09 Oktober 2022

Daun Jelatang, Tumbuhan Herbal yang Punya Segudang Manfaat

Banyak orang telah menggunakan tumbuhan ini sebagai obat herbal selama berabad-abad

Apakah Moms pernah mendengar tanaman bernama daun jelatang?

Ya, tanaman yang satu ini sudah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu sebagai salah satu tanaman herbal yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.

Daun jelatang merupakan tumbuhan semak yang berasal dari Eropa bagian utara dan Asia.

Daun jelatang memiliki nama ilmiah Urtica Dioica. Daun ini memiliki bentuk hati dengan bunga berwarna kuning, hijau, atau merah muda.

Kemudian, batangnya diselimuti bulu-bulu kecil yang kaku dan akan mengeluarkan zat kimia yang menyengat ketika disentuh.

Dalam praktiknya, daun, batang, atau akar tanaman jelatang dapat dihancurkan dan dibuat menjadi bubuk, tincture, krim, teh, dan lainnya.

Banyak orang telah menggunakan tumbuhan ini sebagai obat herbal selama berabad-abad.

Selain itu, banyak penelitian menyebut bahwa daun jelatang memiliki potensi dan manfaat yang luar biasa untuk kesehatan.

Baca Juga: Manfaat Daun Stevia, Pemanis Alami yang Rendah Kalori dan Aman Dikonsumsi

Manfaat Daun Jelatang

Daun jelatang telah menjadi salah satu bahan utama pembuatan obat herbal sejak zaman kuno.

Menurut Journal of Herbal Medicine, orang Mesir kuno menggunakan daun jelatang untuk mengobati radang sendi dan nyeri punggung bawah.

Sementara itu, pasukan Romawi mengoleskannya pada kulit untuk menghangatkan tubuh.

Tak hanya itu, daun jelatang juga memiliki manfaat serta khasiat lainnya.

Berikut penjelasan mengenai manfaat daun jelatang.

1. Menyehatkan Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih
Foto: Infeksi Saluran Kemih (Orami Photo Stocks)

Daun jelatang dapat membantu mengeluarkan bakteri berbahaya dari saluran kemih.

Tentunya, mengonsumsi daun jelatang dapat memberikan manfaat bagi orang yang memiliki permasalahan di bagian saluran kemih seperti benign prostatic hyperplasia (BPH).

BPH menyebabkan pembesaran kelenjar prostat pada pria.

Selain itu, hal ini juga dapat mengakibatkan rasa sakit atau masalah buang air kecil lainnya.

Menurut studi tahun 2013 dalam Iranian Red Crescent Medical Journal menjelaskan bahwa pria yang mengidap BPH lalu mengonsumsi ekstrak jelatang memiliki gejala klinis lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi daun jelatang.

2. Mengobati Nyeri

Secara historis, daun jelatang digunakan untuk mengobati nyeri terutama yang berhubungan dengan artritis.

Melansir dari The Arthritis Foundation, teh jelatang juga dapat mengurangi peradangan dan nyeri yang berhubungan dengan osteoartritis.

Baca Juga: 5 Manfaat Daun Salam untuk Kesehatan

3. Mengontrol Gula Darah

Pemeriksaan Gula Darah
Foto: Pemeriksaan Gula Darah (Orami Photo Stocks)

Daun jelatang memberikan efek yang menjanjikan untuk mengontrol kadar glukosa darah.

Dengan mengonsumsi daun jelatang, maka membantu pankreas melepaskan lebih banyak insulin atau hormon yang menurunkan gula darah.

Dalam studi yang dilakukan oleh Department of Pharmacology and Applied Medicine, diungkapkan bahwa ekstrak daun jelatang ampuh menurunkan glukosa darah dan A1C pada sekelompok orang dengan diabetes tipe 2 yang mengonsumsi insulin serta obat diabetes oral.

4. Kaya dengan Polifenol

Daun jelatang kaya dengan bahan kimia yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yakni polifenol.

Sebuah penelitian tentang polifenol menunjukkan bahwa senyawa kuat ini dapat berperan dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit kronis yang berhubungan dengan peradangan, seperti diabetes, obesitas, kanker, dan penyakit jantung.

Selain itu, polifenol yang terbuat dari ekstrak jelatang juga menunjukkan potensi untuk mengobati kanker payudara dan kanker prostat.

Tak hanya itu, tanaman daun jelatang juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi untuk melindungi tubuh dari penuaan dan kerusakan sel.

Baca Juga: 15 Manfaat Daun Afrika untuk Kesehatan, Bisa Mengobati Kanker Payudara

5. Mengurangi Peradangan atau Inflamasi

Peradangan pada Tangan
Foto: Peradangan pada Tangan (Orami Photo Stocks)

Daun jelatang mengandung berbagai senyawa yang dapat mengurangi peradangan.

Dalam penelitian yang melibatkan hewan dan tabung reaksi, daun jelatang terbukti mengurangi kadar hormon inflamasi dengan mengganggu produksinya.

Sementara itu, penelitian pada manusia dengan mengoleskan krim daun jelatang atau mengonsumsinya secara teratur dapat meredakan kondisi peradangan, misalnya radang sendi.

6. Mengobati Gejala Prostat

Sebagian besar pria berusia 51 tahun atau lebih tua memiliki risiko membesarnya kelenjar prostat. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah benign prostatic hyperplasia (BPH).

Meskipun hingga kini ilmuwan masih belum mengetahui secara pasti penyebab BPH, namun yang jelas BPH menyebabkan ketidaknyamanan saat buang air kecil.

Namun, dengan mengonsumsi daun jelatang secara teratur diketahui dapat membantu mengobati BPH.

Penelitian yang dilakukan pada hewan mengungkapkan bahwa daun jelatang dapat mencegah konversi testosteron menjadi dihidrotestosteron atau bentuk testosteron yang lebih kuat.

Penghentian konversi ini secara langsung akan membantu mengurangi risiko gejala prostat.

Sementara itu, studi pada orang dengan BPH menunjukkan bahwa ekstrak jelatang membantu mengobati masalah buang air kecil jangka pendek dan jangka panjang tanpa efek samping.

Baca Juga: Jarang Dilirik, Ternyata Ada 15+ Manfaat Kesehatan Daun Binahong!

7. Mengobati Demam Hay

Ruam Akibat Demam
Foto: Ruam Akibat Demam (Orami Photo Stocks)

Demam hay adalah alergi yang melibatkan peradangan pada lapisan hidung.

Daun jelatang berfungsi sebagai pengobatan alami yang menjanjikan untuk mengatasi demam akibat alergi.

Penelitian dalam jurnal Pytotherapy Research, menunjukkan bahwa ekstrak jelatang dapat menghambat peradangan yang dapat memicu alergi musiman.

Ini termasuk memblokir reseptor histamin dan menghentikan sel kekebalan melepaskan bahan kimia yang memicu gejala alergi.

Namun, penelitian pada manusia mencatat bahwa jelatang sama dengan atau hanya sedikit lebih baik dalam mengobati demam daripada plasebo.

Meskipun tanaman ini mungkin terbukti sebagai obat alami yang menjanjikan untuk gejala demam, namun tetap masih membutuhkan penelitian manusia jangka panjang.

Baca Juga: 12+ Manfaat Daun Ubi Jalar Bagi Kesehatan dan Kehamilan, Moms Perlu Tahu

8. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi adalah masalah kesehatan yang serius karena berisiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Bahkan, tekanan darah tinggi termasuk dalam penyebab utama kematian di seluruh dunia.

Daun jelatang secara tradisional berfungsi untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Penelitian pada hewan menggunakan tabung reaksi dalam Journal of Ethnopharmacology menjelaskan bahwa daun jelatang menurunkan tekanan darah tinggi dengan beberapa cara.

Pertama, merangsang produksi oksida nitrat yang bertindak sebagai vasodilator.

Vasodilator berfungsi untuk mengendurkan otot pembuluh darah dan membantunya terbuka lebih lebar.

Selain itu, daun jelatang juga memiliki senyawa yang bertindak sebagai penghambat saluran kalsium sehingga membuat jantung menjadi lebih rileks sekaligus mengurangi kekuatan kontraksi.

Dalam sejumlah penelitian terhadap hewan, terbukti bahwa daun jelatan bisa menurunkan risiko tingkat tekanan darah sekaligus mempertahankan antioksidan dalam jantung.

Itulah beberapa manfaat daun jelatang untuk kesehatan. Apakah Moms tertarik dengan manfaat tersebut?

  • https://www.healthline.com/health/food-nutrition/nettle-tea#lowers-blood-sugar
  • https://www.healthline.com/nutrition/stinging-nettle#TOC_TITLE_HDR_6
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12020933/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19140159/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24273930/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3589769/
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S2210803312000978
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/nettle-tea-benefits

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.