3-5 tahun

3-5 TAHUN
13 April 2020

4 Mitos dan Fakta Seputar ADHD, Wajib Tahu!

Apakah Moms sudah memiliki pengetahuan yang benar terkait ADHD?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan pada anak yang ditandai dengan perilaku impulsif, hiperaktif, kesulitan dalam mengendalikan emosi, dan kesulitan dalam berkonsentrasi atau memusatkan perhatian.

Karena anak dengan ADHD hiperaktif, banyak orang tua yang menganggap sikap tersebut sebagai hal biasa. Selain itu, masih ada juga orang tua yang terjebak dalam mitos dan fakta ADHD, seperti menganggap kondisi tersebut dapat “sembuh” sendiri tanpa perlu penanganan khusus.

Banyaknya mitos dan fakta ADHD yang beredar memang bisa membuat orang tua kebingungan. Nah, agar Moms dan Dads tidak ikut terjebak dalam mitos dan fakta ADHD, simak penjelasan berikut.

Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta Tentang Anak ADHD

1. Mitos: Anak dengan ADHD Pasti Hiperaktif

iStock-998670532-web-preschool-new-18.jpg

Foto: Atlanta Parent

Fakta: Meski hiperaktif dikenal sebagai gejala umum anak dengan ADHD, pada kenyataannya tidak semua anak dengan kondisi ini memperlihatkan sikap hiperaktif.

Anak dengan ADHD yang tidak hiperaktif akan menunjukkan gejala lain, seperti sulit berkonsentrasi, ceroboh, jarang mengikuti instruksi secara utuh, dan sering kehilangan barang-barang seperti mainan, pensil, buku, dan sebagainya.

2. Mitos: ADHD Bukanlah Kondisi Medis yang Serius

unnamed.jpg

Foto: Health Journal

Fakta: Berbagai lembaga kesehatan nasional di Amerika Serikat, seperti The National Institutes of Health, the Centers for Disease Control and Prevention, dan the American Psychiatric Association, mengakui ADHD sebagai kondisi medis.

Dalam situs Psychology Today, Joel L. Young M.D., direktur medis Rochester Center for Behavioral Medicine di Detroit mengatakan, mengingkari ADHD sebagai suatu kondisi medis berarti menganggap anak yang memiliki kondisi tersebut sebagai anak yang “nakal” atau “bermasalah”.

Padahal, ADHD juga ternyata bersifat genetik, satu dari empat orang dengan ADHD memiliki orang tua dengan kondisi yang sama.

Baca Juga: 5 Tahap yang Akan Dilakukan Terapi Anak ADHD

3. Mitos: ADHD Disebabkan oleh Pengasuhan Orang Tua

Bad-Parenting-Skills.jpg

Foto: Mom Junction

Fakta: Menurut American Academy of Pediatrics, pola asuh orang tua bukanlah penyebab anak memiliki kondisi ADHD. Justru, anak dengan ADHD yang tidak terkonfirmasi bisa membuat orang tua kewalahan dalam mengasuh Si Kecil.

Tanpa penanganan yang tepat, perilaku hiperaktif dan karakteristik ADHD lain pada anak dapat menjadi lebih parah. Jadi, jangan mudah terjebak dalam mitos dan fakta ADHD yang belum jelas, Moms.

4. Mitos: ADHD Bisa “Sembuh” Sendiri

image.jpg

Foto: CTV News

Fakta: Tanpa intervensi yang tepat, anak akan terus mengalami masalah dalam memusatkan perhatian dan mengendalikan emosinya. Sebaliknya, bila ADHD pada anak teridentifikasi sejak dini, orang tua dapat menyesuaikan cara pengasuhannya agar lebih dapat membantu anak.

Bila orang tua tidak menaruh perhatian khusus pada kondisi ini, selanjutnya anak akan menemui kesulitan dalam bersosialisasi, belajar, dan mengikuti petunjuk.

Baca Juga: 3 Cara Menangani Anak dengan ADHD, Moms Perlu Tahu

Nah, itulah beberapa mitos dan fakta seputar ADHD yang perlu Moms ketahui. Sudah terjawab semua kan mitos tentang ADHD yang beredar di masyarakat?

(AN)

Artikel Terkait