03 Agustus 2018

5 Mitos Kesuburan yang Tidak Perlu Dipercaya

Jangan mudah percaya kata orang, cari tahu kebenarannya

Banyak sekali tips soal kesuburan yang kerap disarankan kepada pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. Mulai dari meminum obat batuk, mengangkat kaki ke atas setelah berhubungan seks, dan yang lainnya.

Moms yang pernah menjalani program hamil mungkin sudah sampai bosan mendengarnya. Tapi, tahukah Moms jika sebenarnya banyak juga lho tips kesuburan yang ternyata hanya sebatas mitos dan tidak perlu Moms percayai.

Dr Israel Ortega, dokter ahli kesuburan dari Klinik Kesuburan IVI punya penjelasan atas mitos-mitos kesuburan. Seperti apa? Cari tahu yuk Moms!

1. Mengangkat kaki ke atas setelah berhubungan seks akan meningkatkan peluang untuk pembuahan

Dr Ortega: Sebuah riset membuktikan bahwa lebih dari 30 persen pasangan di Inggris percaya bahwa jika perempuan mengangkat kaki ke atas setelah berhubungan seks, peluang untuk pembuahannya akan meningkat.

Sayangnya, tidak pernah ada bukti ilmiah bahwa mitos tersebut benar. Saat ejakulasi, setiap laki-laki akan mengeluarkan jutaan sperma.

Dan sangat tidak mungkin jutaan sperma itu akan hilang jika perempuan langsung berdiri setelah berhubungan seksual.

2. Minum sirup obat batuk bisa membantu pembuahan

Dr Ortega: Tidak ada bukti medis mengenai mitos tersebut. Namun, cukup banyak perempuan yang percaya pada mitos itu.

Ada satu bahan yang umumnya terdapat pada sirup obat batuk, yakni guaifenesin. Kandungan ini dipercaya bisa menipiskan cairan dalam serviks.

Dengan begitu, sperma akan lebih mudah berenang menuju tuba falopi dan membuahi sel telur.

“Kami tidak menyarankan hal ini. Mengonsumsi obat ketika tidak sakit hanya akan membuat tubuh jadi kebal, sehingga ketika betul-betul sakit, khasiat obat tersebut sudah menurun saat dikonsumsi,” kata Dr Ortega.

Baca Juga: Kehamilan Palsu, Apakah Termasuk Gangguan Kesehatan?

3. Celana dalam ketat bisa menurunkan kesuburan pria

Dr Ortega: Mitos zaman dulu soal kesuburan pria yang cukup santer terdengar jumlah sperma akan menurun jika pria mengenakan celana dalam ketat. Hal ini juga dipercaya bisa menurunkan peluang mereka untuk memiliki keturunan.

Banyak ahli yang mengomentari kemungkinan hubungan antara celana dalam ketat dengan kemampuan sperma untuk bergerak.

Namun, para ahli percaya bahwa celana dalam ketat bisa membuat suhu di area skrotum meningkat. Tapi hal itu tidak memiliki efek negatif pada sperma.

Memang pria sebaiknya mengenakan celana dalam yang tidak terlalu ketat. Bukan karena mempengaruhi kesuburan, tapi untuk memberikan kesempatan kepada kulit untuk bernafas serta membantu menjaga kebersihan di area skrotum.

4. Olahraga bisa bikin mandul

Dr Ortega: Banyak yang menyarankan perempuan yang sedang menjalani program hamil untuk tidak banyak olahraga karena bisa membuat mandul.

Sebaliknya, olahraga teratur bisa memberikan banyak keuntungan bagi tubuh, termasuk meningkatnya peluang untuk pembuahan.

Baca Juga: Ternyata Ini 12 Penghambat dalam Hubungan Intim yang Bisa Bikin Susah Hamil

5. Stres berlebihan bikin tidak hamil

Dr Ortega: Tidak ada studi medis yang membuktikan bahwa stres membuat seseorang tidak akan hamil.

Namun, saat sedang program hamil, Moms sebaiknya menyingkirkan hal-hal yang bisa membuat stres.

Itulah jawaban ahli terkait mitos soal kesuburan yang beredar di masyarakat. Semoga bermanfaat!

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.