26 Januari 2019

Mengenal Faktor-faktor Penyebab Kelainan Seksual

Benarkah 90% diderita pria?

Kelainan seksual adalah suatu keadaan di mana seseorang memilih obyek seks yang tidak wajar.

Misalnya memilih binatang, mayat, anak-anak kecil sebagai obyek seks, atau suka disakiti saat berhubungan seks.

Kelainan ini didapat sejak kecil. Bisa dari lingkungan pergaulan, akibat trauma, atau kelainan genetika.

Baca Juga : Kasus-kasus Kekerasan Seksual Anak di Indonesia, Kenali 6 Ciri Anak yang Mengalaminya

Sebuah pendapat dikemukakan oleh Susan Noelen Hoeksema dalam bukunya Abnormal Psychology.

Ia mengatakan bahwa perilaku penyimpangan seksual 90% lebih banyak diderita oleh pria.

Namun, saat para peneliti mencoba membuktikan hal tersebut dengan meneliti hormon testoteron ataupun hormon-hormon lainnya yang diduga menjadi penyebab perilaku seks menyimpang, hasilnya tidak konsisten.

Artinya, kecil kemungkinan perilaku seks menyimpang disebabkan oleh ketidaknormalan hormon seks pria atau hormon lainnya.

Penyebabnya, tampaknya lebih berkaitan dengan pelampiasan dorongan agresif atau permusuhan, yang lebih mungkin terjadi pada pria daripada pada wanita.

Penyebab lainnya yang diduga dapat menyebabkan perilaku seks menyimpang ialah penyalahgunaan obat dan alkohol.

Obat-obatan tertentu memungkinkan seseorang yang memiliki potensi perilaku seks menyimpang melepaskan fantasi tanpa hambatan kesadaran.

Faktor lingkungan, keluarga, dan budaya di mana seorang anak dibesarkan ikut memengaruhi perilaku seksnya.

Anak yang orangtuanya sering mendapat hukuman fisik dan mendapat kontak seksual yang agresif, lebih mungkin menjadi agresif dan impulsif secara seksual terhadap orang lain di saat mereka dewasa.

Baca Juga : Miris, Video Porno Anak dan Perempuan Dewasa di Bandung Menguak 5 Fakta Mencengangkan Berikut

Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa empat dari lima penderita pedofilia telah mengalami pelecehan seksual di masa kanak-kanak.

Hal lain yang juga menyebabkan penyimpangan seks adalah karena kelainan genetika, yaitu kelainan yang disebabkan keadaan saat anak berada dalam kandungan dan pembentukan genetik.

Kelainan seksual juga bisa terjadi akibat trauma. Ada bermacam-macam penyebab trauma dan sulit diketahui, karena bisa jadi si penderita tidak tahu apa yang membuatnya trauma.

Misalnya, pengalaman melihat orang tua melakukan hubungan seksual waktu kecil. Karena belum mengerti hal-hal yang berkaitan dengan itu, persepsi yang salahpun akan menghantuinya.

Karena sulit mencari penyebab trauma, maka terapipun tidak mencari penyebabnya, melainkan mencari jalan keluarnya.

Baca Juga: Menyedihkan, Sebuah Video Mengungkap Kisah Bocah SD yang Sering Disiksa Ibunya Hingga Lebam

Dampak kelainan seksual akibat faktor lingkungan dan trauma berbeda dari kelainan karena faktor genetik.

Orang dengan kelainan seksual akibat faktor genetik lebih sulit disembuhkan. Namun penderita akibat faktor lingkungan lebih mudah disembuhkan.

(HEI)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.