28 Oktober 2019

Mengenal Penyakit Kuning pada Bayi, Penyakit yang Tengah Diderita Anak Kartika Putri

Penyakit kuning biasanya terjadi pada bayi 2-4 hari setelah lahir
Mengenal Penyakit Kuning pada Bayi, Penyakit yang Tengah Diderita Anak Kartika Putri

Foto: instagram.com/kartikaputriworld

Baru saja diselimuti perasaan bahagia karena kelahiran sang putri pada 18 Oktober 2019 lalu, Kartika Putri kini dirundung awan kesedihan.

Bayinya yang bernama Syarifah Khalisa Aghnia Bahira, ternyata terkena penyakit kuning. Alhasil Si Kecil harus tidur di inkubator karena penyakit yang dideritanya.

Dilansir dari situs Kapan Lagi, menurut hasil pemeriksaan dokter, bilirubin bayi yang akrab dipanggil Khalisa ini tinggi atau lebih dikenal dengan sakit kuning.

Hasil tes menyebutkan bilirubin si bayi mencapai 17, padahal maksimal 12.

Baca Juga: Tidak Hanya Dialami Bayi Baru Lahir, Penyakit Kuning Juga Bisa Dialami Orang Dewasa

Mendengar hal ini, Kartika Putri terus menangis karena tidak tega, dan menyalahkan dirinya atas apa yang menimpa sang putri.

Moms mungkin pernah mendengar mengenai penyakit kuning. Untuk tahu lebih jelasnya, yuk simak penjelasan di bawah ini.

Penyakit Kuning pada Bayi

penyakit kuning pada bayi
Foto: penyakit kuning pada bayi

Foto: kidspot.com.au

Penyakit kuning pada bayi ditandai dengan kulit dan mata bayi yang menguning. Dilansir dari situs Healthline, penyakit kuning pada bayi yang baru lahir sangat umum dan dapat terjadi ketika bayi memiliki kadar bilirubin yang tinggi.

Pada bayi yang lebih tua dan orang dewasa, hati memproses bilirubin, yang kemudian melewatinya melalui saluran usus. Namun, hati bayi yang baru berkembang masih belum cukup matang untuk mengeluarkan bilirubin ini.

“Penyakit kuning sering terjadi dan mungkin tidak memerlukan perawatan,” kata Naim Alkhouri, ahli gastroenterologi anak.

Baca Juga: Ini Dia 9 Tanda Penyakit Kuning yang Sering Diabaikan

Namun jangan khawatir Moms, karena penyakit kuning pada bayi yang baru lahir, akan hilang dengan sendirinya saat hati bayi berkembang dan ketika bayi mulai menyusu, sehingga membantu bilirubin melewati tubuh.

Dalam kebanyakan kasus, penyakit kuning akan hilang dalam 2 hingga 3 minggu lamanya.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bahwa semua bayi yang baru lahir diperiksa kemungkinan penyakit kuning sebelum keluar dari rumah sakit, apalagi ketika bayi berusia antara 3 dan 5 hari.

Penyebab Penyakit Kuning

penyakit kuning pada bayi
Foto: penyakit kuning pada bayi

Foto: parent24.com

Bayi yang berisiko paling tinggi terkena penyakit kuning adalah:

  • bayi prematur (bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu)
  • bayi yang tidak mendapatkan ASI atau susu formula yang cukup, baik karena mereka kesulitan menyusui atau karena air susu ibu mereka belum masuk
  • bayi yang golongan darahnya tidak cocok dengan golongan darah ibu mereka

Seorang bayi yang golongan darahnya tidak cocok dengan sang ibu dapat mengembangkan penumpukan antibodi yang dapat menghancurkan sel darah merah mereka dan menyebabkan peningkatan kadar bilirubin secara tiba-tiba.

Penyebab lain dari penyakit kuning baru lahir meliputi:

Baca Juga: Ini Dia 5 Makanan yang Bisa Membantu Menyembuhkan Penyakit Kuning

  • memar saat lahir atau pendarahan internal lainnya
  • masalah hati
  • terkena infeksi
  • kekurangan enzim
  • kelainan pada sel darah merah bayi kita

Gejala Penyakit Kuning pada Bayi

penyakit kuning pada bayi
Foto: penyakit kuning pada bayi

Foto: webmd.com

Dilansir dari situs Healthline, tanda pertama penyakit kuning pada bayi adalah kulit dan mata bayi yang menguning.

Menguning dapat mulai dalam 2 sampai 4 hari setelah kelahiran dan mungkin mulai di wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh.

Kadar bilirubin biasanya memuncak antara 3 hingga 7 hari setelah lahir.

Jika jari kita yang ringan menekan kulit bayi menyebabkan area kulit itu menjadi kuning, kemungkinan itu merupakan tanda penyakit kuning.

Itulah beberapa fakta mengenai penyakit kuning yang tengah diderita anak Kartika Putri. Semoga Si Kecil Khalisa bisa segera sembuh dan pulang ke rumah ya Moms.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.