16 Desember 2020

Yuk Moms, Jaga Daya Tahan Tubuh Si Kecil Agar Ia Kuat dan Tangguh!

Pastikan Si Kecil makan makanan bergizi dan tidur cukup

Di tengah suasana pandemi seperti ini, menjaga daya tahan tubuh anak menjadi hal yang sangat penting. Karena, tentu saja Moms ingin anak selalu sehat dan sangat menghindari kebutuhan kunjungan ke rumah sakit untuk berobat.

Berbicara tentang daya tahan tubuh dan pentingnya memastikan imunitas Si Kecil tetap terjaga, apa yang dimaksud dengan imunitas?

"Sistem imunitas merupakan sistem pertahanan atau kekebalan tubuh yang memiliki peran dalam mengenali dan menghancurkan benda asing yang masuk kedalam tubuh manusia termasuk berbagai macam patogen," jelas dr. Melia Yunita, M.Sc, Sp.A, Dokter Spesialis Anak.

Patogen sendiri merupakan benda atau bahan yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Beberapa contohnya seperti bakteri, virus, toksin atau racun yang dihasilkan oleh organisme tersebut.

Sistem imunitas itu bekerja dengan cara yang sangat rumit dan kompleks.

Tetapi, sistem imunitas dapat mengenal molekul (antigen) yang unik dari bakteri atau virus yang merangsang timbulnya antibodi (sejenis protein) dan sejenis sel darah putih yang disebut limfosit.

Nah, agar sistem imunitas dan daya tahan tubuh anak dapat bekerja dengan optimal sehingga Si Kecil tidak mudah sakit, penting untuk menerapkan pola hidup sehat. Yuk, simak apa saja caranya berikut ini!

Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak Aktif

1. Memberikan Nutrisi yang Tepat untuk Si Kecil

daya tahan tubuh anak-1
Foto: daya tahan tubuh anak-1

Foto: Orami Photo Stock

Daya tahan tubuh anak sangat erat kaitannya dengan kecukupan asupan nutrisi Si Kecil, hal ini punya pengaruh langsung terhadap status gizi dan daya tahan tubuhnya.

Moms dapat memberikan asupan makanan dengan komposisi gizi yang tepat dari segi jumlah, jenis dan frekuensinya, sehingga dapat memperbaiki status gizi dan memperkuat benteng imunitas tubuh, agar Si Kecil dapat menangkal infeksi.

"Pemberian nutrisi harus mencakup asupan makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak), dan mikronutrien meliputi mineral (seng, zat besi, kalsium, asam folat) serta vitamin (vitamin A, C, D, E, B6, B12) yang cukup dan seimbang sehingga kebutuhan gizi anak terpenuhi," jelas dr. Melia.

Sebagai informasi, makronutrien biasanya dibutuhkan dalam jumlah yang besar sebagai sumber asupan kalori yang secara langsung berpengaruh pada pertumbuhan Si Kecil dari segi berat badan, panjang/tinggi badan, dan lingkar kepala.

Sedangkan, mikronutrien biasanya dibutuhkan dalam jumlah relatif kecil.

Meskipun demikian, vitamin dan mineral sangat penting bagi daya tahan tubuh anak dan disebut esensial karena harus didapatkan dari makanan dan tidak dapat diproduksi oleh tubuh sendiri.

Pada anak malnutrisi, baik itu gizi kurang ataupun obesitas, terjadi peningkatan risiko untuk kekurangan zat gizi mikronutrien.

Sumber-sumber mikronutrien tersebut sebagian besar dapat diperoleh dari protein hewani seperti ayam, hati ayam, daging sapi, ikan, salmon, sarden, telur, kerang dan produk dairy.

Baca Juga: Ajak Anak Lebih Sehat, Ini Jenis Olahraga Bersama Orang Tua yang Bisa Ditiru

2. Jangan Lupa Melakukan Aktivitas Fisik

daya tahan tubuh anak-2
Foto: daya tahan tubuh anak-2

Foto: Orami Photo Stock

Selain nutrisi, Moms juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan mengajak melakukan aktivitas fisik yang cukup.

American Heart Association menyarankan agar anak usia lebih dari 2 tahun melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang yang menyenangkan dan bervariasi, sesuai perkembangan menurut usia anak minimal 60 menit/hari.

Apabila tidak memungkinkan, aktivitas tersebut dapat dilakukan dalam 2x30 menit atau 4x15 menit dalam sehari.

Tentunya, aktivitas fisik tersebut disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, dan tahap perkembangan fisik dan emosional anak.

Tidak hanya mendukung daya tahan tubuh anak, aktivitas fisik akan memberikan ragam manfaat seperti mengurangi risiko obesitas, penyakit pembuluh darah, dan keganasan, menunjang pertumbuhan tulang dan otot.

Selain itu, anak yang aktif akan belajar dengan lebih efektif, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Si Kecil akan merasa gembira dan percaya diri, serta memiliki pola tidur yang baik.

Aktivitas fisik yang dilakukan sejak dini akan membentuk anak menjadi seorang dewasa dengan gaya hidup aktif.

Berikut ini adalah beberapa tips aktivitas fisik si kecil sesuai kelompok usia:

  • Ajak Bayi Tengkurap Saat Sedang Terbangun dan Ingin Bermain

Ketika Si Kecil belum dapat merangkak, rangsang dengan menaruh mainan yang menarik di hadapannya.

Bermain dalam posisi tengkurap dapat dilakukan setidaknya 30 menit sehari, dalam rentang waktu terbagi dan harus selalu diawasi oleh orang dewasa.

  • Sesuaikan dengan Kemampuan yang Telah Dicapai

"Aktivitas fisik sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh anak yang sesuai dengan usia bayi sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan yang telah dicapai olehnya," terang dr. Melia.

Pada bulan-bulan awal, selalu perhatikan dan topang kepala dan leher ketika diperlukan.

Permainan dapat dilakukan sambil merangsang gerak berguling, duduk, merangkak, meraih dan menggenggam benda. Pastikan lingkungan tempat bermain dan sekitarnya aman.

  • Buat Variasi Aktivitas

Ketika Si Kecil sudah mampu berjalan, sekitar usia 1-2 tahun, bentuk aktivitas dapat menjadi lebih bervariasi.

Sesekali, Moms bisa menyelipkan aktivitas yang memerlukan banyak tenaga dalam waktu singkat, seperti melompat-lompat, memanjat, berlari sebagai kegiatan untuk menunjang daya tahan tubuh anak.

Mainkan musik dan ajak anak bergerak sesuai irama. Belajarlah bermain bola dengan cara lempar tangkap dan menendang.

Permainan yang didorong dan ditarik seperti kereta-keretaan meningkatkan pemahaman anak tentang kesadaran ruang.

Anak usia prasekolah memiliki banyak sekali pilihan permainan yang dapat dijadikan aktivitas fisik.

Moms bisa memberikan latihan yang membuat anak bernapas lebih cepat dan dalam. Misalnya, mengajak Si Kecil berlomba jarak pendek saat bersepeda.

  • Perkenalkan Gerakan Olahraga

Anak usia sekolah dapat mulai melakukan kegiatan olahraga. Ini saat yang tepat untuk Moms memperkenalkan berbagai jenis kegiatan dengan tujuan yang berbeda sebagai cara tingkatkan daya tahan tubuh anak.

Kegiatan aerobik seperti jalan cepat atau lari sebaiknya mengambil sebagian besar porsi 1 jam beraktivitas dalam sehari.

Perkenalkan juga aktivitas yang menguatkan otot seperti senam gimnastik atau push-up 3x/minggu. Aktivitas yang bersifat menguatkan tulang seperti loncat tali dan lari juga dapat dilakukan 3x/minggu.

Baca Juga: 6 Alasan Mengapa Anak Harus Dibiasakan Tidur Sendiri

3. Pastikan Istirahatnya Cukup

daya tahan tubuh anak-3
Foto: daya tahan tubuh anak-3 (freepik.com)

Foto: Orami Photo Stock

Tidak hanya mengonsumsi makanan bergizi dan membuat Si Kecil aktif, tetapi Moms juga perlu memastikan Si Kecil tidur cukup untuk menjaga daya tahan tubuh anak.

"Tidur merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan. Kebutuhan tidur Si Kecil semakin berkurang sesuai usianya," jelas dr. Melia.

Tidur memiliki fungsi restoratif, yaitu memulihkan tenaga yang hilang, menghilangkan kelelahan, pemeliharaan sistem imun dan pertumbuhan fisik.

Berikut ini kebutuhan tidur pada anak:

  • Bayi baru lahir (0-28 hari): 16-20 jam/hari dengan pola tidur 1-4 jam periode tidur, diikuti 1-2 jam periode bangun. Jumlah tidur pada siang hari sama dengan jumlah tidur pada malam hari.
  • Bayi (1 bulan-1 tahun): 14-15 jam/hari pada usia 4 bulan, 13-14 jam pada usia 6 bulan. Periode tidur 3-4 jam sampai usia 3 bulan, 6-8 jam pada usia 4-6 bulan. 70-80% tidur sepanjang malam pada usia 9 bulan dan tidur siang 2-4 jam/kali (2x/hari).
  • Batita (1-3 tahun): 12 jam/hari dengan tidur siang 1,5-3,5 jam (1x tidur siang/hari).
  • Prasekolah (3-6 tahun): 11-12 jam/hari dengan penurunan tidur siang, biasanya berhenti saat usia 5 tahun.
  • Pertengahan masa anak-anak (6-12 tahun): 10-11 jam/hari dengan peningkatan ketidaksesuaian anta-ra jumlah tidur malam saat sekolah/ tidak sekolah.
  • Remaja (>12 tahun): 9 jam/hari dengan jadwal tidur yang sering tidak teratur.

Baca Juga: 10+ Nutrisi Otak Anak yang Paling Penting, Moms Perlu Tahu!

4. Memberikan Asupan Makanan Tambahan

Terakhir, Moms dapat memberikan asupan nutrisi tambahan untuk optimalkan daya tahan tubuh anak, yaitu dengan susu pertumbuhan Frisian Flag 123 & 456 PRIMANUTRI.

Susu pertumbuhan Frisian Flag 123 & 456 PRIMANUTRI adalah susu pertumbuhan bubuk yang diformulasikan khusus untuk anak usia 1-3 tahun sebagai tambahan nutrisi bagi Si Kecil agar tumbuh optimal di periode emas pertumbuhannya.

Dengan rasa madu, vanila dan cokelat yang lezat, Frisian Flag 123 & 456 PRIMANUTRI mengandung zat gizi lengkap yaitu zat gizi makro: protein, karbohidrat dan lemak, serta zat gizi mikro: vitamin dan mineral.

Tidak hanya itu, Frisian Flag 123 & 456 PRIMANUTRI juga memiliki kandungan Omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), minyak ikan dan zat besi, zat gizi untuk mendukung Si Kecil menjadi Pintar.

Frisian Flag 123 & 456 PRIMANUTRI mengandung Serat Pangan Inulin, tinggi vitamin A, C, E, Zinc (seng) dan selenium, yang merupakan zat gizi untuk mendukung daya tahan tubuh Si Kecil menjadi Kuat.

Serta kalsium dan vitamin D, adalah zat gizi pada Frisian Flag 123 & 456 PRIMANUTRI untuk mendukung si Kecil menjadi Tinggi.

Nah, itu tadi beberapa hal mendasar yang bisa Moms lakukan untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh anak.

Tetap berikan nutrisi seimbang, aktivitas fisik dilakukan secara teratur, dan juga pastikan kebutuhan tidur anak dipenuhi dengan baik sebagai cara mengoptimalkan daya tahan tubuh anak.

Jika Si Kecil selalu sehat dan tidak terkena berbagai penyakit, hal ini akan sangat menunjang optimalnya pertumbuhan dan perkembangan di masa mendatang.

(ADV)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.