Kesehatan Umum

3 November 2021

Cek Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Gigi Berantakan

Seluk beluk mengenai gigi berantakan bisa dilihat di sini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Merna
Disunting oleh Adeline Wahyu

Gigi berantakan tak hanya membuat kita merasa tidak nyaman, tapi juga menjadi permasalahan yang bisa mengganggu penampilan dan mengurangi rasa percaya diri kita.

Memiliki gigi yang tertata rapi merupakan dambaan semua orang, tapi pada kenyataannya tidak semua gigi bisa tumbuh dengan rapi. Gigi berantakan dalam dunia medis disebut dengan maloklusi.

Maloklusi secara umum terbagi menjadi tiga bagian, yakni yang ditandai dengan gigi atas yang tumpang tindih dengan bagian bawah, gigi tonggos di mana gigi dan rahang atas lebih maju dibanding rahang dan gigi bawah, dan rahang yang maju ke depan hingga gigi bawah lebih maju dibanding gigi dan rahang atas.

Baca Juga: Cari Tahu Jenis Behel Gigi, Fungsinya dan Tahapan Pemasangannya!

Gejala Gigi Berantakan

Gigi Berantakan

Foto: airwayandsleepgroup.com

Gejala dari gigi berantakan sebenarnya bisa dilihat secara kasat mata, apalagi jika kasusnya sudah parah. Moms bisa melihat struktur gigi menjadi sangat berantakan. Tapi jika gejalanya masih ringan, ada beberapa hal yang bisa kita lihat, yaitu:

1. Gigi Berjejal

Gejala gigi berantakan yang pertama adalah gigi yang berjejal atau yang disebut dengan nama overcrowding.

Gejala ini menjadi yang paling umum. Jadi gigi akan saling tumpang tindih satu sama lain sehingga membuat ruang terbatas untuk gigi lain yang tumbuh. Contoh gigi berjejal adalah gigi gingsul.

2. Gigi Tonggos

Moms pasti tahu gejala gigi tonggos. Bagian gigi akan terlihat lebih maju sehingga jarak horizontal antara ujung gigi atas dan bawah tidak sama atau overjet.

Gigi tonggos bisa mengakibatkan gangguan makan dan berbicara.

Baca Juga: Sebelum Pasang Gigi Palsu, Simak Dulu 12 Fakta Penting Ini

3. Gigi Berlebih

Gigi berlebih adalah gigi berjarak antara ujung gigi atas dan gigi bawah. Jarak ini menyebabkan gigi atas terlalu turun ke bawah dan mengakibatkan gigitan terlalu dalam.

Gigi berlebih disebut dengan nama overbite.

4. Gigi Silang

Gigi silang atau crossbite adalah posisi gigi yang tertukar karena posisi gigi atas lebih masuk daripada gigi bawah.

Gigi silang bisa terjadi pada bagian gigi mana saja. Mulai dari gigi depan, kiri, hingga kanan.

Baca Juga: Mengenal Abses Gigi, dari Gejala hingga Penanganannya

5. Susunan Gigi Renggang

Spacing atau gigi renggang adalah kondisi gigi berantakan di mana terdapat celah lebar di antara gigi. Jadi antar satu gigi dengan gigi lainnya tidak bisa rapat.

Jika gigi renggang terdapat pada bagian depan maka sebutannya adalah diastema.

6. Gigitan Terbuka

Gigitan terbuka menjadi salah satu gejala gigi berantakan. Gigitan terbuka ini pada bagian atasnya sama sekali tidak menyentuh gigi bawah. Sebabnya ada celah lebar di antara keduanya.

7. Gigi Tidak Tubuh Sepenuhnya

Gigi tidak tubuh sepenuhnya atau yang dinamakan dengan sebutan impaksi gigi adalah kondisi umum di mana gigi tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh.

Hal ini disebabkan adanya lekung rahang yang kecil atau posisi benih gigi yang miring.

Baca Juga: Ingin Cabut Gigi? Simak Kisaran Biayanya, Hingga Proses dan Perawatannya

8. Gigi Ompong

Gejala gigi berantakan yang terakhir adalah gigi ompong. Gigi ompong adalah kondisi di mana tidak ada gigi pada area yang seharusnya.

Dengan adanya gigi ompong maka akan timbul pergeserah di gigi-gigi sebelahnya.

Penyebab Gigi Berantakan

Penyebab Gigi Berantakan

Foto: www.springtownsmilestx.com

Jika sudah tahu gejalanya, sebenarnya apa sih yang bisa menyebabkan gigi berantakan? Ada delapan penyebab gigi berantakan, yaitu:

1. Tekanan Gigi Atas dan Bawah

Penyebab gigi berantakan yang pertama adalah adanya tekanan pada gigi atas dan bawah. Jika gigi terlalu sering mendapatkan tekanan, maka bisa menyebabkan pembengkakan pada ligamen tempat gigi tumbuh.

Pembengkakan ligamen ini bisa membuat jaringan penyokong gigi melonggar sehingga gigi akan mudah bergeser atau berubah posisi.

Baca Juga: Mengenal Posisi Gigi Miring pada Gigi Bungsu, Tidak Harus Selalu Dioperasi!

2. Bruxism

Bruxism merupakan kondisi di mana seseorang terbiasa untuk menggemeretakkan giginya pada saat tertidur di siang hingga malam hari. Kondisi ini umumnya tidak Moms sadari, tapi justru disadari oleh orang di sekitar.

Jadi sebaiknya Moms bertanya pada orang di sekitar kalau Moms memiliki bruxism atau tidak.

3. Usia

Faktor usia memang tidak bisa dilepaskan dari penyebab gigi berantakan. Lapisan gigi akan mulai terkikis pada saat usia seseorang semakin tua.

Lapisan luar gigi memiliki sifat paling keras dan bisa melindungi gigi. Lapisan ini akan menipis seiring bertambahnya usia. Dengan menipisnya lapisan gigi, maka struktur gigi juga akan melemah sehingga mudah bergeser.

Baca Juga: 7 Manfaat Daun Korejat, Termasuk Obat Sakit Mata dan Sakit Gigi yang Alami

4. Berkurangnya Jumlah Gigi

Berkurangnya jumlah gigi memang tidak bisa kita hindari. Jumlah gigi yang berkurang bisa merusak struktur gigi sehingga jadi berantakan.

Dengan berkurangnya gigi, maka gigi yang ada didekatkan akan mencoba mengisi kekosongan tersebut sehingga mengakibatkan gigi menjadi miring hingga bergeser.

5. Pembusukan Gigi

Pembusukan pada gigi juga dapat menjadi penyebab gigi berantakan. Pasalnya gigi yang busuk atau berlubang akan membuat kondisi gigi di sekitarnya juga ikut memburuk. Tak terkecuali kondisi gusi dan tulang.

Rusaknya bagian tulang yang bisa menahan posisi gigi akan mengurangi kekuatan gigi sehingga gigi menjadi lebih longgar dan mudah bergeser.

6. Genetik

Faktor genetik atau keturunan bisa menjadi penyebab gigi berantakan. Hal ini dikarenakan rahang seseorang cenderung akan mengikuti bentuk dari ayah atau ibunya.

Bagi pemilik rahang yang terlalu besar atau yang terlalu kecil bisa berpotensi memiliki gigi yang berantakan.

Baca Juga: Karang Gigi Lepas Sendiri, Berbayahakah?

7. Kebiasaan

Menurut sebuah jurnal penelitian yang berjudul Prevalensi Kebiasaan Buruk sebagai Etiologi Maloklusi, dijelaskan kalau salah satu penyebab gigi berantakan bisa dikarenakan kebiasaan buruk seseorang.

Kebiasaan buruk ini bisa berupa sering menggertakkan atau menggemeretakkan gigi, mengunyah dengan gusi, menggigit kuku, dan lain sebagainya.

8. Lingkungan

Penyebab lain dari gigi berantakan adalah karena faktor lingkungan. Faktor lingkungan ini seperti seperti seperti sering ikut-ikutan makan makanan manis bersama dengan teman saat nongkrong, hingga jarang memeriksakan gigi.

Baca Juga: Anak Menelan Pasta Gigi saat Menyikat Gigi, Berbahayakah?

Cara Mengatasi Gigi

Gigi Berantakan

Foto: eastrosedental.com

Jika gigi Moms berantakan, tak perlu khawatir karena ada beberapa cara untuk mengatasinya, yaitu:

1. Memasang Kawat Gigi

Cara mengatasi gigi berantakan yang pertama adalah dengan memasang kawat gigi. Pemasangan kawat gigi sangat membantu untuk meratakan gigi serta menyelaraskan tulang rahang yang tidak normal.

Pemasangan kawat gigi ini bisa dilakukan selama 1 tahun lebih hingga gigi menjadi rapi.

2. Melakukan Pencabutan Gigi

Cara mengatasi gigi berantakan yang lainnya adalah dengan melakukan pencabutan gigi. Pencautan gigi sangat diperlukan jika ada gigi gingsul atau gigi yang tumpang tindih hingga gigi yang busuk atau berlubang.

Dengan melakukan pencabutan gigi, maka gigi yang ada di sekitarnya bisa tumbuh dengan lebih baik dan pastinya menjadi lebih rapi.

Baca Juga: 5 Penyebab Gigi Keropos di Usia Muda, Yuk Cari Tahu!

3. Memasang Gigi Palsu

Salah satu cara mengatasi gigi berantakan adalah dengan memasang gigi palsu. Pemasangan gigi palsu pada bagian gigi yang kosong akan membuat gigi bisa tertata dengan lebih baik.

4. Menghentikan Kebiasaan Buruk yang Merusak Gigi

Moms juga bisa menghentikan kebiasaan buruk yang bisa merusak gigi seperti menggigit kuku, kebiasaan tidur, menggemeretakkan gigi, mengatur postur tubuh yang baik saat berada depan layar komputer, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Gigi Susu Tanggal? Berikut Ini Penjelasannya!

5. Selalu Menjaga Kesehatan Gigi

Cara mengatasi gigi berantakan yang terakhir adalah dengan selalu menjaga kesehatan gigi. Moms bisa menyikat gigi secara rutin sebanyak dua kali sehari, menggunakan benang gigi, hingga berkumur dengan menggunakan obat kumur.

Bagaimana menurut Moms penjelasan mengenai gigi berantakan di atas? Apakah informasi tersebut sudah lengkap bagi Moms?

  • https://www.mountsinai.org/health-library/diseases-conditions/malocclusion-of-teeth
  • https://www.healthline.com/health/malocclusion-of-teeth
  • https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/crooked-teeth
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK553375/
  • https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20151221143302-255-99603/tiga-masalah-penyebab-gigi-berantakan
  • https://www.alodokter.com/akibat-gigi-tidak-rata-tidak-hanya-mengganggu-percaya-diri
  • https://www.sehatq.com/penyakit/maloklusi
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait