07 Januari 2023

Insulin Diabetes: Fungsi, Jenis, Dosis, Cara Pakai, dan Efek Samping

Penderita diabetes wajib tahu
Insulin Diabetes: Fungsi, Jenis, Dosis, Cara Pakai, dan Efek Samping

Foto: Orami Photo Stocks

Apakah Moms pernah mendengar tentang suntik insulin?

Sebenarnya, apa fungsi dan pengertian insulin untuk kesehatan?

Istilah insulin berhubungan erat dengan penyakit diabetes alias kencing manis.

Sebab, insulin itu sendiri adalah hormon yang bekerja menyerap dan/atau mengubah glukosa (gula darah) untuk diubah menjadi energi.

Hormon ini juga memengaruhi proses metabolisme lainnya, seperti pemecahan lemak atau protein dalam tubuh.

Baca Juga: Infeksi Virus Cacar Monyet (Monkeypox), Penyakit Cacar Langka dari Afrika

Apa Itu Insulin?

Pengobatan Insulin
Foto: Pengobatan Insulin (Pixabay.com)

Mengutip Hormone Health Network, insulin adalah hormon yang dibuat di pankreas dan kelenjar yang terletak di belakang perut.

Manfaat insulin, yaitu memungkinkan tubuh untuk menggunakan glukosa sebagai sumber energi.

Glukosa adalah sejenis gula yang ditemukan dalam berbagai makanan mengandung karbohidrat.

Setelah makan, saluran pencernaan akan memecah karbohidrat dan mengubahnya menjadi glukosa.

Glukosa kemudian diserap ke dalam aliran darah. Di sinilah insulin mulai bekerja untuk mengubahnya menjadi energi.

Hormon insulin juga membantu menyeimbangkan kadar glukosa dalam darah.

Nah, ketika ada terlalu banyak glukosa dalam aliran darah, insulin akan memberi sinyal kepada tubuh untuk menyimpan kelebihan tersebut di dalam hati (liver).

Proses ini bertujuan untuk cadangan sumber energi tubuh ketika dibutuhkan.

Tanpa fungsi insulin yang tepat, tubuh tidak dapat menyimpan glukosa di otot atau hati, tetapi juga tidak dapat membuat lemak.

"Sebaliknya, lemak terurai dan menghasilkan asam keto,” kata ahli endokrinologi, Irl Hirsh, MD.

Jika kadar asam ini tumbuh terlalu tinggi, ketidakseimbangan dapat memicu ketoasidosis diabetes. Kondisi ini berpotensi fatal.

Baca Juga: 10 Makanan dan Minuman untuk Menyehatkan Pankreas

Siapa Saja yang Butuh Insulin Tambahan?

Suntikan Insulin
Foto: Suntikan Insulin (Pixabay.com)

Setelah mengetahui istilah insulin, lantas siapa saja yang membutuhkannya?

Jika tubuh tidak mampu membuat insulin, Moms akan didiagnosis menderita diabetes tipe 1.

Di sisi lain, jika tubuh tidak mampu memanfaatkan hormon insulin dengan benar, Moms mungkin menderita diabetes tipe 2.

Nah, penderita diabetes tipe 1 perlu mengonsumsi insulin agar tetap bertahan hidup.

Namun, apa pun jenis diabetes yang dialami, Moms tetap perlu segera berobat ke dokter jika merasakan gejala-gejala penyakit tersebut.

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention, gejala diabetes adalah sebagai berikut:

  • Banyak buang air kecil pada malam hari (poliuri)
  • Terasa haus (polidipsi)
  • Banyak makan (polifagi)
  • Berat badan menurun drastis tanpa sebab yang jelas
  • Penglihatan kabur
  • Tangan atau kaki yang mati rasa atau kesemutan
  • Mudah lelah
  • Kulit terasa kering
  • Luka sulit sembuh dan rentan infeksi

Banyak orang dengan diabetes tipe 2 mampu menghindari penggunaan hormon ini.

Bahkan, sebagian besar penderita diabetes tipe 2 sama sekali tidak menggunakan suntik insulin.

Mereka yang demikian biasanya mampu mengelola penyakitnya dengan baik.

Beberapa cara untuk mengelola penyakit diabetes, misalnya berolahraga, menjaga berat badan, menerapkan pola makan sehat, dan minum obat dari dokter secara teratur.

Baca Juga: 5 Penyebab Lama Hamil setelah Keguguran

Apa Saja Fungsi Insulin dalam Tubuh?

Ilustrasi Sel Darah
Foto: Ilustrasi Sel Darah (Istockphoto.com)

Mungkin lebih mudah untuk memahami pentingnya manfaat hormon insulin jika Moms salah satu penderita diabetes.

Adapun fungsi suntikan hormon ini bagi mereka yang tidak menderita diabetes, antara lain:

1. Mengatur Gula Darah

Mengatur kadar gula darah adalah fungsi insulin bagi tubuh.

Setelah makan, karbohidrat akan terurai menjadi glukosa, gula yang merupakan sumber energi utama tubuh.

Glukosa kemudian memasuki aliran darah. Pankreas merespons dengan memproduksi hormon ini, yang memungkinkan glukosa memasuki sel tubuh untuk sumber energi.

2. Sumber Energi

Tubuh menyimpan kelebihan glukosa untuk bekal energi.

Setelah makan, saat kadar hormon ini tinggi, kelebihan glukosa disimpan di hati dalam bentuk glikogen.

Ketika kadar hormon ini rendah, hati melepaskan glikogen ke dalam aliran darah dalam bentuk glukosa. Ini menjaga kadar gula darah dalam tubuh agar tetap stabil.

Tanpa hormon ini, glukosa tetap berada di aliran darah yang dapat menyebabkan komplikasi berbahaya seperti hiperglikemia.

Bersamaan dengan glukosa, hormon ini membantu asam amino memasuki sel tubuh, yang membangun massa otot.

Hormon ini juga membantu sel menjaga tingkat cairan tubuh.

Baca Juga: Stroke Saat Hamil, Bagaimana Cara Menanggulanginya? Simak di Sini!

3. Mencegah Ketoasidosis Diabetik

Hormon ini membantu sel menggunakan glukosa untuk energi.

Ketika sel tidak dapat menggunakan glukosa, tubuh mulai membakar lemak untuk energi. Proses ini menciptakan penumpukan bahan kimia berbahaya yang disebut keton.

Tubuh mencoba membuang keton melalui urine, namun sering kali sulit untuk dikeluarkan.

Mengutip dalam Medscape, ini dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa yang disebut ketoasidosis diabetik (DKA).

Gejala berupa napas berbau, mulut kering, mual, dan muntah.

Dosis Suntik Insulin Diabetes

Suntikan Medis
Foto: Suntikan Medis (Bimcbali.com)

dr. M. Ikhsan Mokoagow, MMedSci, Sp.PD-KEMD, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi, Metabolik, dan Diabetes, RS Pondok Indah – Puri Indah, mengatakan suntik insulin dibutuhkan tergantung kondisi penyandang diabetes.

"Ada yang menggunakan insulin karena tidak respons dengan obat-obatan yang diminum karena telah terdapat penurunan fungsi produksi hormon ini dalam tubuh," jelasnya.

Dosis hormon buatan yang disuntikkan bertindak sebagai pengganti atau suplemen tubuh.

Melansir drugs.com, berikut dosis suntik insulin diabetes setiap jenisnya:

  • Diabetes tipe 1

Orang dengan diabetes tipe 1 tidak dapat membuat hormon ini, jadi mereka harus menyuntikkan insulin untuk mengontrol kadar glukosa darahnya.

Dosis harus disesuaikan secara individual berdasarkan kebutuhan metabolik pasien, hasil pemantauan glukosa darah, dan tujuan glikemik.

Total kebutuhan insulin harian diabetes tipe 1 umumnya antara 0,5 hingga 1 unit/kg/hari.

  • Diabetes tipe 2

Dosis awal yang digunakan pada diabetes tipe 2 adalah kisaran 4 sampai 6 unit atau 0,1 unit/kg atau 10% dari dosis insulin basal.

Melansir Journal of Education and Health Promotion, bagi orang dengan diabetes tipe 2 dapat mengelola kadar glukosa darahnya dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan sepanjang hidupnya.

Namun, jika perawatan ini tidak membantu mengontrol kadar glukosa, orang dengan kondisi tersebut mungkin juga memerlukan insulin.

Hal ini untuk membantu mengontrol kadar glukosa darahnya. Semua jenis hormon ini menghasilkan efek yang sama.

Mereka meniru peningkatan dan penurunan alami tingkat dalam tubuh sepanjang hari.

Baca Juga: Gula Rafinasi, Apa Bedanya dengan Gula Alami?

Jenis Suntik Insulin untuk Penderita Diabetes

Cek Gula Darah
Foto: Cek Gula Darah (Hindustantimes.com)

Jenis setiap suntikan berbeda dan mempengaruhi seberapa cepat dan untuk berapa lama mereka bekerja.

Adapun jenis-jenis suntik insulin untuk penderita diabetes, antara lain:

1. Raping Acting

Dikenal dengan suntik SC atau injeksi subkutan, sebagai salah satu jenisnya.

Jenis suntikan insulin diabetes ini mulai bekerja kira-kira 15 menit setelah injeksi.

Efeknya bisa bertahan antara tiga sampai empat jam. Ini sering digunakan sebelum makan.

2. Short Acting

Moms bisa menyuntikkan hormon short acting ini sebelum makan.

Ini mulai bekerja 30-60 menit setelah menyuntikkannya dan berlangsung lima hingga 8 jam.

3. Intermediate Acting

Suntik insulin menengah, jenis suntikan ini mulai bekerja dalam satu hingga dua jam setelah injeksi.

Efeknya dapat bertahan 14-16 jam.

Baca Juga: Resistensi Insulin, Kondisi yang Bisa Menyebabkan Diabetes Tipe 2

4. Long Acting

Suntik insulin ini akan masuk ke dalam darah 1-2 jam setelah suntikan pertama.

Jenis suntikan ini bekerja dengan efektif setelah 24 jam dari waktu penyuntikkan.

Keuntungan dari hormon ini jangka panjang ini adalah bekerja lebih seperti insulin pankreas pada umumnya.

5. Combination Insulin

Suntikan hormon ini mengandung campuran hormon ini kerja cepat atau pendek yang dikombinasikan dengan insulin kerja menengah.

Ini cukup dengan dosis satu botol per suntikannya.

Hormon ini biasanya disuntikkan ke perut, tapi bisa juga disuntikkan ke lengan atas, paha, atau bokong.

Suntikan yang sering di tempat yang sama dapat menyebabkan timbunan lemak yang membuat pengiriman hormon ini ke darah lebih sulit.

Suntik hormon ini bisa digunakan sebelum makan atau pada malam hari sebelum tidur agar kadar gula darah tetap stabil.

Meski demikian, setiap jenis suntikan insulin memiliki cara kerja yang berbeda.

Oleh karena itu, pemakaiannya pun harus disesuaikan dengan kondisi setiap individu.

Baca Juga: 8 Obat Sakit Kepala Alami, Yuk Coba Moms!

Bagaimana Cara Suntik Insulin yang Tepat?

Tes Gula Darah
Foto: Tes Gula Darah (Capecodhealth.org)

Setelah menentukan jenis insulin yang sesuai dengan kondisi pasien, dokter akan menjelaskan cara menggunakan suntik hormon ini.

Tentunya petunjuk mencakup menjelaskan area tubuh mana saja yang bisa menjadi lokasi penyuntikan insulin.

dr. M. Ikhsan mengatakan penyuntikan insulin dilakukan pada jaringan lemak di bawah kulit.

Umumnya, area tubuh yang disarankan, seperti:

  • Paha
  • Perut
  • Bokong
  • Lengan bagian atas

Penyuntikan hormon ini bisa dilakukan dengan alat suntik konvensional atau insulin pen.

Cara menyuntik insulin dengan kedua alat tersebut tidak jauh berbeda.

Perlu diingat bahwa jarum suntik hanya boleh sekali pakai dan setelah digunakan harus segera dibuang di wadah khusus sampah medis.

Baca Juga: Jamu Jamsi, Obat Herbal untuk Penyakit Diabetes

Apa Saja Efek Samping Suntik Insulin?

Alergi pada Kulit
Foto: Alergi pada Kulit (Shutterstock.com)

Sama seperti pengobatan atau terapi lainnya, dr. M. Ikhsan menjelaskan bahwa suntik insulin memiliki beberapa efek samping.

Efek samping umum menggunakan suntik atau spuit insulin, yaitu:

1. Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah efek samping yang paling umum dan serius dari suntik insulin.

"Kondisi ini akan terjadi terutama jika tidak dibarengi dengan asupan yang memadai dan peningkatan berat badan." ucap dr. M. Ikhsan.

Melansir PLoS One, sekitar 16% dari penderita diabetes tipe 1 dan 10% dari pasien diabetes tipe 2 mengalami efek samping ini.

Hipoglikemia sendiri adalah suatu kondisi ketika kadar gula darah terlalu rendah, yaitu di bawah 70 mg/dL.

Meski hormon ini berfungsi untuk menurunkan glukosa darah, terlalu banyak asupan insulin lewat penyuntikkan juga tidak baik untuk tubuh.

Pasalnya, kondisi ini dapat menimbulkan efek samping berupa penurunan gula darah secara drastis.

Kadar gula darah terlalu rendah terjadi karena hormon ini menyebabkan sel-sel hati dan otot mengambil glukosa dari darah.

Jika terlalu banyak menyuntikkan insulin, sel-sel di tubuh akan mengambil dan menyimpan terlalu banyak glukosa.

2. Alergi

Reaksi alergi akibat efek samping suntik hormon ini ditandai dengan kulit yang terasa gatal dan memerah.

Selain itu, pembengkakan disertai rasa nyeri juga bisa terjadi.

Pada kasus parah, alergi akibat suntik insulin juga bisa menimbulkan efek samping, seperti:

Efek samping ini muncul karena jarum suntik yang digunakan kurang tajam sehingga melukai kulit.

Untungnya, kondisi ini bisa pulih dalam beberapa hari.

3. Terjadi Pembengkakan di Kulit

Penyebab paling umum dari suntikan insulin pada orang dengan diabetes adalah pembengkakan di tempat yang disuntikan.

Apalagi jika secara teknis terjadi ketika hormon ini disuntikkan ke satu bagian kulit yang berulang kali. 

Kondisi ini membuat benjolan lemak tidak membawa suplai saraf dan pembuluh darah yang normal, sehingga tidak berwarna merah atau nyeri.

Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, edema mungkin disebabkan oleh kecenderungan meningkat karena penggunaan insulin dalam jumlah besar. 

Baca Juga: Mengenal Diabetes pada Anak, dari Penyebab Hingga Penanganannya

Setiap orang memiliki kasus diabetes yang berbeda-beda.

Oleh sebab itu, Moms wajib berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum memutuskan untuk suntik insulin.

  • https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0262714
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3977406/
  • https://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/insulin
  • https://www.cdc.gov/diabetes/basics/symptoms.html
  • https://emedicine.medscape.com/article/118361-overview
  • https://www.drugs.com/dosage/insulin-regular.html
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/diabetes-treatment/art-20044084

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.