21 Februari 2023

7 Mitos Masa Kecil yang Sering Dipercaya, Cek Faktanya Yuk!

Pasti Moms masih ingat daftar mitos berikut!

Saat masih kecil, tentu kita pernah mendengar orang tua memberikan larangan sambil menceritakan tentang mitos-mitos tertentu. Kebenaran mitos masa kecil tentu harus ditelisik kembali.

Perlu diingat, mitos memang sengaja dibuat orang tua agar anaknya tidak melakukan sesuatu yang buruk.

Memgingat masa kecil adalah masa dimana banyak mitos beredar, meski kadang diragukan kebenarannya.

Itu sebabnya ketika beranjak dewasa, saat kita mengingat atau mendengar kembali mitos masa kecil pasti akan terasa menggelikan.

Pasalnya mitos terkadang tak masuk akal, bahkan secara logis tak mungkin terjadi, kan, Moms.

Memang tidak ada yang salah dengan maksud baik orang tua, namun cara yang diambil dengan mengatakan mitos sebagai alasan tidaklah tepat.

Terlebih logika anak yang belum bisa berpikir sempurna akan membuat segala mitos yang didengar seakan adalah nyata dan pasti akan terjadi.

Menurut Understood, pada akhirnya ingatan anak juga akan memudar.

Sebab, anak-anak lebih banyak memperhatikan informasi, bukan mengingatnya.

Baca Juga: Singkirkan Gadget! Ini 7 Manfaat Permainan Tradisional untuk Anak-anak

Mitos Masa Kecil yang Sering Dipercaya

Mitos Masa Kecil
Foto: Mitos Masa Kecil (Freepik.com/user3802032)

Berikut kumpulan mitos masa kecil yang sering dipercaya, apakah Moms masih mengingatnya?

1. 'Utang' Darah

Tingkah anak kecil pasti sangat aktif, suka berlarian, dan melompat-lompat adalah hal biasa yang dilakukan.

Saat berlarian, anak kecil akan melompati apa saja yang ada di depannya, bahkan ketika ada orang sedang tidur atau duduk.

Untuk menghentikan aktivitas ini, orang tua kerap mengatakan melompati orang berarti utang darah. Padahal tidak ada hubungannya.

Meski begitu, ada baiknya Moms memberikan pemahaman kepada anak dengan cara yang lain dan bisa diterima oleh logikanya.

2. Menyimpan Batu

Mitos aneh aneh lain yang sering didengar waktu kecil adalah menyimpan batu.

Ketika dalam perjalanan dan sang anak tiba-tiba ingin buang air besar, orang tua biasanya akan menyuruh anaknya untuk mengantongi batu.

Entah apa hubungan antara menyimpan batu dan hasrat untuk buang air besar jadi tertunda.

Meski demikian, sugesti tersebut kadang membantu.

Dengan demikian, mitos tersebut sebenarnya cukup ampuh bagi anak karena sugesti yang Ia yakini.

Artinya, mengajari anak untuk meyakini hal-hal positif sangat baik untuk tumbuh kembangnya, Moms.

3. Duduk di Atas Bantal

Mitos ini yang paling sering terjadi ketika bantal di rumah dijadikan mainan oleh anak.

Tidak ada yang bisa melarangnya untuk melakukan hal itu kecuali dengan menakut-nakutinya.

Duduk di atas bantal akan mengakibatkan bisulan, dan ini yang selalu dikatakan oleh orang tua.

Padahal, sudah jelas bahwa duduk di atas bantal tidak ada kaitannya dengan bisul.

Akan tetapi, untuk memberikan pemahaman kepada anak, terkadang dibutuhkan alasan sederhana yang lebih mudah Ia yakini.

Baca Juga: Liprolac, Suplemen Probiotik untuk Bayi dan Anak-anak

4. Menghabiskan Makanan

“Habiskan makanannya, nanti anak ayamnya mati, lo!”.

Mungkin seperti itulah perkataan orang tua saat melihat sang anak malas untuk makan.

Jika dipikir-pikir, bukankah kalau ada sisa makanan justru bisa diberikan untuk anak ayam agar bisa makan juga.

Sepertinya, mitos ini masih akan berlanjut karena terbukti cukup ampuh membuat anak menghabiskan makanannya.

Selain itu, mitos ini tampaknya juga tidak mempengaruhi trauma dan ingatan buruk pada anak dan akan dilupakan seiring berjalannya waktu.

5. Dilarang Menunjuk Kuburan

Tidak ada yang salah dengan menunjuk kuburan. Mungkin mitos ini sengaja dibuat untuk menghargai orang yang sudah meninggal.

Jika pun sudah terlanjur menunjuk kuburan, maka seseorang diharuskan menjilat jari yang digunakan untuk menunjuk kuburan agar kutukannya bisa lepas.

Penawar seperti ini diperlukan agar dikemudian hari terhindar dari gangguan hantu.

Mitos seperti ini kurang baik jika terus diberikan kepada anak. Sebab, pada dasarnya memberikan pendidikan agama untuk anak tentu lebih baik.

Meski anak-anak memiliki ketakutan pada hantu, ada baiknya Moms mengajari anak dengan cara yang lebih baik.

Sebab, hal ini bisa menyebabkan trauma pada anak, lho.

Pasalnya, menurut Substance Abuse and Mental Health Services Administration, trauma pada anak bisa dipicu oleh kondisi bahaya dan ketakutan yang pernah Ia alami.

6. Diculik 'Wewe Gombel'

Sepertinya, mitos yang satu ini juga masih tetap eksis sampai sekarang. Mitos ini sering diucapkan oleh tua menjelang waktu Magrib datang.

Waktu sore merupakan waktu bagi anak-anak berkumpul lalu bermain bersama.

Saat sedang asik bermain, seorang anak pasti lupa waktu.

Agar anak mau pulang, orang tua kemudian menakutinya dengan wewe gombel.

Mitos sebenarnya dibuat untuk tujuan baik, yaitu untuk mengingatkan anak tentang aktivitasnya agar tidak berlebihan.

Sayangnya, secara logika akan membuat anak terperangkap pemahamannya sendiri. Akan lebih baik ketika mengingatkan anak menggunakan cara-cara yang logis agar logika mereka dapat tumbuh.

Ketakutan anak bisa membuatnya memiliki trauma dan ingatan buruk hingga Ia dewasa, Moms.

7. Tidur Setelah Makan Dikutuk Jadi Ular

Mitos yang terakhir ini tampaknya tidak sefamiliar mitos-mitos sebelumnya.

Namun, ada sebagian orang tua yang menakut-nakuti anaknya dengan mitos ini.

Sebenarnya, larangan tidur sesudah makan bermaksud baik bagi kesehatan anak.

Pasalnya, organ pencernaan membutuhkan waktu untuk bisa mencerna makanan dengan baik.

Akan tetapi, mitos kutukan menjadi ular tentu tidak mungkin terjadi meskipun banyak anak yang percaya, Moms.

Baca Juga: Seram! Yuk Kenalan dengan 5 Hantu Legendaris Film Indonesia!

Pentingnya Memberikan Ingatan yang Indah Untuk Anak

Anak Tersenyum
Foto: Anak Tersenyum (Freepik.com/jcomp)

Setelah membahas kumpulan mitos masa kecil, akan lebih baik jika Moms memberikan ingatan yang indah untuk anak.

Moms bisa mengajari anak dengan cara yang lebih baik tanpa menggunakan mitos, apalagi sampai menakuti Si Kecil.

Terlebih lagi, dalam sebuah penelitian yang dilansir oleh American Psychological Association, kenangan indah masa kecil ternyata memiliki dampak positif bagi kesehatan fisik balita hingga dia tua nanti.

Dari 22.000 lebih responden yang disurvei mereka yang memiliki banyak kenangan indah masa kecil ternyata memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik dan lebih sedikit terkena penyakit kronis.

Alasannya adalah saat tumbuh dewasa, mereka memiliki kesehatan jantung dan sistem kardiovaskuler yang lebih baik, kadar gula darah yang seimbang, serta cenderung tidak memiliki kebiasaan merokok.

Baca Juga: 10 Inspirasi Kenang-kenangan untuk Sekolah yang Bermanfaat dan Berkesan

Manfaat Kenangan Indah Masa Kecil Untuk Mental Anak

Kenangan Indah Masa Kecil
Foto: Kenangan Indah Masa Kecil (Freepik.com)

Menciptakan banyak kenangan indah masa kecil juga bisa mendukung kecerdasan serta kesehatan mental balita saat dia dewasa nanti, lho, Moms.

Dari studi yang dilansir dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, balita yang diperhatikan dan dicintai oleh orang tua semasa kecil memiliki ukuran hippocampus 10% lebih besar saat dewasa nanti bila dibanding dengan balita yang orang tuanya cenderung cuek.

Itu artinya balita akan tumbuh dengan ingatan, pembelajaran, serta respon terhadap stress yang lebih baik.

Bukan hanya itu, Moms.

Memiliki banyak kenangan indah masa kecil untuk diingat juga membuat balita tumbuh dengan kemampuan sosial yang baik, serta tidak gampang stress dan depresi.

Baca Juga: Cincin ASI, Bukti Kenangan Masa-Masa Indah Menyusui, Tertarik Membuatnya?

Cara Ciptakan Kenangan Indah Masa Kecil Untuk Anak

Bermain Bersama Anak
Foto: Bermain Bersama Anak (Freepik.com)

Walau dalam hidup tetap akan ada masa sedih, mengesalkan, dan mengecewakan, beberapa cara berikut bisa Moms coba untuk menciptakan kenangan indah bersama Si kecil:

  • Menjalankan tradisi makan malam bersama keluarga setiap hari, sambil mengobrol dan bertukar cerita.
  • Setiap hari meluangkan waktu berkualitas bersama Si kecil, baik untuk mengobrol, bermain bersama, maupun memberikan peluk cium.
  • Memasak dan membuat kue bersama.
  • Berlibur sambil menjelajahi alam bebas.
  • Menjalankan tradisi keluarga di waktu khusus, seperti saat ulang tahun, hari besar keagamaan, atau tahun baru.
  • Memberikan banyak kejutan sederhana, seperti membelikan es krim di hari yang panas, membuatkan kostum untuk bermain peran, atau mengajaknya ke taman bermain.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Wisata Kebumen untuk Liburan Seru

Memberikan perhatian dan waktu berkualitas bersama Moms dan Dads akan jauh lebih berkesan bagi buah hati ketimbang sekadar mainan yang berlimpah.

Yang jelas, kenangan indah masa kecil tidak tercipta dari banyaknya materi yang diberikan melainkan dari waktu berkualitas yang dihabiskan bersama dengan orang tua.

Melihat manfaat kenangan indah untuk kesehatan balita yang cukup besar, tidak ada salahnya mulai meluangkan lebih banyak waktu bersama Si kecil ya, Moms.

Demikian pembahasan tentang mitos masa kecil dan cara memberikan kenangan yang indah untuk anak. Semoga Si Kecil tumbuh sehat dan kuat ya, Moms.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb