16 Januari 2024

Tumbuhan Hidrofit: Definisi, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Ternyata tanaman hidrofit banyak di sekitar kita

Tumbuhan hidrofit menjadi jenis tumbuhan cantik yang tumbuh di perairan.

Mungkin sebenarnya Moms tidak asing dengan tumbuhan hidrofit.

Karena nyatanya, tumbuhan ini sering kita lihat di kehidupan sehari-hari.

Jadi, apa sih tumbuhan hidrofit itu? Yuk, ketahui lebih dalam di sini!

Baca Juga: 10 Manfaat Kulit Bawang Merah, Bisa Menyuburkan Tanaman!

Apa Itu Tumbuhan Hidrofit?

Tanaman Hidrofit
Foto: Tanaman Hidrofit (Newsbeezer.com)

Membaca penjelasan di atas mungkin sekarang Moms bertanya-tanya "apa sih tumbuhan hidrofit itu?"

Melansir Biology Discussion, tumbuhan hidrofit adalah jenis tanaman yang hidup di air dan bisa menyesuaikan diri di daerah perairan.

Tanaman jenis ini pun memiliki penampilan yang berbeda.

Ada tumbuhan hidrofit tubuhnya benar-benar tenggelam di air seperti Hydrilla dan Vallisneria.

Namun, ada juga yang sebagian tubuhnya ada di permukaan seperti tanaman bunga teratai, lili air, dan lain sebagainya.

Jadi, bisa dibilang tumbuhan hidrofit adalah jenis tumbuhan yang bisa beradaptasi dan hidup dengan baik di tanah yang tergenang air atau pada tempat yang sebagian atau seluruhnya terendam air.

Banyak sekali hidrofit yang menyerap air dan gas di seluruh permukaan dan tidak memiliki stomata seperti mifoil air berduri di bagian yang benar-benar terendam air.

Baca Juga: Berbagai Manfaat Hujan, dari Menyirami Tanaman hingga Media Pembelajaran Anak

Ciri-Ciri Tumbuhan Hidrofit

Lili Air
Foto: Lili Air (Bluelotusfarm.com.au)

Tumbuhan hidrofit memiliki sejumlah ciri khusus yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup dan berkembang dengan baik di lingkungan yang berair atau tergenang air.

Berikut adalah beberapa ciri umum tumbuhan hidrofit:

1. Akar Khusus

Tumbuhan hidrofit sering memiliki akar yang dirancang khusus untuk menyerap air dan nutrisi dari air.

Akar-akar ini dapat memiliki akar napas yang memungkinkan pertukaran gas di lingkungan air yang rendah oksigen.

Akarnya pendek dan halus untuk membatasi penyerapan air yang terlalu banyak.

2. Daun yang Mengapung

Banyak tumbuhan hidrofit memiliki daun-daun yang mengapung di permukaan air.

Daun ini sering memiliki lapisan lilin atau struktur khusus yang membantu mereka mengapung dan mengurangi penguapan air.

3. Batang yang Fleksibel

Batang tumbuhan hidrofit sering fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perubahan tingkat air.

Mereka juga dapat tumbuh ke atas untuk mencapai permukaan air.

4. Adaptasi Pernapasan

Beberapa tumbuhan hidrofit memiliki adaptasi pernapasan khusus yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan oksigen bahkan saat akar mereka tenggelam dalam air.

Contohnya adalah akar napas atau stomata yang terletak di permukaan atas daun.

5. Reproduksi Khusus

Beberapa tumbuhan hidrofit dapat memiliki strategi reproduksi khusus yang melibatkan penyebaran biji atau spora melalui air.

6. Toleransi terhadap Kekurangan Cahaya

Karena hidup di lingkungan yang sering tergenang air, tumbuhan hidrofit cenderung dapat beradaptasi dengan cahaya yang terbatas di bawah permukaan air.

7. Kemampuan Mengatasi Perendaman Jangka Panjang

Tumbuhan hidrofit dapat bertahan dalam kondisi perendaman yang berkepanjangan tanpa mengalami kekurangan oksigen atau gangguan pertumbuhan.

Baca Juga: Cara Merawat Tanaman Keladi Agar Semakin Subur dan Tidak Mudah Busuk

Jenis-Jenis Tumbuhan Hidrofit

Tumbuhan Hidrofit
Foto: Tumbuhan Hidrofit (Dengarden.com)

Ternyata tanaman ini memiliki beberapa jenis lho, Moms! Yuk, kenalan dengan berbagai macam tumbuhan hidrofit di sini!

1. Tanaman yang Terapung

Melansir dari Home Guides, tumbuhan hidrofit yang terapung tidak membutuhkan tanah dan tak memiliki akar di dasar kolam.

Poppy air atau yang juga dikenal dengan hydrocleys nymphoides adalah jenis hidrofit terapung di zona yang tahan banting atau ekstrem.

Selain itu, tanaman terapung seperti eceng gondok juga merupakan salah satu tanaman terapung yang tumbuh dengan cepat.

Bahkan eceng gondok perlu ditipiskan atau diatur secara berkala agar tidak cepat tumbuh.

Baca Juga: Jangan Dibuang, Ini 7 Manfaat Air Cucian Beras untuk Tanaman

2. Tanaman yang Terendam

Ada lagi tanaman hidrofit dengan jenis tenggelam. Salah satu tanamannya bernama anakharis atau Egeria Densa.

Anacharis adalah oksigenator dari tumbuhan hidrofit. Tanaman ini bisa menghilangkan karbon dioksida sambil menambah oksigen di dalam air, Moms!

Jadi, tanaman hidrofit jenis ini sangat penting untuk menjaga air agar tetap jernih.

Tanaman jenis ini memiliki akar yang berada di dasar kolam, atau bahkan di pot tempat Moms menanamnya.

Vegetasi tumbuhan hidrofit jenis yenggelam ini pun harus berada di bawah permukaan air.

Baca Juga: 3 Jenis Tanaman yang Bisa Dicangkok, Bisa Bikin Pohon Berbuah Lebih Cepat!

3. Muncul dan Tumbuh di Tanah

Tanaman hidrofit juga terkadang muncul dan tumbuh dari tanah. Biasanya jenis ini kerap ditemukan di sepanjang garis kolam.

Akar dari tanaman ini harus berada di bawah air. Namun tunasnya bisa tumbuh di luar air.

Salah satu contoh tumbuhan hidrofit jenis ini adalah lilir air dan juga cattail.

Tanaman lili air sendiri membutuhkan sinar matahari penuh selama 10 jam per hari agar bunganya bisa mekar dengan sempurna.

Ada banyak sekali jenis bunga lili air abadi, Meski demikian keberadaan mereka sangat sensitif dengan dingin.

Jadi jika ingin dipelihara, tanaman jenis ini harus dibawa masuk sebelum beku karena embun dingin yang disebabkan oleh cuaca.

Jika cuaca panas sudah kembali, maka tanaman ini bisa dikembalikan ke kolam.

Saat menanam tumbuhan hidrofit berakar, Moms perlu memastikan pot mereka berada di tanah lapisan...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb