dingin jika diperlukan, dan mengoleskan losion pelembap setelah mandi.

Dokter spesialis kulit dan kelamin juga akan memberikan pengobatan berupa obat antihistamin untuk mengurangi gatal, topikal kortikosteroid untuk gejala kemerahan, atau puva terapi dan salep takrolimus.

Pengobatan lichen planus sendiri dilakukan untuk meredakan nyeri, gatal, dan mempercepat proses penyembuhan.

Baca Juga: Cerebral Palsy: Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Pengobatan Lichen Planus

lichen planus

Foto: lichen planus

Foto: Orami Photo Stock

Ssterius, rupanya sampai saat ini belum ada pengobatan khusus untuk mengatasi lichen planus lho, Moms.

Namun menurut American Academy of Dermatology, kondisi peradangan kulit ini akan hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu 6 bulan sampai 2 tahun.

Dokter biasanya hanya memberikan obat untuk mengatasi gejala yang muncul, seperti gatal, rambut rontok, atau kuku rusak.

Penyebab pasti peradangan kulit ini memang belum diketahui, tapi menjalankan pola makan yang baik, gaya hidup, serta kebersihan diri dan lingkungan yang sehat tentu dapat menguatkan daya tahan tubuh Si Kecil dari serangan berbagai masalah kesehatan.

Baca Juga: Hidrosefalus pada Bayi: Kenali Penyebab, Gejala, Diagnosis, serta Cara Mengatasinya

Tanda Kesembuhan Lichen Planus

lichen planus

Foto: lichen planus

Foto: Orami Photo Stock

Jika sudah melakukan pengobatan, tentunya Moms akan mengetahui tanda kesembuhan dari kondisi kulit yang satu ini.

Tanda liken planus yang sembuh akan terlihat seperti bercak cokelat kehitaman pada kulit.

Bercak yang muncul tersebut dapat hilang sendiri seperti penyakitnya, tetapi jika tidak menghilang, dokter spesialis kulit dan kelamin biasanya akan memberikan krim dengan kandungan pencerah, laser, atau terapi lainnya.

Pada beberapa kasus, liken planus juga dapat terjadi kekambuhan sampai bertahun-tahun. Liken planus pada daerah mulut sering bertahan lama dan lebih sulit diobati.

Baca Juga: 7 Cara Menghitung Dosis Obat untuk Anak, Perlu Diperhatikan, Nih Moms!

Komplikasi Lichen Planus

lichen planus

Foto: lichen planus

Foto: Orami Photo Stock

Jika tidak segera ditangani, Lichen Planus ternyata bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi ini pun bisa berbahaya untuk tubuh, Moms!

Lichen planus pada vulva dan vagina bisa menimbulkan nyeri hebat, meninggalkan luka, dan berisiko menyebabkan disfungsi seksual.

Penyakit ini juga bisa meningkatkan risiko kanker kulit jenis squamous cell carcinoma, jika tidak ditangani dengan cepat.

Baca Juga: Cegah Anemia, Ini 5 Obat Penambah Darah Alami

Cara Mencegah Lichen Planus

lichen planus

Foto: lichen planus (recoveringchampions.com)

Foto: Orami Photo Stock

Seperti kata pepatah, mencegah tentu saja lebih baik daripada mengobati.

Berikut beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mencegah diri terserang dari lichen planus!

  • Berhenti merokok atau meminum alkohol
  • Berhenti kebiasaan menggigit lidah atau pipi bagian dalam
  • Cek kesehatan rutin, jika menderita penyakit yang dapat meningkatkan risiko lichen planus, seperti hepatitis C
  • Periksa gigi secara rutin, terutama jika memiliki masalah
  • Konsultasi dengan dokter mengenai risiko efek samping dari obat yang dikonsumsi dan cara mengurangi risiko tersebut

Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai lichen planus. Semoga bermanfaat ya, Moms!

  • https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=134&contentid=220
  • https://www.nhs.uk/conditions/lichen-planus/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lichen-planus/symptoms-causes/syc-20351378