19 September 2017

Mengenal Tiga Kandungan Pil PCC dan Bahayanya Bagi Tubuh

Pil PCC berdampak sangat buruk dikonsumsi. Apa saja tiga kandungan pil PCC dan bahayanya bagi tubuh?

Beberapa hari lalu, ramai diberitakan puluhan murid SMP dan SMA di Kendari, Sulawesi Tenggara dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) setelah mengonsumsi pil PCC (Paracetamol Caffein Carisoprodol).

Mereka mengalami kejang-kejang, mual, halusinasi, dan bertindak agresif sehingga harus mendapatkan perawatan intensif oleh tim medis. Yang mengejutkan, dua orang siswa bahkan meninggal dunia karena overdosis dan satu siswa lainnya ditemukan tenggelam setelah menceburkan diri ke laut akibat halusinasi.

PCC tergolong obat keras yang hanya bisa didapat dengan resep dokter. Sayangnya, obat ini dijual murah secara tak bertanggung jawab pada siswa sekolah di Kendari.

Lalu apa saja kandungan PCC yang menimbulkan efek sangat berbahaya ini? Berikut tiga kandungan pil PCC yang perlu Mama ketahui:

1. Parasetamol

Parasetamol (acetaminophen) adalah obat penghilang rasa nyeri dan penurun demam. Fungsinya untuk mengurangi rasa sakit pada radang sendi ringan. Dokter menganjurkan tidak mengonsumsi parasetamol melebih dosis.

Untuk dewasa, maksimal konsumsi parasetamol adalah 4.000 mg per hari. Dan jika dikonsumsi berlebihan, parasetamol bisa menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, sulit bernapas, tidak nafsu makan, wajah dan bibir bengkak hingga urin yang berwarna kehitaman.

Baca Juga: Sering Mengonsumsi Obat Anti Nyeri? Ini Bahayanya

2. Kafein

Kafein mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Mama. Kopi dan teh yang Mama konsumsi sehari-hari pun mengandung kafein. Namun, tahukah Mama bahwa kafein juga digunakan pada obat parasetamol (acetaminophen) untuk meningkatkan efek penghilang rasa sakit?

Dalam dunia medis, acetaminophen dan kafein merupakan kombinasi obat yang digunakan untuk menyembuhkan beberapa kondisi seperti sakit kepala dan nyeri sendi. Meskipun begitu, penggunaannya harus mengikuti saran dokter. Dosis yang berlebihan bisa merusak hati, bahkan memicu kematian.

Baca Juga: 5 Tipe Kafein dan Pengaruhnya pada Produktivitas Kerja

3. Karisoprodol

Karisoprodol merupakan obat pelemas otot yang berfungsi memblokir rasa sakit di antara saraf dan otak. Karisoprodol biasanya dikonsumsi berbarengan dengan istirahat yang cukup, serta terapi fisik untuk merawat luka di otot rangka. Obat ini tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi anak berusia di bawah 16 tahun. Bahkan, orang dewasa pun sangat sensitif dengan efek samping dari karisoprodol yang mengganggu pola pikir dan reaksi tubuh. Apabila dikonsumsi berlebihan, karisoprodol menyebabkan gangguan penglihatan, linglung, halusinasi, otot kaku, sulit bernapas, pingsan hingga koma.

Bahaya PCC

Dilansir dari hellosehat, jika seseorang mengonsumsi PCC tersebut secara bersamaan, efek dari masing-masing obat akan saling bekerja sama. Ia akan merusak saraf di otak. Kerusakan saraf itu bisa beragam, namun yang pasti akan memunculkan efek halusinasi pada si pemakainya. Selain itu, juga terdapat gangguan perilaku, perubahan emosi dan akhirnya melakukan tindakan yang tidak terkontrol hingga menyebabkan kematian seperti yang dialami para murid di Kendari.

(GLW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.