17 Februari 2022

Obat untuk Diabetes, Ini Manfaat dan Efek Samping Gliquidone

Meski tidak bisa sembuh, gejala diabetes bisa dikelola dengan obat

Selain metformin, gliquidone kadang dokter resepkan untuk mengelola penyakit diabetes.

Orang yang mengidap penyakit ini tidak bisa terlepas dari obat seumur hidupnya, karena kadar gula darah di dalam tubuh dapat berubah setiap saat.

Jika kadarnya tinggi dan tidak segera ditangani, gejala jadi semakin parah dan bisa berujung dengan komplikasi diabetes.

Bila Moms dan Dads mengidap penyakit diabetes atau sedang merawat keluarga dengan penyakit ini, simak panduan mengenai obat ini lebih lanjut.

Baca Juga: 7 Tanda Diabetes yang Muncul di Kulit, Waspada!

Manfaat Gliquidone

Gliquidone, Indikasi, Dosis, Efek Samping, Overdosis - OBATGeneric
Foto: Gliquidone, Indikasi, Dosis, Efek Samping, Overdosis - OBATGeneric

Foto: indonesian.alibaba.com

Gliquidone adalah obat diabetes yang dapat menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Penyakit diabetes tipe 2 merupakan gangguan pada tubuh dalam mengatur dan menggunakan gula (glukosa) sebagai bahan bakar tubuh.

Adanya gangguan menyebabkan gula yang beredar di aliran darah terlalu banyak daripada yang dibutuhkan.

Akhirnya, kadar gula darah akan tinggi dan menyebabkan masalah pada sistem peredaran darah, saraf, dan kekebalan tubuh.

Nah, minum obat ini dapat merangsang pankreas untuk melepaskan hormon insulin.

Hormon ini akan menurunkan kadar gula yang naik cepat setelah Moms atau Dads makan.

Penggunaan obat adalah bagian dari perawatan penyakit diabetes tipe 2.

Itu artinya, perawatan lain, seperti perubahan gaya hidup juga perlu diterapkan agara obat dapat bekerja optimal.

Baca Juga: Kenali Obat Antibiotik Cefotaxime: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Dosis dan Aturan Pakai Gliquidone

obat-demam.jpg
Foto: obat-demam.jpg

Foto: Orami Photo Stock.

Setiap orang akan bisa saja diresepkan dosis yang berbeda.

Pemberian dosis ditentukan oleh usia, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Namun, umumnya dokter akan meresepkan obat diabetes ini dengan aturan berikut.

  • Dosis umum untuk orang dewasa adalah 15 mg sebanyak 1 kali sehari.
  • Dosisnya dapat ditingkatkan mencapai dosis perawatan, yakni 45-60 mg per hari yang dibagi menjadi 2 hingga 3 kali konsumsi per hari.
  • Dosis maksimal adalah 60 mg per kali minum atau 180 mg per hari.

Baca Juga: Manfaat dan Efek Samping Acarbose, Obat untuk Diabetes Tipe 2

Minum obat diabetes ini persis seperti yang diarahkan oleh dokter.

Hindari menambahkan atau mengurangi dosis yang sudah ditentukan.

Begitu juga, jangan menghentikan pemakaian obat tanpa izin dokter.

Obat ini perlu diminum secara teratur agar dapat bekerja secara optimal.

Oleh sebab itu, agar tidak terlewat dosisnya, minum di waktu yang sama setiap hari.

Bila dosis terlewat, jangan menggandakan dosis di waktu minum obat selanjutnya.

Ambil Gliquidone persis seperti yang diarahkan oleh dokter.

Jangan mengambil lebih atau kurang dari yang diinstruksikan oleh dokter.

Namun, bila waktu minum obat selanjutnya masih lama, segera minum obat pada waktu tersebut.

Baca Juga: Manfaat Hingga Efek Samping 'Pil Air' Furosemide

Efek Samping Gliquidone

4 Cara Mengatasi Diare dengan Bahan Alami
Foto: 4 Cara Mengatasi Diare dengan Bahan Alami

Foto: Orami Photo Stock

Seperti obat lain, gliquidone menimbulkan efek samping.

Setiap orang dapat menunjukkan efek samping yang berbeda-beda.

Bahkan, ada pula yang mengalami efek samping yang tidak disebutkan berikut.

Biasanya yang umum terjadi adalah mual, muntah, dan diare.

Pada beberapa orang, penggunaan obat bisa menyebabkan pusing sehingga hindari mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsenstrasi tinggi.

Penambahan berat badan juga bisa terjadi, jika Moms atau Dads mengikuti perawatan diabetes dengan obat ini.

Bila efek samping yang disebutkan tidak membaik dalam kurun waktu tertentu, segera konsultasi ke dokter.

Meski manfaatnya cukup ampuh sebagai pengobatan diabetes, tidak semua orang bisa menggunakan obat ini.

Terutama pada orang dengan penyakit jantung, penyakit hati, atau penyakit ginjal.

Beri tahu dokter jika Moms atau Dads memiliki masalah kesehatan tersebut. Termasuk jika Moms sedang hamil.

Dokter akan mempertimbangkan manfaat atau efek samping yang dirasakan sehingga bisa menentukan keamanan penggunaan obat.

Bila Moms sedang menyusui, obat ini tidak boleh digunakan.

Selain penyakit, beri tahu juga pada dokter jika Moms atau Dads akan menjalani operasi perawatan gigi.

Terakhir, obat ini tidak bisa dikonsumsi bagi orang yang alergi dengan obat jenis sulfonamid.

Biasanya, reaksi alergi ditunjukkan dengan ruam gatal di kulit, pembengkakan, dan sesak napas.

Baca juga: Dexanta: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Perlu Moms dan Dads ketahui bahwa obat hipertensi dan obat penyakit jantung.

Misal, seperti beta blocker dapat menyembunyikan gejala hipoglikemia bila dikonsumsi dengan gliquidone.

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah jauh di bawah angka normal.

Bila mengalami kondisi ini, Moms bisa pingsan.

Beberapa contoh beta-blocker adalah metoprolol, atenolol, dan propranolol.

Gliquidone juga menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan obat antijamur.

Di antaranya, seperti ketoconazole atau itraconazole, dan obat hipertensi seperti hydrochlorothiazide.

Untuk menghindari hal demikian, beri tahu dokter.

Termasuk dengan suplemen atau obat-obatan yang sedang digunakan saat itu.

  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/gliquidone?mtype=generic
  • https://go.drugbank.com/drugs/DB01251
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-2-diabetes/symptoms-causes/syc-20351193

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.