29 Mei 2024

Metagenesis Tumbuhan Lumut dan Perbedaannya dengan Paku

Ketahui selengkapnya tentang metagenesis tumbuhan lumut di sini!

Metagenesis adalah salah satu siklus hidup pada tumbuhan dan hewan. Bagaimana metagenesis tumbuhan lumut terjadi?

Dalam siklus hidup lumut, metagenesis melibatkan dua fase utama yaitu fase gametofit dan fase sporofit.

Fase gametofit adalah fase haploid yang menghasilkan gamet, sementara fase sporofit adalah fase diploid yang menghasilkan spora.

Proses ini menunjukkan bagaimana lumut mampu bereproduksi dan mempertahankan keberlangsungan hidupnya dalam lingkungan yang beragam.

Untuk lebih lengkapnya, baca ulasan tentang metagenesis tumbuhan lumut berikut ini!

Baca Juga: 20 Jenis Tanaman Obat dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Taksonomi Tumbuhan Lumut

Tumbuhan lumut adalah tumbuhan non-vascular yang tidak memiliki bunga dan tidak berbuah. Mereka termasuk dalam grup taksonomi Bryophyta.

Melansir dari Byjus, selas-kelas tumbuhan lumut meliputi Takakiopsida, Sphagnopsida, Andreaeopsida, Andreaeobryopsida, Polytrichopsida, dan Bryopsida.

Klasifikasi tumbuhan lumut didasarkan pada kombinasi data molekuler, morfologis, dan struktur sel.

Klasifikasi Tumbuhan Lumut:

  • Filum Bryophyta: Metagenesis tumbuhan lumut diklasifikasikan dalam filum Bryophyta, yang terbagi menjadi enam kelas, yakni Takakiopsida, Sphagnopsida, Andreaeopsida, Andreaeobryopsida, Polytrichopsida, dan Bryopsida.
  • Kelas Bryopsida: Klas ini termasuk sebagian besar spesies tumbuhan lumut dan dikarakteristikkan oleh variasi besar dan bentuk, dari tumbuhan kecil dan pendek hingga bentuk yang lebih besar dan lebih robust.
  • Kelas Lain: Kelas lain, seperti Takakiopsida dan Sphagnopsida, lebih kecil dan lebih spesialisasi, dengan karakteristik yang unik.

Sejarah Evolusi:

  • Evolusi dari Tumbuhan Tawas: Tumbuhan lumut merupakan evolusi dari tumbuhan tawas, yang adalah grup lain dari tumbuhan non-vascular.
  • Diversitas: Tumbuhan lumut ditemukan dalam berbagai lingkungan, dari area yang basah dan gelap hingga area yang kering dan terbuka, dan menunjukkan diversitas yang signifikan dalam hal ukuran, bentuk, dan struktur.

Metagenesis Tumbuhan Lumut dari Hidup sampai Mati

Metagenesis Tumbuhan Lumut (Orami Photo Stock)
Foto: Metagenesis Tumbuhan Lumut (Orami Photo Stock)

Istilah metagenesis tersebut digunakan untuk menjelaskan pergiliran keturunan yang terjadi pada makhluk hidup.

Contoh hewan yang mengalami metagenesis adalah ubur-ubur.

Sedangkan tumbuhan salah satunya adalah meganesis tumbuhan lumut.

Maka dari itu, perlu tahu tentang metagenesis tumbuhan lumut.

Pertama-tama yang perlu diketahui, apa yang dimaksud dengan lumut itu?

Metagenesis tumbuhan lumut ini termasuk dalam golongan Bryophyta, yakni tumbuhan yang umumnya berwarna hijau dan berukuran kecil.

Ukuran yang terbesarnya adalah kurang dari 50 cm.

Lumut hidup di darat, baik itu di batu, kayu gelondongan, tanah, atau pepohonan.

Tumbuhan lumut ini pun tersebar di hampir seluruh dunia, terkecuali di dalam laut.

Di tempat yang miskin zat organik pun, ia dapat hidup asalkan tempat tersebut memiliki tingkat kelembapan yang cukup.

Karena sifat toleransi yang tinggi seperti itu, lumut disebut tumbuhan kosmopolit, yaitu tumbuhan yang penyebarannya ada dimana-mana.

Lumut hidup secara berkoloni dan berhabitat di tempat yang lembap, terlindungi dari cahaya matahari.

Baca Juga: Cari Tahu Manfaat Daun Jelatang, Tumbuhan Herbal yang Berkhasiat

Perlu juga tahu beberapa ciri dari tumbuhan lumut, yaitu:

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.