22 November 2022

Wajib Tahu, Ini Langkah-langkah Mitigasi Bencana Gempa Bumi!

Harus diperhatikan, ya!

Bencana gempa bumi kerap terjadi di Indonesia baik dengan skala kecil ataupun besar. Moms wajib tahu bagaimana mitigasi bencana gempa bumi yang tepat demi keselamatan seluruh anggota keluarga.

Tak perlu khawatir, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan.

Baca Juga: 13+ Barang Wajib dalam Tas Siaga Bencana, Yuk Persiapkan!

Pengertian Mitigasi Bencana

Secara umum, apa pengertian dari mitigasi bencana?

Dikutip dari website Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo, UU Nomor 24 Tahun 2007 mengatakan bahwa mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana.

Gempa bumi adalah peristiwa berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, aktivitas sesar (patahan), aktivitas gunung berapi atau runtuhan bangunan.

Jenis bencana ini bersifat merusak, dapat terjadi setiap saat dan berlangsung dalam waktu singkat.

Jadi mitigasi bencana gempa bumi mencakup berbagai hal baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Singkatnya, ini adalah penanganan bencana gempa bumi mulai dari tahap awal hingga pasca kejadian atau pemulihan. 

Kali ini, Orami akan memberikan langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi mulai dari sebelum kejadian, saat kejadian, dan pasca kejadian. Disimak ya Moms.

Baca Juga: Selfie dan 5 Hal yang Tidak Pantas Dilakukan Saat Bencana

Mitigasi Bencana Gempa Bumi sebelum Kejadian

Mitigasi Bencana Gempa Bumi Sebelum Kejadian
Foto: Mitigasi Bencana Gempa Bumi Sebelum Kejadian (cusec.org)

Gempa bumi dapat terjadi tanpa peringatan dan berpotensi sangat mempengaruhi kehidupan dan struktur bangunan di sekitar.

Identifikasi potensi bahaya dengan mitigasi bencana gempa bumi sebelum kejadian dapat mengurangi bahaya cedera serius atau hilangnya nyawa akibat gempa bumi.

1. Identifikasi Lokasi Interior Teraman

Di setiap ruangan di rumah atau bangunan, identifikasi tempat teraman untuk ‘berlindung dan bertahan’ selama gempa bumi.

Mengetahui langkah tercepat untuk sampai pada area teraman atau darurat tersebut adalah langkah awal mitigasi bencana gempa bumi.

Ketika sudah menemukannya, maka bagikan rencana perlindungan tersebut dengan anggota keluarga serumah dan teman kantor.

Furnitur kokoh, seperti meja yang berat bisa menjadi pilihan dan jauhi area di mana kaca bisa pecah, seperti jendela, cermin, atau gambar.

2. Kit Darurat

Jika gempa bumi rawan terjadi di daerah Moms, pastikan kit darurat mencakup hal-hal berikut ini, yaitu:

3. Atur Rencana

Menentukan rencana darurat atau terburuk bersama keluarga dan kolega di kantor adalah bagian dari mitigasi bencana gempa bumi.

Beberapa topiknya harus mencakup:

  • Bagaimana menghubungi satu sama lain setelah keadaan darurat.
  • Bagaimana menemukan satu sama lain dan berkumpul setelah keadaan darurat
  • Menentukan kontak darurat
  • Mengidentifikasi dan mengurangi bahaya gempa bumi di rumah dan tempat kerja.

Upaya mitigasi bencana gempa bumi sebelum kejadian ini harus mencakup beberapa hal seperti mengatur barang-barang berat, mudah pecah atau jatuh, serta yang mudah terbakar.

Mitigasi Bencana Gempa Bumi saat Kejadian

Mitigasi Bencana Gempa Bumi Saat Kejadian
Foto: Mitigasi Bencana Gempa Bumi Saat Kejadian (www.aljazeera.com)

Selanjutnya, mitigasi bencana gempa bumi saat kejadian harus dipersiapkan dalam dua kondisi yaitu, dalam ruangan dan juga di luar ruangan.

Dikutip dari Virginia Tech, segera bergerak untuk melindungi diri begitu merasakan tanah atau bangunan bergetar.

Sadari bahwa getaran sebenarnya adalah gempa pendahuluan dan gempa bumi yang lebih besar mungkin akan menyusul.

1. Di Dalam Ruangan

Jika di dalam ruangan, jatuhkan diri ke tanah dan berlindung di bawah meja kokoh atau perabot.

Bertahanlah sampai goncangan berhenti.

Jika tidak ada meja atau perobot kokoh di sekitar, tutupi wajah dan kepala dengan tangan, lalu jongkok di sudut dalam gedung tempat Moms berada.

Jauhi kaca, jendela, pintu, dinding luar, dan apa pun yang bisa jatuh, seperti lampu gantung atau rak buku yang berat.

Tetap di dalam ruangan sampai guncangan berhenti dan aman untuk bergerak.

Cedera paling sering terjadi ketika orang-orang di dalam gedung berusaha bergerak selama gempa.

Setelah itu, waspadalah terhadap gempa susulan.

Ketahuilah bahwa listrik mungkin padam, sistem penyiram air dapat menyala dan alarm kebakaran dapat diaktifkan.

Hal penting lainnya, jangan gunakan lift, ya!

2. Di Luar Ruangan

Tetaplah di luar dan jangan mencoba memasuki bangunan apa pun untuk membantu orang lain.

Jauhi gedung, lampu jalan, dan kabel utilitas.

Setelah berada di lokasi terbuka yang lebih aman, tetap disana sampai guncangan berhenti.

Perhatikan tempat Moms berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah

3. Dalam Mobil atau Sedang Bergerak

Berhentilah secepat yang diizinkan oleh keamanan sekitar dan tinggalkan alat transportasi yang digunakan.

Hindari berhenti di dekat bangunan, pohon, jalan layang, dan kabel utilitas.

Jika kondisi tidak terlalu parah, tetap di dalam kendaraan dengan sabuk pengaman terpasang sampai guncangan berhenti. Lanjutkan perjalanan dengan hati-hati setelah gempa berhenti.

Hindari jalan, jembatan, atau tanjakan yang mungkin rusak akibat gempa.

Jika kabel listrik jatuh pada kendaraan, jangan keluar. Tunggu bantuan.

Jika berada di daerah pegunungan atau di dekat lereng atau tebing yang tidak stabil, waspada terhadap bebatuan yang jatuh dan puing-puing lainnya.

Tanah longsor sering dipicu oleh gempa bumi.

4. Terjebak di Bawah Puing-Puing

Jika menjadi bagian dari yang terjebak di bawah puing-puing, lakukan mitigasi bencana gempa bumi yang sesuai.

Jangan menyalakan korek api dan jangan bergerak atau menendang debu.

Tutupi mulut dan anggota keluarga dengan sapu tangan atau pakaian untuk membantu menyaring udara yang dihirup.

Ketuk pipa atau dinding sehingga penyelamat dapat menemukan Moms dan keluarga.

Gunakan peluit jika Moms memilikinya.

Berteriak hanya dilakukan sebagai upaya terakhir untuk meminimalkan menghirup debu yang bisa berbahaya.

Baca Juga: Tata Cara Salat Rebo Wekasan Agar Terhindar dari Marabahaya dan Bencana, Yuk Lakukan!

Mitigasi Bencana Gempa Bumi Pasca Kejadian

Mitigasi Bencana Gempa Bumi Pasca Kejadian
Foto: Mitigasi Bencana Gempa Bumi Pasca Kejadian (eos.org)

Mitigasi bencana gempa bumi yang harus diketahui selanjutnya mitigasi bencana pasca kejadian.

Ada dua kondisi yang bisa terjadi, setelah gempa kecil dan setelah gempa susulan.

Berikut ini penjelasannya:

1. Pasca Gempa Bumi Kecil

Kondisi segera setelah gempa kecil atau singkat adalah tetap tenang.

Keluar dari bangunan tersebut dengan tertib dan jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa.

Lihat sekitar apakah ada korban terluka atau tidak.

Jika ya, rawat cedera atau cari perawatan medis profesional.

Luka kecil harus dicuci dengan sabun dan air kemudian dibalut untuk mengurangi risiko infeksi.

Sebaiknya, ganti perban sesuai kebutuhan.

Periksa area untuk melihat kerusakan. Laporkan bila ada kerusakan.

Evakuasi tidak mungkin dilakukan tetapi gunakan akal sehat dan evakuasi jika memang merasa perlu.

Tunggulah instruksi dari sekitar atau pemerintah atau personel darurat.

2. Pasca Gempa Bumi Besar

Tetap tenang, rawat cedera atau cari perawatan medis profesional.

Luka kecil harus dicuci dengan sabun dan air kemudian dibalut untuk mengurangi risiko infeksi.

Ganti perban sesuai kebutuhan.

Bantu orang lain seperti yang kondisi yang sudah diprediksi dan dilatih.

Ambil persediaan darurat dan evakuasi dengan hati-hati dan tenang.

Periksa apabila terjadi kebakaran, kebocoran gas, hubungan arus pendek listrik, aliran dan pipa air serta hal-hal lain yang membahayakan.

Jangan gunakan lift untuk keluar rumah, ya!

Waspada bila terjadi gempa susulan dan bertemu di titik berkumpul yang sudah ditentukan atau sudah diatur manajemen perumahan atau pengurus perumahan serta bangunan sekitar.

Jangan memasuki gedung sebelum diperiksa dan dianggap aman oleh personel darurat.

Jika sebuah bangunan memiliki tanda berkode warna, jangan memasukinya sampai mendapatkan informasi resmi tentang arti tanda tersebut dan saran tentang keselamatan untuk kembali masuk.

Tunggu instruksi dari supervisor dan personil darurat.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Tsunami, Seru Ditonton Bersama Keluarga!

3. Gempa Susulan dan Tsunami

Ketika menjalankan mitigasi bencana gempa bumi, sadarilah bahwa gempa dapat berlanjut setelah getaran awal atau gempa kecil sebelumnya.

Untuk itu, tetap waspada dan antisipasi terhadap adanya gempa susulan.

Setiap kali merasakan gempa susulan, lakukan mitigasi bencana gempa bumi saat terjadi gempa seperti yang sudah disebutkan dalam poin sebelumnya. 

Gempa susulan sering kali lebih ringan daripada gempa utama.

Namun, ini bukan berarti struktur bangunan atau rumah yang lemah tidak akan rusak.

Meskipun sering terjadi dalam beberapa jam pertama setelah gempa awal, mereka dapat terjadi setelah berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan.

Jika berada di daerah pesisir, waspada terhadap kemungkinan tsunami.

Ketika pemerintah setempat mengeluarkan peringatan tsunami, anggap bahwa serangkaian gelombang besar yang berbahaya dapat menyerang daerah tersebut.

Sebaiknya, segera evakuasi diri ke tempat yang lebih aman, jika waktu memungkinkan.

Jika tidak, berlindung di tempat aman yang jauh dari pantai.

Jangan panik, tetap terinformasi, dapatkan bantuan, dan tak lupa juga untuk membantu orang lain.

Dengarkan radio atau televisi yang dioperasikan dengan baterai untuk informasi darurat terbaru.

Gunakan telepon rumah dan telepon seluler hanya untuk panggilan darurat.

Baca Juga: Siaga Bencana, Stok Makanan Ini Harus Ada di Rumah

Jadi, itulah beberapa langkah mitigasi bencana gempa bumi yang bisa dipelajari untuk kondisi darurat yang mungkin terjadi.

Jangan lupa persiapkan dan bagi informasi ini kepada seluruh anggota keluarga atau rekan kerja yang berada di gedung atau ruangan yang sama. 

  • https://emergency.vt.edu/ready/guides/earthquake/earthquake-after.html
  • https://bpbd.purworejokab.go.id/mitigasi

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.